Al-Qaeda Masih Aktif dan Amerika Salah Memahami Mereka

Pada 11 September 2001, sembilan belas anak buah Osama bin Laden mengubah jalannya sejarah dunia. AS beruntung karena Al-Qaeda belum melakukan serangan sebesar peristiwa 9/11 di Amerika Serikat dalam tujuh belas tahun setelah itu. Namun fakta itu seharusnya tidak mengaburkan kenyataan tentang Al-Qaeda dan jihad globalnya. Al Qaeda tetap menjadi ancaman bagi AS. Para pejuangnya bertempur di lebih banyak negara di dunia saat ini daripada sebelum peristiwa 9/11. Dan para pemimpinnya masih ingin menargetkan Amerika Serikat, beserta kepentingan dan sekutunya. Perang ini masih jauh dari selesai.

Ada banyak alasan kegagalan Al Qaeda untuk kembali melakukan serangan dengan korban massal di AS: pertahanan Amerika menguat, kemampuan serangan taktis AS meningkat; Pejabat anti-terorisme dan intelijen AS, kadang-kadang dibantu oleh sekutu, telah memburu banyak pemikir Al-Qaeda di luar negeri; pejuang Al Qaeda kurang bisa memanfaatkan peluang.

Alasan yang disebutkan tadi membuktikan bahwa ketika mereka menjadi sasaran yang jelas, sulit untuk melakukan operasi sebesar peledakan WTC pada tahun 2001. Ini adalah salah satu alasan bahwa pemimpin al Qaeda mulai menyerukan serangan skala kecil yang dilakukan oleh individu.

Al Qaeda telah menghadapi rintangan lain juga. Dalam perang dengan AS, kelompok itu kehilangan personel penting dalam manajemen. Yang paling penting, tentu saja, adalah kematian Osama bin Laden pada Mei 2011. Sejumlah tokoh senior lainnya telah terbunuh atau tertangkap.

Hal ini telah meningkatkan hambatan logistik, terkadang mengganggu komunikasi dan rantai komando Al Qaeda. Selain itu, kemunculan Islamic State pada tahun 2013 dan 2014 menciptakan tantangan terbesar bagi otoritas Al Qaeda dalam gerakan jihadis global sejak didirikan pada tahun 1988.

Terlepas dari semua ini, al Qaeda masih hidup dan sangat bergairah, dan masih banyak disalahpahami oleh AS. Pertimbangkan fakta mengejutkan ini: komunitas kontraterorisme masih belum merumuskan definisi umum atau pemahaman tentang organisasi Al Qaeda. Fakta-fakta dasar masih diperdebatkan atau secara aktif ditolak.

Dengan menggunakan kerangka pikir tersebut, marilah kita secara singkat meninjau keadaan al Qaeda. Ketika kita melihat organisasi ini secara keseluruhan, kita tahu bahwa Al Qaeda memiliki ribuan pejuang di seluruh dunia. Memang, al Qaeda melakukan jihad di lebih banyak negara hari ini daripada pada sebelum peristiwa 9/11. Loyalis mereka bertempur di mana-mana dari Afrika Barat, melalui Afrika Utara dan Timur, ke jantung Timur Tengah dan Asia Selatan. Beberapa ahli bersusahpayah memotong rantai hubungan antar titik dalam jaringan global Al-Qaeda, jadi mari kita hubungkan kembali.

Al Qaeda menganggap Osama bin Laden sebagai “imam pembaharu” – sebuah kehormatan yang dimaksudkan untuk menekankan perannya yang revolusioner dalam menyebarkan ideologi jihadis. Lihatlah ke seluruh dunia hari ini, dan Anda lihat kebenaran julukan tersebut.

 

Kepemimpinan senior Al Qaeda

Pada 2011, Ayman al Zawahiri menggantikan Osama bin Laden sebagai pemimpin Al Qaeda. Itu adalah langkah alamiah, karena Zawahiri telah bekerja sama dengan bin Laden sejak tahun 1980-an. Dan organisasi asli Zawahiri sendiri, Jihad Islam Mesir (Egyptian Islamic Jihad), memberikan dukungan kepada Osama bin Laden dengan mengerahkan personil penting dan bantuan logistik di awal 1990-an. Para anggota EIJ memainkan peran penting dalam pengeboman Kedutaan Besar AS tahun 1998, yang merupakan serangan Al Qaeda yang paling dahsyat sebelum 9/11.

