Anggota Dewan AS Tuntut Penjelasan Trump Soal Serangan Sipil Yaman

Setelah pemboman mengerikan yang dilakukan oleh koalisi Arab Saudi, yang didukung AS, terhadap sebuah bus sekolah pekan lalu yang menewaskan 40 anak-anak Yaman dan berita pada hari Selasa mengenai lusinan kematian warga sipil setelah gelombang baru pemboman Saudi, Senator Ted Lieu  telah mengirim surat rinci kepada Inspektur Jenderal di Departemen Pertahanan, untuk menuntut penyelidikan apakah pejabat pemerintahan Trump melanggar hukum AS atau internasional dengan membantu Saudi dalam serangan mereka di Yaman.

“Tidak dapat dibantah bahwa koalisi yang didukung Departemen Pertahanan telah membunuh sejumlah besar anak-anak, wanita, dan pria, yang merupakan warga sipil.”
-Senator Ted Lieu

(Baca juga:  Amerika Restui dan Fasilitasi Serangan Saudi yang Menarget Sipil Yaman)

Koalisi yang dipimpin Saudi, yang menerima dukungan militer dan intelijen dari AS, “telah berulang kali mengenai sasaran sipil – termasuk sekolah, rumah sakit, upacara pemakaman, dan pernikahan – atau tempat di dekat sasaran militer,” lieu menulis, menunjuk pada sebuah analisis oleh Proyek Data Yaman, yang menunjukkan bahwa sepertiga pemboman Saudi di Yaman telah mencapai sasaran sipil. “Saya sebelumnya bertugas aktif sebagai Hakim Advokat dan sejumlah serangan udara koalisi terlihat seperti kejahatan perang.”

“Jika penargetan koalisi pertanian, tempat penyimpanan makanan, dan tempat air disengaja, serangan udara ini akan merupakan pelanggaran Pasal 14 Protokol Tambahan II dan hukum internasional adat dalam konflik bersenjata non-internasional,” lieu menambahkan. “Saya sangat prihatin bahwa meneruskan pengisian bahan bakar AS, fungsi dukungan operasional, dan transfer senjata dapat memenuhi syarat sebagai membantu dan bersekongkol dengan potensi kejahatan perang ini.”

Anggota kongres dari California tersebut melanjutkan bahwa serangan Saudi yang didukung AS pada target sipil tidak dapat dikaitkan hanya dengan kesalahan atau ketidakmampuan intelejen.

(Baca juga:  Sekjen PBB: Amerika dan Saudi, Penyebab Wabah Kolera di Yaman)

“Koalisi, yang memiliki superioritas kekuatan udara, dalam sejumlah kasus sangat tepat mengenai sasaran sipil,” Lieu mencatat. “Misalnya, jet koalisi justru menyerang upacara pemakaman yang dihadiri oleh sejumlah besar orang dan kemudian datang dan menyerang target sipil yang sama lagi. Tidak dapat dibantah bahwa koalisi yang didukung Departemen Pertahanan telah membunuh sejumlah besar anak-anak, wanita, dan pria yang merupakan warga sipil. ”

Dalam sebuah suratnya pada hari Selasa, Senator Elizabeth Warren menyerukan kepada Jenderal Joseph Votel – komandan tertinggi pasukan AS di Timur Tengah – untuk menjelaskan peran militer AS dalam koalisi Saudi-  pada pengeboman warga sipil Yaman.

“Menurut berita yang beredar di publik dan organisasi non-pemerintah (NGO) yang beroperasi di lapangan di Yaman, serangan udara koalisi, termasuk beberapa yang mungkin telah didukung oleh pengisian bahan bakar AS dan dengan amunisi AS, telah mengakibatkan kematian ribuan warga sipil Yaman sejak awal dari kampanye militer pada tahun 2015, termasuk baru-baru ini sebuah bus sekolah yang membawa puluhan anak-anak, “kata Warren.

Surat-surat dari senator Lieu dan Warren datang ketika jurnalis yang bermarkas di Yaman melaporkan bahwa satu lagi kampanye pemboman pimpinan-Saudi di kota pelabuhan Hodeidah pada hari Selasa menewaskan lebih dari 30 orang, termasuk wanita dan anak-anak.

Sejak pengeboman yang dilakukan koalisi Saudi yang didukung AS terhadap bus sekolah minggu lalu, jurnalis dan pendukung hak asasi manusia mengecam serangan itu sebagai kejahatan perang yang jelas dan menuntut untuk mengetahui dengan tepat peran apa yang dimainkan AS dalam pembantaian itu.

Sebagaimana dicatat oleh situs Democracy Now! dalam segmen Selasa pagi, gambar yang diposting ke media sosial menunjukkan bahwa bom yang digunakan dalam serangan itu adalah Mark-82, yang diproduksi oleh kontraktor pertahanan Amerika, Raytheon.

Sementara Menteri Pertahanan AS James Mattis telah mengirim seorang jenderal Amerika untuk membantu Saudi dengan “penyelidikan” terhadap pemboman bus sekolah, Shireen Al-Adeimi — seorang aktivis hak asasi manusia dan profesor di Michigan State University — mengatakan kepada Democracy Now! bahwa “tidak masuk akal untuk berpikir” bahwa Saudi dengan benar dapat menyelidiki kejahatan mereka sendiri, terutama mengingat bahwa satu pejabat Saudi telah menggambarkan bus sekolah sebagai “target yang sah.”

“Setiap hari, ada serangan udara dan korban jiwa dan warga sipil yang terbunuh oleh serangan udara yang dipimpin Saudi. Mereka pada dasarnya akan membebaskan diri dari semua kesalahan setiap kali mereka menyelidiki sendiri,” Al-Adeimi menyimpulkan. “Apa yang dibutuhkan oleh Yaman adalah penyelidikan independen, yang telah diajukan di Inggris dua kali dan telah ditolak oleh koalisi pimpinan Saudi, dan AS sayangnya telah menyediakan perlindungan bagi koalisi pimpinan Saudi di PBB.”


Dunia, bangun & bicaralah tentang #Yaman
Ada pembantaian baru dilakukan hari ini oleh serangan udara Saudi terhadap warga sipil.
Setidaknya 25 orang telah tewas dan terluka, termasuk anak-anak & perempuan dalam serangan oleh rezim Saudi di rumah-rumah dan pasar di daerah al-Durehimi #Hodeidah di barat #Yemen
– Fatik Al-Rodaini (@Fatikr) 14 Agustus 2018

Hanya 5 hari setelah serangan udara koalisi Arab Saudi yang didukung AS menghantam bus sekolah yang penuh dengan anak-anak, serangan udara lainnya menghantam Hodeidah, Yaman, menewaskan lebih banyak warga sipil.
Uang pajak Anda sedang bekerja. #OpDeSanitize
– Walker Bragman (@WalkerBragman) 14 Agustus 2018

 

Sumber:  commondreams