Taliban Beberkan Bukti: Amerika Lakukan Genosida di Afghanistan

Taliban mengeluarkan pernyataan resmi tentang tindakan genosida yang dilakukan oleh Amerika dan pemerintahan Afghanistan terhadap rakyat sipil. Tindakan tersebut menurut Taliban jelas-jelas tidak dapat diterima dalam tatanan dunia Internasional.

BErikut terjemahan lengkap pernyataan Imarah Islam Afghaistan atau yang lebih dikenal dengan sebutan Taliban Afghanistan:

Melalui pernyataan ini kami ingin mengingatkan semua orang di Afghanistan dan di seluruh dunia.

Kami menyerukan kepada semua orang di seluruh dunia, di mana umat manusia masih memegang nilai dan hak hidup setiap manusia diakui secara hukum.

Pada semua organisasi dibentuk untuk melindungi kehidupan manusia dan hak asasi manusia serta setiap kelompok individu, politik, sosial, hukum dan media yang manusiawi. Dan setiap orang yang mempunyai perasaan dan kasih sayang di seluruh dunia; kami minta perhatian Anda dalam masalah penting ini.

Baca juga:

mungkin banyak orang telah mendengar dari media tentang pendudukan Afghanistan oleh pasukan AS dan perang tujuh belas tahun. Dan mungkin setiap peristiwa di negara ini telah menjadi peristiwa normal dan biasa bagi Anda. Namun, sesuatu yang sangat baru di antara peristiwa-peristiwa biasa ini adalah bahwa pasukan Amerika yang dipersenjatai dengan semua jenis senjata dan tentara Afganistan yang beroperasi di bawah komando mereka baru-baru ini melancarkan kampanye sistematis genosida terhadap rakyat Afghanistan di bagian-bagian terpencil Afghanistan untuk alasan yang tidak diketahui.

Pernyataan kami ini bukan untuk keuntungan politik ataupun propaganda, tetapi masalah yang dihadapi adalah tentang menjaga kehidupan rakyat Afghanistan dan menghentikan genosida yang terus berlangsung.

Akhir-akhir ini operasi militer yang dilakukan oleh pasukan AS di daerah-daerah terpencil di Afghanistan tidak diragukan lagi merupakan kampanye pembunuhan yang disengaja dan sistematis terhadap warga sipil. Desa-desa dan rumah-rumah sipil dibom tanpa alasan apapun, rumah-rumah diserbu di tengah malam, orang-orang dibunuh secara massal dan semua barang berharga mereka dirampok.

Mengutip laporan UNAMA yang diterbitkan di Kabul pada tanggal 25 September yang menyatakan bahwa telah terjadi peningkatan 52% korban sipil akibat serangan udara Amerika. Kami  ingin memberi sedikit tambahan data dan fakta tentang kejahatan yang dilakukan oleh pasukan Amerika dan pasukan Afghanistan di bawah komando mereka selama seminggu terakhir di berbagai bagian Afghanistan:

1 – Pada tanggal 16 September, Arbakis (milisi) menghujani rumah-rumah penduduk di daerah Syed Khel distrik Wor Mamy, provinsi Paktika dengan mortir yang mengakibatkan meninggalnya 8 orang dalam satu keluarga termasuk wanita dan anak-anak.

2 – Pada tanggal 17 September, para penyerbu Amerika dan pasukan domestik membunuh 16 warga sipil dalam serangan di daerah Wadesar di distrik Khogyani, provinsi Nangarhar.

3 – Pada tanggal 17 September, para penyerbu Amerika dan pasukan domestik menewaskan 7 warga sipil selama serangan di daerah Kotwalo, Tarinkot, provinsi Uruzgan.

4 – Pada 18 September, tembakan mortir oleh pasukan domestik di daerah Pie Nawa, Tarinkot, provinsi Uruzgan, mengakibatkan 6 anak perempuan meninggal dan melukai 2 anak.

5 – Pada tanggal 19 September, penjajah Amerika dan pasukan domestik meledakkan gerbang, menjarah barang-barang berharga dan membunuh 10 warga sipil selama serangan di daerah Petlaw di distrik Sherzad, provinsi Nangarhar.

6 – Pada tanggal 20 September, serangan udara oleh pasukan asing di desa Noorzi di distrik Tsamkani, provinsi Paktia, mengakibatkan 4 warga sipil terbunuh dan 14 anak-anak menderita luka-luka.

7 – Pada tanggal 20 September, para penyerbu Amerika dan pasukan domestik membunuh 19 warga sipil dalam serangan di rumah-rumah sipil di daerah Surkh Aab di distrik Sherzad, provinsi Nangarhar.

8 – Pada tanggal 22 September, rumah-rumah sipil diserbu di daerah Badrab distrik Tagab, provinsi Kapisa, di mana gerbang diledakkan, penduduk desa dipukuli dan dipaksa keluar dari rumah mereka setelah serangan udara dilakukan yang mengakibatkan 13 warga sipil terbunuh termasuk wanita dan anak-anak dan 3 orang lainnya cedera.

9 – Pada tanggal 23 September, para penyerbu Amerika dan pasukan domestik menyerbu rumah-rumah penduduk di desa Mullah Hafiz di distrik Jaghatu, provinsi Maidan Wardak, sebelum melakukan serangan udara yang benar-benar menghancurkan rumah seorang penduduk bernama Masehullah, yang mengakibatkan meninggalnya 12 warga sipil termasuk wanita dan anak-anak di satu tempat, sementara 2 orang tua bernama Haji Abdul Haleem dan Miraj terbunuh ketika mereka mencoba untuk mengevakuasi mayat dari bawah reruntuhan.

Beberapa contoh di atas menunjukkan kebiadaban penjajah Amerika selama satu minggu. Dan kejahatan yang terus berlanjut benar-benar merupakan tragedi besar bagi rakyat Afghanistan, tetapi sangat penting bagi kelompok-kelompok internasional dan organisasi independen untuk memahami tanggung jawab mereka di saat-saat kritis seperti itu.

Bahkan lebih disesalkan lagi bahwa kejahatan perang yang sedang berlangsung tidak diberitakan dengan baik oleh saluran media domestik atau internasional karena tekanan Amerika.

Kami menuntut bahwa perilaku tak bermoral terhadap kehidupan manusia ditangani tanpa pertimbangan politik dan protes-protes harus disuarakan untuk menentangnya.

Jika oposisi tidak bersuara terhadap pembunuhan sistematis warga sipil oleh Amerika dan praktek seperti itu tidak diakhiri, maka ini akan dianggap sebagai contoh lain dari pengkhianatan dan pelanggaran terhadap kemanusiaan dalam sejarah kontemporer yang selamanya akan menjadi tanda hitam pada dahi hati nurani manusia saat ini.

Mari kita tuntut mereka atas tumpahnya darah tak berdosa rakyat Afghanistan.

 

Imarah Islam Afghanistan

16/01/1440 H – 26 September 2018 267

 

Sumber:  alemarah