Para veteran EIJ terus memegang beberapa peran paling penting di dalam Al-Qaeda hingga hari ini. Misalnya, PBB baru-baru ini melaporkan bahwa Saif al-Adel dan Abdullah Ahmed Abdullah, yang keduanya masih dicari karena peran mereka dalam pengeboman kedutaan, membantu Zawahiri dari dalam Iran.

Keduanya ditahan oleh Iran selama bertahun-tahun setelah serangan 9/11, tetapi mereka melanjutkan kegiatan mereka pada tahun 2015, setelah al Qaeda dan Iran dilaporkan menyetujui pertukaran tawanan. Menurut laporan PBB, para pemimpin al Qaeda yang ditahan di Republik Islam Iran ini telah tumbuh lebih menonjol, bekerja dengan Zawahiri dan memproyeksikan otoritasnya secara lebih efektif daripada sebelumnya.

Ini seharusnya tidak mengejutkan. Departemen Keuangan dan Departemen Luar Negeri AS pada masa Obama mengungkapkan pada tahun 2011 bahwa jaringan Al Qaeda yang berbasis di Iran berfungsi sebagai “saluran utama” organisasi tersebut melalui “mengalirkan uang, fasilitator dan pejuang asing dari seluruh Timur Tengah ke Asia Selatan.”

Menurut AS, saluran ini beroperasi di bawah “kesepakatan” antara al Qaeda dan pemerintah Iran. Pada tahun-tahun sejak pemerintahan Obama pertama kali mengekspos “kesepakatan rahasia” ini, pemerintah AS telah mengungkapkan rincian tambahan tentang pemimpin al Qaeda lainnya yang beroperasi di Iran, termasuk tokoh “generasi baru” yang dipersiapkan untuk menggantikan rekan-rekan mereka yang gugur.

Hamza bin Laden, pewaris ideologis dan biologis Osama, telah menjadi sosok yang disegani dalam barisan Al Qaeda secara global. Kelompok Al Qaeda memang sering “memasarkan” nama bin Laden, tetapi ini bukan hanya soal merk belaka. Ada bukti bahwa junior bin Laden memainkan peran kepemimpinan dalam organisasi. Dia juga telah beroperasi di luar Iran.

Al Qaeda terus memiliki pengaruh yang signifikan di Afghanistan dan Pakistan, dan beberapa pemimpin senior mereka beroperasi di kedua negara tersebut.

Salah satu alasan utama kelompok itu telah mampu mengatasi badai kontraterorisme yang dipimpin Amerika di Asia Selatan adalah hubungannya dengan Taliban. Ini mungkin aspek yang paling diremehkan dari operasi al-Qaeda. Mengikuti jejak bin Laden, Zawahiri telah bersumpah setia kepada pemimpin Taliban secara total, yaitu kepada seorang ideolog yang dikenal sebagai Hibatullah Akhundzada. Dan tujuan utama Al-Qaeda di Asia Selatan adalah untuk membangkitkan kembali Imarah Islam Taliban di Afghanistan, yang menurut Zawahiri adalah “inti” dari khalifah jihadis baru.

Meskipun ada hubungan yang agak canggung, cabang-cabang regional Al Qaeda akhirnya berutang kesetiaan mereka kepada Akhundzada juga. Setiap cabang regional dipimpin oleh seorang amir yang telah bersumpah setia kepada Zawahiri. Kesetiaan mereka secara teknis melewati Zawahiri hingga sampai ke Akhundzada sendiri. Meskipun ada sedikit bukti bahwa hierarki Taliban memainkan peran dalam mengelola keberadaan Al Qaeda di luar Asia Selatan, tetapi Al Qaeda membuat skema yang menghubungkan Afghanistan dengan berbagai konflik di seluruh dunia, ketika orang-orang Zawahiri berusaha membangun imarah Islam di beberapa negara.

 

Baca halaman selanjutnya: Al Qaeda di Sub-Benua India (AQIS)