Perubahan Gaya Terorisme dalam Pandangan Kebijakan Inggris

Pada Bulan juni 2018, Inggris mengumumkan strategi barunya dalam menangani terorisme. Laporan tingkat tinggi semacam ini jarang sekali terbit, terakhir kali muncul pada tahun 2011, sehingga kemunculannya memberikan gambaran adanya perubahan gaya dari musuh yang dihadapi oleh Inggris dan sekutunya.

Artikel ini memeriksa sifat perubahan, respon strategis, analisa ancaman, tren-tren dan statistik yang perlu dipantau, masalah kebebasan berpendapat, dan juga pandangan-pandangan ke depannya.

 

Musuh yang Sulit Dikenali

Dulu, Al-Qaeda hanya melaksanakan sedikit rencana serius mereka di Inggris dan negara barat lainnya. Rencana-rencana aksi mereka seringkali memiliki atribut sebagai berikut: (1) koneksi internasional dengan Asia Selatan atau Timur Tengah, (2) fase persiapan yang panjang, (3) ada beberapa partisipan dalam rencana tersebut, (4) memiliki beberapa sasaran untuk serangan terkoordinasi.

Rencana yang kompleks seperti ini memberikan kesempatan bagi para mata-mata untuk mencegat komunikasi, menyusup dan membongkar jaringan, serta menghancurkan seluruh sel yang terkait. beberapa rencana bisa dihentikan dengan cara yang brutal tapi simpel: serangan drone di daratan ribuan kilometer jauhnya dari sasaran mereka.

Tapi hari ini, kenyataannya sangat berbeda. Mereka sekarang bervariasi, sulit diprediksi, sulit ditemukan, dan sangat cepat bergerak dari fase radikalisasi ke aksi. Seringkali, pelaku adalah pelaku tunggal yang hubungannya hanyalah dengan browser komputer saja. Ancaman yang ada jelas-jelas berubah secara dramatis. Usaha pemerintah yang lebih besar, lebih luas cakupannya, lebih rapat serta terkoneksi dengan seluruh masyarakat diperlukan untuk menanggulanginya.

 

Jaring yang Lebih Baik dan Lebih Besar

Sang Perdana menteri menyebutkan perubahan ini dalam pembukaan laporan. Ancamannya sekarang “besar dan memiliki berbagai macam gaya.” dan hal ini memerlukan “fokus yang lebih besar pada koordinasi di antara sektor-sektor publik”.

Intelijen adalah inti dari misi ini. British intelligence Services memang sudah dari dulu dikenal sangat tertutup, bahkan dengan rekan sesama intelijen negara lainnya. Namun untuk pertama kalinya mereka muncul ke permukaan. Dengan strategi baru ini, Badan keamanan domestik (MI5) akan membagikan lebih banyak informasi dengan departemen-departemen lain di pemerintahan dan bahkan otoritas lokal, dimulai dari area yang memiliki potensi resiko yang tinggi seperti London, West Midlands, dan Manchester.

Fokus strategi baru ini adalah individu yang memiliki potensi sebagai pelaku, namun bukan merupakan prioritas tinggi bagi badan intelijen dan polisi. Hal ini diputuskan berdasarkan catatan yang ada, bahwa beberapa pelaku serangan akhir-akhir ini sebenarnya sudah masuk dalam radar, namun tidak diawasi dengan ketat karena dianggap bukan ancaman yang akan segera terjadi. Mereka berhasil lolos. Pemerintah berharap, jaring yang lebih besar dengan lubang yang lebih kecil bisa mencegah terulangnya kejadian ini.

Meski begiu, pemerintah tidak ingin memberikan impresi bahwa kebebasan sedang terancam. Dalam pembukaan laporan, Sajid Javid, Home Secretary mengatakan, “Kita tidak hidup di negara yang mengawasi rakyatnya, dan kita juga tidak mau menjadi negara semacam itu.” Ancaman yang ada akan ditangani dengan “proporsional, inklusif dan dipantau secara ketat.” Karena bagaimanapun, “teroris tidak bisa dan tidak akan mengubah cara hidup kita.”

 

Analisis Ancaman

Laporan tersebut mendeskripsikan beberapa ancaman spesifik. Temuannya antara lain:

– Daesh, kelompok “negara islam gadungan”, dianggap “ancaman teroris paling signifikan”, baik di UK maupun secara global.

– Tentara IS yang kembali ke negaranya. Di laporan disebutkan bahwa jumlah anggota IS dari UK ada sekitar 900 orang. Sekitar 20% terbunuh di luar negeri, dan 40% telah kembali ke UK.

– Anehnya, pada tahap ini, tekanannya menurun, setidaknya untuk sementara waktu. Laporan mengatakan bahwa kebanyakan anggota Is ynag kembali, mereka kembali di masa-masa awal konflik dan telah diinvestigasi. “Sebagian besar” dari mereka yang kembali ini tidak lagi dianggap “ancaman keamanan nasional”. Selama dua tahun terakhir, hanya sedikit yang telah kembali dan kebanyakan adalah wanita dan anak-anak.

– Meski begitu, ada beberapa orang yang ditandai karena memiliki potensi bahaya, dan beberapa teman mereka di luar negeri mungkin juga akan pulang. Hal ini mengkhawatirkan karena individu yang masih ada di area kekuasaan daesh hidup di antara “orang-orang paling berbahaya” sehingga mereka tetap merupakan ancaman yang signifikan, karena pelatihan dan indoktrinasi yang mereka alami, serta jaringan mereka.

– Propaganda operasi IS telah menurunr, namun kelompok itu telah beradaptasi dengan situasi yang baru. Seruan atas kekhalifahan telah digantikan dengan playing victim dan usaha mempersenjatai orang-orang di komunitas mereka. Otoritas sekarang harus menghadapi jaringan pendukung Daesh yang membuat dan menyebarkan materi-materi motivasi dan instruksi non-official di internet.

– UK ingin menyerang IS dengan keras di luar negeri sana. Laporan mengatakan bahwa UK telah mengirimkan lebih dari 1.400 personel militer ke Timur Tengah untuk memerangi IS dan telah melancarkan hampir 1.700 serangan udara, jumlah yang hanya kalah oleh AS. Lebih dari 3.500 target dihancurkan dalam serangan tersebut, termasuk 25 tempat penyimpanan uang. UK juga memberikan dukungan intelijen dan pengintaian terhadap koalisi yang memerangi IS.

– Kekuatan Al-Qaeda juga disebutkan telah menurun, namun masih merupakan ancaman potensial dan sulit ditumpas dengan intensi jangka panjang dan kapabilitas untuk menyerang UK dan negara-negara lainnya. Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP) mendapat perhatian khusus karena anggotanya memiliki kapabilitas dalam bahan ledak canggih dan hampir sukses tiga kali dalam melakukan serangan besar terhadap penerbangan sipil.

– Di Timur Tengah, Al-Qaeda telah berusaha untuk ikut serta pada perjuangan warga lokal, dengan tujuan menghilangkan pengaruh barat dan menumbuhkan keinginan untuk kepemimpinan Islam di masyarakat lokal.

– Selain itu, hantu dari terorisme sayap kanan semakin membesar. Sebelum 2014, laporan mencatatkan bahwa aktivitas ekstrim sayap kanan terbatas pada kelompok kecil dengan anggota orang-orang tua, yang mempromosikan anti-imigrasi dan supremasi kulit putih, dan aktivitas mereka belum merupakan ancaman besar pada keamanan nasional. Setelah tahun 2014, situasinya berubah. Yang paling terlihat adalah: terbentuknya kelompok sayap kanan National Action. Kelompok itu dilarang di bawah aturan terorisme di tahun 2016. Sejak saat itu, 27 anggotanya telah ditangkap, 15 di antaranya dituntut dengan serangan terorisme. Dengan terkuaknya perkembangan ini, MI5 akan memainkan peranan yang lebih besar dalam investigasi untuk kelompok sayap kanan.

– Terdapat keraguan di masyarakat luas ketika pejabat keamanan berbicara tentang meningkatnya ancaman sayap kanan. Paling banter, peringatan mereka hanya dianggap pengalihan isu atas terorisme Islam. Di Agustus 2018, Mark Rowley, mantan kepala kontra terorisme London’s Metropolitan Police, mengingatkan UK agar tidak terlena. “Saya tidak merasa bahwa kita memberi perhatian yang cukup untuk hal ini.” Menurutnya, ancaman sayap kanan ini signifikan dan terus bertumbuh, akan tetapi, menurutnya UK kurang mengakui keadaan masalah ini.

Tren Ancaman secara umum juga dianalisis dengan hasil sebagai berikut:

– Skala ancaman domestik dan kecepatan perencanaan serangan saat ini, mengharuskan otoritas untuk mengintervensi lebih cepat dari sebelumnya. Orang-orang bisa nyinyir mengatakan bahwa hal ini bisa mengacaukan pengumpulan informasi intelijen dan pengumpulan bukti untuk menuntut, namun pemerintah telah memutuskan bahwa keamanan lebih penting.

– Dimensi internasional sangat penting bagi UK. Sejak 2011, 63 warga Inggris telah terbunuh di luar negeri oleh teroris. Di 2015, penembakan di sousse resort, Tunisia saja sudah merenggut nyawa 38 warga UK. Serangan ini adalah serangan tunggal paling buruk terhadap warga Inggris sejak bom London di 7 Juli 2005.

– Prospek jangka pendek dari semua ini terlihat suram. Ancaman teroris Islam diperkirakan akan tetap sama selama 2 tahun ke depan dan mungkin naik. Sementara ancaman teroris sayap kanan “berkembang”.

– Laporan tidak mengisyaratkan perkiraan tentang prospek jangka panjang namun mengatakan bahwa penggerak tren untuk masa mendatang akan dipantau. Mereka menyebutkan juga “ideologi dan radikalisasi”, “Lingkungan permisif”, “akses terhadap teknologi yang bisa dieksploitasi”, dan “kapabilitas dan aksi negara-negara lain dalam melaksanakan kontra terorisme.”

– Tidak ada profil teroris yang jelas untuk membantu otoritas. Laporan mengatakan bahwa pemerintah dan riset akademis secara konsisten mengindikasikan bahwa tidak ada profil sosio-demografik tunggal dari teroris di UK, dan tidak ada satu jalan khusus yang bisa mengarahkan pada keterlibatan atas terorisme. Yang ada hanyalah area kesamaan latar belakang yang luas dan orang-orang melakukan teror dengan cara yang berbeda dan alasan yang berbeda juga.

– Latar belakang ideologi yang luas sangat merepotkan. Laporan mengatakan bahwa “banyak aspek dari ideologi Daesh dan Al Qaeda juga dianut oleh organisasi ekstrimis Islam yang beroperasi di UK dan daerah lainnya.” Tetap harus ada pembedaan, namun hal itu tidak mudah karena tidak ada garis batas yang tegas yang membedakan ideologi teroris dengan apa yang disebut pemerintah ideologi ekstrimis.

– Perkembangan data karena bertambahnya jumlah tersangka adalah masalah dan juga kesempatan. Tinjauan atas serangan 2017 di London dan Manchester telah menggarisbawahi pentingnya mengelola, membagi dan menganalisa data relevan yang besar dan terus berkembang. Ke depannya, isu ini akan menjadi lebih penting dalam pengambilan keputusan, kapan dan di mana kita akan beraksi. Sisi positifnya, kemajuan teknologi akan membantu. Poin penting dalam hal ini akan dibahas di artikel ini nanti.

Teror di Inggris Dalam Angka

Banyaknya angka di laporan akan membantu menceritakan secara utuh kejadiannya. Hal ini cukup mengkhawatirkan. Silakan cek catatan rencana dan investigasi berikut:

– Hingga Juni 2018, selama 5 tahun, MI5 dan polisi menggagalkan setidaknya 25 rencana Islamis. Laju pertumbuhannya pun bertambah, 12 dari 25 plot ini digagalkan setelah Maret 2017.

– Plot sayap kanan menambah tekanan. Empat rencana serangan dari kelompok sayap kanan telah digagalkan sejak 2017.

– Ketika laporan tersebut diterbitkan, MI5 dan polisi menjalankan 500 investigasi yang melibatkan sekitar 3.000 personel. Petunjuk intelijen yang ditangani bersama oleh polisi dan MI5 telah berkembang menjadi dua kali lipat lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.

– Di Bulan Agustus 2018, pemerintah mengumumkan bahwa jumlah investigasi telah meningkat menjadi 676.

– Ada banyak jumlah orang yang tidak dianggap prioritas utama bagi keamanan domestik namun berpotensi menjadi ancaman. “Closed subjects of interest” yang telah diinvestigasi oleh MI5 dan polisi telah mencapai 20.000 kasus.

Jumlah penangkapan dan penuntutan juga layak diperhatikan:

– Investigasi mengarah pada jumlah penangkapan teror yang tinggi. Totalnya adalah 2.029 antara tahun 2010 dan 2017. Di 2017 sendiri, tercatat ada 412 penangkapan.

– Angka yang dirilis oleh Metropolitan Police menunjukkan penangkapan meningkat hingga 441 hingga Maret 2018, 17% dari periode sebelumnya. Aparat menyebutkan adanya perubahan langkah dalam momentum dan tingkat aktivitas polisi yang belum pernah terlihat sebelumnya, dengan rata-rata satu rencana serangan per bulan dihentikan dalam satu bulan.

– Banyak penangkapan yang mengarah pada pengadilan. Di 2017, Crown Prosecution Service mengadakan 86 pengadilan untuk serangan teror, lebih tinggi 30% dari tahun 2016. Sistem peradilan umumnya menganggap bahwa bukti yang ada cukup, sembilan dari sepuluh tersangka yang dituntut diputuskan bersalah.

Angka-angka terkait uang, pemindaian ekstrimis dan persenjataan memberikan gambaran lebih lanjut mengenai masalah ini:

– Antara 2016 hingga 2020, biaya pemerintah dalam kontra terorisme akan meningkat sebesar 30% secara riil. Peningkatan dana ini akan menyokong agen intelijen, keamanan penerbangan, pengawasan digital, kapabilitas kontra terorisme di angkatan bersenjata, dan jaringan global terorisme expert.

– Secara absolut, uang dalam jumlah besar akan dibutuhkan. Pembiayaan pasukan khusus akan meningkat hingga 2 milyar euro dan pembiayaan agen intelijen dan keamanan akan meningkat sekitar 1,4 milyar euro. Untuk keamanan dan intelijen, dana ini akan mendukung rekruitasi dari setidaknya 1.900 petugas baru.

– Pekerjaan penyaringan dengan kode “Prevent” berhasil menyaring sejumlah besar orang. Di 2016/17, 6.093 orang tersaring. 19% dari orang tersebut dianggap serius untuk dilanjutkan ke program selanjutnya yaitu “Channel”, program untuk orang-orang yang beresiko terpapar terorisme.

– Polisi Inggris biasanya tidak bersenjata, hal yang tidak umum di Eropa. Serangan Paris di 2015 mendorong telaah ulang, dan pemerintah memutuskan untuk menambah 1.000 polisi bersenjata di England dan Wales. Pemerintah menyebutkan bahwa hal ini membantu pada serangan London Bridge di tahun 2017, ketika tiga teroris ditembak mati secara cepat oleh Polisi.

– Pasukan Inggris bersiap jika hal terburuk terjadi. Di bawah komando operasi bernama “Operation Temperer“, pemerintah bisa secara cepat menurunkan 10.000 tentara untuk mendukung polisi dan otoritas sipil dalam serangan katastropik. Sekitar 1.000 pasukan ikut diturunkan setelah serangan Manchester di Mei 2017.

 

Peluang dan Tantangan dari Kemajuan Teknologi

Internet adalah tantangan terbesar dalam kontra terorisme. Namun laporan ini menyebutkan bahwa teknologi juga memberikan peluang:

– Kecerdasan Buatan: memungkinkan kita untuk menyaring dan mengidentifikasi informasi krusial lebih cepat dari sebelumnya.

Virtual Reality System: membantu merancang banyak jenis skenario.

– Teknologi baru akan meningkatkan kapabilitas deteksi dan pemindaian, contohnya di perbatasan, bandara dan pusat keramaian.

–  Quantum computing: akan mendorong kapabilitas operasional, contohnya mengumpulkan dan mensortir dataset besar dengan kecepatan tinggi.

–  Perusahaan teknologi akan diminta untuk berinvestasi lebih banyak di sistem yang otomatis mengidentifikasi dan menghapus konten teroris di internet.

– Banyak hal sudah dilakukan di bidang ini, pemerintah mengatakan bahwa 300.000 materi terorisme telah dihapus dari internet sejak 2010.

– Meski begitu, perusahaan juga diminta untuk meningkatkan kooperasi dalam masalah data, contohnya ketika data mengarahkan bahwa seseorang mungkin memiliki komponen pembuatan bom.

 

Kebebasan Berpendapat dan Edukasi

Kebebasan berpendapat adalah medan perang dalam kontra terorisme. Hal ini dipandang sebagai prinsip paling suci di UK. Islamis dan aktivis sayap kiri menggunakannya untuk terus menerus membuat masalah terhadap program Prevent pemerintah, terutama di kampus.

Yang menarik, dan juga melegakan bagi para pecinta kebebasan, laporan tersebut menyebutkan bahwa Prevent pada institusi akademik tidak menghalangi debat atau kebebasan berpendapat di sekolah dan universitas. Kebalikannya, otoritas terkait diingatkan bahwa mereka harus memperhatikan kewajiban mereka untuk memastikan adanya kebebasan berpendapat. Hal ini dipandang lebih sebagai kekuatan dibandingkan kelemahan: “debat terbuka adalah salah satu alat terkuat dalam mempromosikan pemikiran kritis dan menghalangi narasi teroris dan ekstrimis untuk mengakar.”

Hal ini menjengkelkan bagi “orang-orang garis keras”, yang menganggap bahwa ekstremis-ekstremis terburuk menyebarkan pesan-pesan mereka tanpa perlawanan apapun di kampus-kampus. Mereka mendoktrin para pemuda, bukan melakukan debat. Menurut suara yang paling tegas, mereka seharusnya dilarang dari institusi edukasi. Apapun alasannya, orang-orang tersebut kalah dalam argumen ini.

 

Prospek

Meski banyak usaha yang aktif dari pemerintah, mereka tetap tidak ingin orang-orang berpikir bahwa ancaman yang ada telah berhasil dikontrol sepenuhnya. Laporan ini menyebutkan lebih dari sekali bahwa resiko yang ada bisa dikurangi tapi “kita tidak akan bisa menghentikan seluruh serangan”.

Ketahanan populer bisa membantu dan hal ini tidak akan habis di UK. Contohnya, satu gambar di serangan London Bridge pada Juni 2017 membuahkan sorak sorai di seluruh negeri. Gambar ini menunjukkan orang-orang kabur dari serangan, namun satu orang kukuh untuk tidak membiarkan para teroris mengambil sebotol birnya.

Memang, sebenarnya teroris melakukan hal bodoh dan tidak akan berhasil melawan negara kuat seperti UK. Jika Hitler dan IRA tidak berhasil — sebagaimana banyak orang nyatakan — apa yang mereka bisa lakukan?

Tapi fakta seperti ini tidak akan menghapus semangat fanatik yang menganggap kematian sebagai martir adalah sebuah kemenangan. Jadi, kita harus berharap bahwa strategi pemerintah yang baru ini akan betul-betul membantu dalam mengidentifikasi mereka, dan menghentikan mereka sebelum mereka melancarkan serangan.

 

Sumber: eeradicalization