IIA: Konferensi Ulama yang Diprakarsai AS Hanya untuk Mendeligitimasi Jihad

Pernyataan Imarah Islam Afghanistan (IIA) tentang Konferensi Ulama yang diprakarsai AS di Islamabad dan Kabul

Setelah kekalahan militer dan penghinaan terhadap penjajah Amerika di Afghanistan, mereka saat ini mencoba untuk menutupi kegagalan mereka melalui berbagai jalur dan berusaha untuk mencapai sukses di Afghanistan melalui strategi non-militer.

Oleh karena itu, Central Intelligence Agency (CIA) menyerahkan rencana ke Gedung Putih yang menekankan perlunya menggunakan para ulama untuk melawan Jihad Afghanistan yang sedang berlangsung, untuk mengeluarkan fatwa anti-Jihad, mengatur drama perdamaian, mempublikasikan laporan yang dibuat tentang negosiasi dan mengalihkan perhatian publik jauh dari kegagalan militer mereka.

Masalah ini ditekankan oleh mantan Jenderal Amerika di Afghanistan John Nicholson yang mengatakan bahwa mereka akan memberikan tekanan agama pada Taliban. Dan Menteri Pertahanan AS juga menjelaskan minggu lalu bahwa menggunakan ulama melawan Imarah Islam dan mencapai fatwa anti-Jihad adalah bagian inti dari misinya.

Konferensi yang mengatas namakan Ulama diadakan di dalam dan di luar negeri untuk tujuan ini.

Baca juga:

Saat ini upaya telah diluncurkan untuk mengadakan konferensi lagi yang mengatasnamakan Ulama Pakistan dan Afghanistan di Islamabad dan Kabul.

Imarah Islam sekali lagi meminta semua ulama yang tulus dan independen di Afghanistan dan Pakistan untuk memboikot konferensi tersebut dan tidak menjadi korban strategi Amerika dan plot intelijen. Jangan memberikan makna dan konsep baru pada Jihad Afghanistan yang telah berlangsung selama 17 tahun. Jangan sampai memberikan dukungan tidak langsung untuk pendudukan Amerika.

Kami memahami bahwa para ulama sejati tidak akan pernah bertindak seperti itu, karena mereka telah mendukung Jihad selama 17 tahun terakhir dan sepatutnya melaksanakan tugas mereka. Kami mendesak para ulama agar tidak terus menjadi sasaran konspirasi dan menjadi kepanjangan tangan Mujahidin, martir, anak yatim, janda dan seluruh orang Afghan yang tertindas. Pengorbanan besar telah disajikan selama Jihad yang sedang berlangsung dan orang-orang Amerika berada di ambang kekalahan. Maka segala bentuk dukungan kepada mereka atau penciptaan rintangan untuk kemenangan Jihad suci adalah kejahatan yang tidak dapat dimaafkan di mana (Allah melarang) ulama sejati untuk tersandera dan harus tetap waspada secara serius.

Konferensi Kabul dan Saudi menjadi bukti yang kuat bahwa tidak ada yang berkonsultasi dengan ulama maupun mereka tidak pernah meminta pendapat agama tetapi kehadiran mereka disalahgunakan dan pernyataan yang disiapkan sebelumnya oleh Dewan Perdamaian Tinggi pemerintahan Kabul diucapkan sebagai fatwa melalui media. Oleh karena itu, para ulama yang mulia harus memahami tanggung jawab agama mereka dan menghindari menjadi korban persekongkolan.

Wasalam.

Imarah Islam Afghanistan

Sumber:  alemarah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *