Bagaimana Demokrasi Akan Berakhir?

Sejak berakhirnya Perang Dunia II, sapuan demokrasi di seluruh dunia tampak tak terhindarkan. Namun hari ini, tampaknya secara radikal demokrasi terancam, bahkan di beberapa negara demokrasi paling stabil di dunia. Seberapa buruk yang bisa terjadi?

Bagaimana demokrasi akan berakhir? Dan apa yang akan menggantikannya? Seorang ilmuwan politik terkemuka meneliti masa lalu, sekarang, dan masa depan filsafat politik yang terancam itu.

Dalam How Democracy Ends, David Runciman berpendapat bahwa kita terjebak dalam gagasan-gagasan gagal demokratis abad ke-20 yang ketinggalan jaman. Dengan terpaku pada kudeta dan kekerasan, kita berfokus pada ancaman yang salah. Masyarakat kita terlalu makmur, terlalu tua, dan terlalu terjaring untuk jatuh pada keadaan seperti yang terjadi di masa lalu.

Kita membutuhkan cara berpikir baru yang tak terpikirkan -visi abad ke-21 tentang akhir demokrasi, dan apakah keruntuhannya memungkinkan kita bergerak maju menuju sesuatu yang lebih baik.

(Baca juga:  Violent Democracy: Kekerasan Itu Bagian Integral dari Demokrasi)

Sebagai sebuah buku provokatif yang ditulis oleh seorang filsuf politik besar, How Democracy Ends mengajukan pertanyaan paling tajam yang mendasari pola-pola yang mengganggu kehidupan politik kontemporer kita.

Judul lengkap buku ini, How Democracy Ends secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai “Bagaimana Demokrasi Berakhir”. Ini adalah buku yang ditulis oleh David Runciman dan diterbitkan oleh  Profile Books Ltd, Inggris pada bulan Mei 2018.

Buku dengan ketebalan sebanyak 256 halaman ini mempunyai ISBN  978-1541616783 untuk versi cetak sampul tebal. Isi buku ini disusun menjadi 4 Bab diluar bagian Pendahuluan, Kesimpulan dan Epilog. Buku ini juga dilengkapi dengan Daftar Catatan Kaki, Daftar Pustaka, dan Daftar Indeks.

(Baca juga:  Bagaimana Demokrasi Mengalami Kematiannya?)

David Runciman adalah Profesor Politik di Universitas Cambridge dan Kepala Departemen Politik dan Studi Internasional. Dia adalah penulis dari lima buku sebelumnya, termasuk Political Hypocrisy, The Confidence Trap and Politics. Dia menulis secara teratur tentang politik untuk London Review of Books dan menyelenggarakan podcast Talking Politics mingguan.

 

Baca halaman selanjutnya….