Pejabat Taliban Bertemu Dengan Pejabat Indonesia Bahas Perdamaian

Delegasi politik dari Taliban Afghanistan melakukan perjalanan untuk menghadiri pembicaraan damai yang diadakan di Indonesia, dikonfirmasi pada hari Jumat (17/8) oleh kantor politik Taliban.

Kantor Taliban di Qatar mengatakan bahwa delegasi dipimpin oleh kepala kantor perwakilan politik Sher Muhammad Abbas Stanekzai yang mengunjungi Indonesia dari 12 Agustus hingga 15 Agustus 2018.

Dalam sebuah pernyataan yang diterima oleh Daily Times dari juru bicara politik Taliban Suhail Shaheen, delegasi tersebut bertemu dengan wakil presiden Indonesia Muhammad Jusuf Kalla, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan utusan khusus kepresidenan untuk Afghanistan Hamid Awaludin. Dalam pertemuan tersebut dibahas cara-cara untuk membawa perdamaian di Afghanistan dan penarikan pasukan asing. Kedua pihak juga saling bertukar pandangan tentang hubungan bilateral.

(Baca juga:  Taliban: Tidak Ada Fatwa Delegitimasi Jihad Afghan pada Konferensi Ulama Dunia di Indonesia)

Taliban juga seharusnya mengunjungi Indonesia pada bulan Maret tahun ini ketika Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengadakan konferensi ulama yang berasal dari Pakistan, Afghanistan dan Indonesia.

Konferensi itu ditunda setelah ditentang pihak Taliban dengan menyebutnya sebagai “taktik intelijen untuk membenarkan invasi Amerika”. Konferensi itu kemudian diadakan pada bulan Mei ketika pemerintah Indonesia meyakinkan Taliban bahwa tidak ada keputusan yang akan dikeluarkan terhadap Taliban.

Kantor politik Taliban juga telah meningkatkan upaya untuk menghubungi negara lain, setelah mereka bertemu diplomat senior Amerika di Doha bulan lalu dalam pembicaraan langsung pertama mereka.

Mereka juga mengunjungi Uzbekistan awal bulan ini sebagai bagian dari upaya diplomatik mereka untuk memperoleh dukungan dari negara-negara lain dan mempercepat proses perdamaian dengan Amerika.

(Baca juga:  Analisa Taliban saat Pemerintah Indonesia Menunda Pertemuan Ulama Dunia)

Taliban mempercepat proses diplomatik, ketika mereka juga meningkatkan serangan mereka terhadap pasukan keamanan. Lebih dari 200 personil keamanan telah tewas dalam serangan-serangan ini selama beberapa hari terakhir. Mereka mengepung dan menguasai kota Ghazni selama lima hari sebelum mereka menarik diri. Bentrokan dilaporkan menewaskan 100 tentara dan melukai 95 warga sipil. Taliban juga menewaskan sedikitnya 40 pasukan keamanan dalam serangan mereka di sebuah pangkalan militer di provinsi Baghlan utara pada 14 Agustus lalu.

Presiden Ghani pada hari Jumat (17/8) mengunjungi Ghazni di mana dia sekali lagi meminta Taliban untuk bergabung dengan proses perdamaian dan mengatakan bahwa Taliban ingin “lebih banyak konsesi dalam pembicaraan dengan pertempuran mereka.” Dia mengklaim bahwa Taliban yang terluka “menerima perawatan di Pakistan.”

(Baca juga:  Taliban Berhasil Bersihkan Provinsi Jawjan dari ISIS Khurasan)

Pernyataan itu ditolak oleh kantor Departemen Luar Negeri Pakistan. ‘Kami belum menerima bukti apa pun untuk mendukung tuduhan palsu ini dan menolak tuduhan tak berdasar ini. “Kata juru bicara kantor luar negeri pada briefing mingguan.

Berikut pernyataan lengkap Kantor Politik Imarah Islam (Taliban) mengenai pertemuan dengan pejabat Indonesia dari situs mereka yang di publikasikan pada 17 Agustus lalu:

 

Pernyataan Kantor Politik

Mengenai Kunjungan Delegasi Imarah Islam Afghanistan Ke Indonesia

Sebuah delegasi dari Imarah Islam yang dipimpin oleh kepala Kantor Politik -Sher Muhammad Abbas Stanekzai – melakukan kunjungan ke Indonesia dari 12-15 Agustus 2018.

Delegasi Kantor Politik bertemu dengan Wakil Presiden Indonesia Bapak Muhammad Jusuf Kalla, Menteri Luar Negeri Ibu Retno Marsudi dan Wakil Khusus Presiden Indonesia untuk Afghanistan Bapak Hamid Awaludin dan mengadakan diskusi tentang pencapaian perdamaian di Afghanistan dan penarikan pasukan asing.

Kedua belah fihak juga membicarakan tentang hubungan bilateral.

 

Juru bicara untuk Kantor Politik Imarah Islam

Muhammad Sohail Shaheen

06/12/1439 H

17/08/2018 M

 

Sumber:  alemarah , dailytimes