Imarah: Pemilu, Alat Ampuh Amerika Tipu Rakyat Afghanistan

Pemilu telah digunakan untuk mengalihkan perhatian Publik atas Penjajahan Barat dan Kebobrokan Sekutu Lokalnya

Drama untuk menipu rakyat dengan pemilihan parlemen sedang dimainkan oleh antek penjajah dengan dukungan para penjajah. Para kandidat memberi harapan palsu pada rakyat. Buktinya tidak ada program untuk mengusir penjajah yang tertulis di poster calon mana pun.

Faktanya masalah terbesar yang dihadapi rakyat Afghanistan saat ini adalah penjajahan Barat yang mengakibatkan malapetaka dan penderitaan yang berkepanjangan.

Sementara Pemilu dilakukan dalam kondisi dimana wilayah darat dan udara negara berada di bawah kendali para penjajah. Pemerintahan Kabul bahkan tidak tahu berapa jumlah pesawat yang ada pada waktu tertentu, kapan memasuki perbatasan negara dan berapa banyak yang tersisa.

Baca juga:

Pemerintahan boneka juga tidak tahu berapa banyak senjata yang telah dibeli dan di provinsi mana senjata tersebut dikirim. Dalam keadaan seperti ini, tidak ada gunanya mendukung pemilu.

Imarah Islam telah mengumumkan boikot terhadap pemilihan palsu ini. Kami juga menghimbau kepada semua rakyat untuk menjauhkan diri dari jebakan Amerika ini. Para kandidat juga tidak diizinkan untuk melakukan kampanye pemilihan.

Seperti halnya berjihad melawan serangan militer musuh adalah kewajiban dalam agama Islam, menghadapi setiap jenis skema politik dan intelijen musuh, untuk menggagalkannya dan membuat rakyat Muslim sadar akan rencana jahat musuh, juga merupakan kewajiban dan tindakan jihad yang penting.

Imarah Islam juga telah merilis beberapa pernyataan yang mengingatkan bahwa program pemilu bukan untuk kepentingan Islam atau rakyat Afganistan.

Pemilu hanyalah skema yang dibuat oleh kekuatan penjajah untuk memperluas pendudukan tidak sah mereka dan membohongi rakyat. Dan hasil akhir dari pemilihan palsu ini sesuai sekenario penjajah Barat.

Atas dasar inilah, setiap Muslim dan rakyat Afghanistan bertanggung jawab untuk berusaha sekuat tenaga untuk menggagalkan sekenario jahat para penjajah ini, sehingga agresor akan kecewa, tidak berdaya dan segera meninggalkan negeri Afghanistan.

Melalui sekenaro jahat Pemilihan parlemen, para penjajah berusaha mengalihkan perhatian rakyat dari penindasan dan penjajahan mereka di Afghanistan.  Para penjajah terus mencoba untuk mengeksploitasi rakyat melalui pemilihan dan rencana jahat lainnya untuk mempertahankan pendudukan Afghanistan.

 

 

Sumber: alemarah 

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *