Taliban: Perjanjian Amerika-Afghanistan yang Menindas Rakyat Harus Dihapus

Taliban melalui situs resminya mengungkapkan bahwa The Bilateral Security Agreement (BSA), Perjanjian Keamanan Bilateral,  yang ditandatangani antara Amerika Serikat dan pemerintahan Kabul adalah dokumen eksploitatif dan menindas yang digunakan Amerika sebagai dasar atas kejahatan dan kehadiran militernya.  Menurut Taliban perjanjian ini ilegal, tidak dapat dibenarkan dan sepihak.

“Rezim Ghani tidak dapat mewakili kemauan politik rakyat Afghanistan. Perjanjian itu dibuat dengan tanda tangan Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan semuanya dikendalikan oleh penjajah asing,” ungkap Taliban.

“Perjanjian keamanan dengan Amerika tidak rasional dan tidak sesuai dengan Syariah serta bertentangan dengan prinsip-prinsip yang diakui secara internasional. Perjanjian ini adalah penyebab di balik penderitaan, tragedi dan kesengsaraan bangsa Afghanistan. Dengan dokumen ini pasukan asing telah merebut tanah dan wilayah udara Afghanistan, membangun pangkalan militer dan jaringan intelijen serta menimbulkan korban jiwa dan material rakyat Afghan melalui operasi ilegal, penggerebekan dan kampanye pemboman setiap hari,” lanjut Taliban dalam situsnya.

Baca juga:

Perjanjian tersebut merupakan dasar diperbolehkannya Amerika datang ke Afghanistan. Taliban menegaskan bahwa perjanjian itulah yang menyebabkan penjajah merasa aman. “Jumlah kejahatan perang yang dilakukan berdasarkan perjanjian keamanan ini telah menyebabkan orang-orang yang berkampanye untuk itu beberapa tahun sebelumnya, saat ini menyesali tindakan mereka. Sama seperti penghentian pendudukan adalah keinginan seluruh bangsa Muslim Afghanistan, mencabut perjanjian yang meletakkan dasar untuk pendudukan ini juga merupakan permintaan inti yang didukung oleh setiap orang beriman dan setiap orang yang mencintai kebebasan dan mencintai Afghanistan.”

Taliban juga menolak jika perjanjian ini hanya diamandemen. Pihaknya meminta agar perjanjian tersebut dihapus, bukan diamandemen atau diubah.

“Untuk mendistorsi permintaan Imarah Islam Afghanistan ini, beberapa kalangan telah meningkatkan suara mereka untuk mendukung amandemen perjanjian yang eksploitatif dan menindas ini, bukannya pembatalan sepenuhnya. Harus dibuat sangat jelas bahwa perjanjian yang didirikan pada pondasi yang ilegal dan ditenun dengan benang penindasan, arogansi dan melanggar hukum tidak memiliki status yang jelas, adalah penindasan atas penindasan dan tidak sah secara hukum,” ungkap Taliban.

Baca juga:

Imarah Islam Afghanistan sepenuhnya mendukung tuntutan bangsa Afghanista, bahwa pendudukan dan perjanjian yang menindas dan melanggar hukum di bawah bayang-bayang pendudukan tidak sah dan harus segera dihapus. Mereka yang ingin untuk mengubah perjanjian berusaha untuk sekali lagi menyesatkan publik dengan memberi jalan bagi para penjajah untuk melakukan kejahatan selama beberapa tahun lagi.

“Mereka harus memahami bahwa mereka akan bertanggung jawab di hadapan Allah karena (dengan menyetujuinya berarti) mereka juga terlibat dalam semua kejahatan para penjajah dan berserikat dengan penjajah.”

Pengalaman selama beberapa tahun terakhir telah membuktikan bahwa pendudukan di bawah bayang-bayang perjanjian keamanan tidak membawa kebaikan apapun bagi rakyat dan negara Afghanistan kecuali kehancuran, kesengsaraan dan tragedi kemanusiaan.

“Bangsa ini tidak memiliki selera untuk mengulang eksperimen semacam itu dan ingin mengakhiri pendudukan. Jika ada yang memahami penderitaan bangsa yang tertindas, maka mereka harus benar-benar memahami kemudian mendukung tuntutan dari Imarah Islam,” pungkas Taliban.

 

 

Sumber: alemarah

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *