Rekor, Enam Hari Pertama Nopember Imarah Kuasai Empat Basis Militer

Taliban menyerbu satu lagi pangkalan militer Afghanistan, kali ini di provinsi barat Farah dekat perbatasan dengan Iran. Semua personil militer kecuali tiga polisi perbatasan yang menjaga pos terdepan dibunuh atau ditangkap, menurut laporan.

Farah adalah pangkalan militer keempat yang jatuh ke tangan Taliban hanya dalam enam hari pertama bulan November.

Basis militer di perbatasan dijaga sekitar 50 personel dan merupakan pangkalan paling lengkap di provinsi tersebut. 

Pejabat lokal dari provinsi Farah mengatakan bahwa 20 polisi tewas dan 30 lainnya ditangkap, sementara hanya tiga yang berhasil melarikan diri. Taliban menyita sejumlah besar logistik perang.

Baca juga:

Dalam pernyataan yang dirilis di Voice of Jihad, Taliban mengkonfirmasi pasukannya menyerang pangkalan itu dan mengklaim bahwa mereka menewaskan 30 polisi dan menangkap 20 lagi.

Taliban telah menemui sedikit perlawanan ketika menargetkan pos-pos militer yang signifikan. 

Sebelumnya, Taliban menghancurkan satu pos militer gabungan yang baru didirikan di provinsi Ghazni, dan menewaskan 13 personel keamanan dalam serangan itu.

Selama akhir pekan, Taliban juga menguasai basis militer di ibukota provinsi Uruzgan, tepatnya di Faryab.

Taliban tanpa henti menyerang personel keamanan Afghanistan di seluruh negeri; serangannya tidak terdegradasi ke satu area atau wilayah. Serangan-serangan ini memiliki dampak yang signifikan terhadap moral pasukan keamanan Afghanistan yang didukung militer penjajah asing tersebut.

Menurut laporan terbaru oleh Special Investigator General for Afghan Reconstruction (SIGAR), “ANDSF [Pasukan Pertahanan Keamanan Nasional Afghanistan] kekuatan kuartal ini adalah yang terendah pada kuartal ketiga tahun ini sejak 2012.”

“Kekuatan ANDSF menurun 1.914 personil sejak kuartal terakhir dan turun lagi 8.827 personil sejak periode yang sama tahun lalu,” SIGAR mencatat.

Baca juga:

Penurunan kekuatan ANDSF dikaitkan dengan beberapa faktor: korban, kegagalan untuk reenlist, dan pembelotan. Namun, sebagian besar korban yang terjadi antara 1 Mei dan 1 Oktober 2018 merupakan dampak dari operasi pos pemeriksaan (52%) atau patroli (35%) oleh Taliban. Tren menunjukkan bahwa jumlah korban pos pemeriksaan meningkat sementara jumlah korban patroli menurun, “kata militer kepada SIGAR.”

Ini berarti bahwa pasukan keamanan Afghanistan mulai bertahan di pangkalan mereka dan mengurangi jumlah operasi ofensif.

Taliban menanggapi dengan melakukan perlawanan ke pasukan Afghanistan di pangkalan dan pos terdepan, dan menimbulkan korban tinggi di ANDSF. Hal ini, pada gilirannya, menyebabkan penurunan jumlah personil ANDSF pada saat mereka paling dibutuhkan.

 

Sumber: longwarjournal