Dibrondong Tembakan Israel, 49 Warga Pelestina Terluka Parah

Setidaknya 49 warga Palestina terluka ketika Angkatan Laut Israel menembaki 20 kapal Palestina. Orang-orang dari Jalur Gaza utara itu berusaha menerobos kepungan Israel atas daerah kantong pantai tersebut.

Orang-orang terluka oleh tembakan dan bom gas, kata Kementerian Kesehatan Palestina dalam sebuah pernyataan. Sepuluh orang yang terluka telah dipindahkan ke rumah sakit untuk perawatan, tambah kementerian itu.

Saksi mata mengatakan kepada Anadolu Agency (AA) bahwa serangan tersebut juga mencederai Atiyyeh Hijazi, seorang wartawan yang bekerja untuk saluran televisi Al-Alam Iran. Angkatan Laut Israel menembaki kapal mereka setelah mencapai perbatasan maritim Gaza.

Upaya serupa juga pernah dilakukan oleh para aktivis untuk menantang blokade laut Israel di Gaza. Insiden yang paling serius adalah insiden Mavi Marmara yang terkenal pada tanggal 31 Mei 2010, di mana sembilan aktivis Turki dibunuh oleh pasukan Israel.

Mereka dibunuh di perairan internasional ketika mencoba memecahkan pengepungan. Aktivis Turki lainnya meninggal hampir empat tahun kemudian.

Sejak tahun 2007, Jalur Gaza menderita di bawah blokade Israel dan Mesir. Blokade tersebut melumpuhkan perekonomian Gaza dan merampas sekitar 2 juta penduduk dari banyak komoditas vital, termasuk makanan, bahan bakar dan obat-obatan.

Di daerah yang diembargo lama, situasi kemanusiaan terus memburuk dari hari ke hari. Wilayah kantong Palestina yang diblokade itu porak poranda pada bulan Juli dan Agustus 2014 akibat serangan Israel ke Gaza yang dijaga Hamas. Serangan keji itu  yang menewaskan lebih dari 2.200 orang Palestina dan 73 orang di pihak Israel.

Serangan tersebut memperparah blokade Israel yang telah berjalan satu dekade.

Sejak unjukrasa di pagar keamanan pertama kali dimulai pada 30 Maret, lebih dari 130 demonstran Palestina telah tewas dan ribuan lainnya terluka oleh tembakan tentara Israel.

Para pengunjuk rasa menuntut “hak untuk kembali” ke rumah-rumah dan desa-desa mereka di Palestina sesuai fakta sejarah dimana mereka didorong pada tahun 1948 untuk memberi jalan bagi negara baru Israel. Mereka juga menuntut diakhirinya blokade 11 tahun Israel atas Jalur Gaza, yang telah memusnahkan perekonomian masyarakat pesisir dan mencabut warga Gaza dari kebutuhan dasar mereka.

 

Sumber: dailysabah