Mengapa Amerika dan Anteknya Terus Membantai Warga Sipil?

Manurut data Taliban, tentara Amerika dan pasukan pemerintah Afghanistan telah membantai lebih dari 100 warga sipil yang tidak bersalah termasuk wanita, anak-anak dan orang tua serta ratusan lainnya yang terluka selama bulan lalu (September 2018) dalam serangan mereka di seluruh Afghanistan.

Di antara kekejaman mereka adalah pemboman upacara pernikahan di provinsi Kapisa dan serangan malam di distrik Jaghatu di provinsi Maidan Wardak di mana total 32 warga desa yang tidak berdosa menjadi korban kebiadaban penjajah dan anteknya.

Penjajah Amerika dan antek mereka telah melakukan penggerebekan malam dan pemboman sembarangan di siang hari di Nangarhar, Laghman, Paktia, Uruzgan, Maidan Wardak, Zabul, Farah dan daerah lain. Meskipun rincian kejahatan ini tidak dapat ditemukan pada saluran media umum, tetapi outlet independen telah mencatat kebiadaban ini, gambar dan videonya masih tersedia secara online.

Dalam semua kasus ini 99% dari korban adalah warga sipil yang tidak bersalah yang menjadi sasaran yang disengaja sementara jumlah korban Mujahidin mendekati nol.

Ada beberapa alasan yang mungkin menjadi alasan mengapa mereka melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan yang tidak dapat diampuni dan tidak pandang bulu. Yang paling menonjol adalah bahwa para penjajah dan tentara antek lokal mereka telah menghadapi kekalahan terus menerus, korban yang tak terhitung jumlahnya, perselisihan internal. Ditambah lagi kemenangan Mujahidin baru-baru ini telah mengubah musuh menjadi hewan buas yang mengotori semua orang di jalan yang dilaluinya bahkan tanpa mempertimbangkan target.

Pasukan penjajah kini telah sampai pada kesimpulan bahwa warga sipil biasa sebagai musuhnya. Mereka menganggap semua orang sebagai Mujahid dan Taliban karena itu mereka secara sepihak menargetkan warga sipil karena mereka tidak dapat menghadapi Mujahidin di medan perang sehingga mereka membabi-buta melakukan kejahatan seperti itu.

Menteri pertahanan rezim Kabul sendiri mengakui pembunuhan 500 personil ANA dan melukai 700 lainnya selama bulan lalu. Korban ANP, Arbakis dan milisi lainnya serta mereka yang melarikan diri berjumlah ribuan. Ini membuktikan bahwa penjajah dan anteknya sangat menyadari penurunan personil tempur mereka.

Mitra koalisi internasional yang tidak ingin mengirimkan pasukan mereka ke medan perang melawan Mujahidin telah meninggalkan Amerika sendirian di medan perang.

Karena itu, penjajah Amerika dan rezim boneka Kabul telah berubah menjadi brutal; mereka melakukan kejahatan terhadap warga sipil yang tidak berdaya dan melanggar hak asasi manusia. Pengeboman terhadap fasilitas dan bangunan sipil, madrasah, masjid, dan pembunuhan warga sipil yang tidak bersalah kini menjadi hobi mereka.

Kekejaman musuh gabungan ini menunjukkan bahwa mereka telah gagal sepenuhnya dalam menghadapi serangan Mujahidin. Sekarang mereka ingin membalas dendam atas kekalahan mereka dengan kebrutalan terhadap warga sipil yang tak berdaya dan itu adalah kejahatan terhadap kemanusiaan yang tak termaafkan.

 

 

Sumber:  alemarah

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *