Setiap Tiga Jam, Satu Warga Sipil Yaman Tewas Terbunuh

Kelompok bantuan internasional Oxfam telah mengeluarkan peringatan pada hari Jumat (26/10) bahwa jumlah kematian warga sipil di Yaman melonjak sejak Agustus. Dalam kurun waktu itu, mereka memperkirakan bahwa setiap 3 jam sekali seorang sipil terbunuh akibat perang atau kelaparan. 

Korban biasanya terjebak dalam baku tembak saat bentrokan meletus. Sebagian besar lainnya adalah korban serangan udara Saudi. 

Beragumen dengan alasan tersebut, Oxfam mendesak dunia, khususnya AS dan Inggris, untuk menghentikan penjualan senjata ke Saudi. 

Mereka mengatakan bahwa tindakan ini diperlukan karena Saudi mengabaikan kehidupan sipil.

Selain sekitar 575 warga sipil yang tewas dengan cara ini dari awal Agustus hingga pertengahan Oktober, Oxfam memperingatkan bahwa banyak warga sipil Yaman yang mati kelaparan dan penyakit. 

Kelaparan dan penyakit menjadi masalah besar karena blokade angkatan laut yang dipimpin Saudi.

Yaman hampir tidak memiliki lahan yang subur, dan harus mengimpor sekitar 90% dari makanannya di masa damai.

Selama perang, ini berarti sebagian besar makanan dan obat-obatan hanya pergi ke pelabuhan yang dikuasai Saudi.

Pelabuhan bantuan juga ikut diserang oleh Saudi, dan rute keluar dari kota ke seluruh Yaman utara hampir tidak bisa dilalui.

 

Sumber: antiwar

Tags:,
No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *