Imarah Pukul Mundur Pasukan Khusus Afghanistan di Distrik Teraman

Dengan serangkaian kejadian serupa (kekalahan menghadapi Taliban) Pasukan Afghanistan Bentukan Barat dikawatirkan diambang keruntuhan

 

Akhir Pekan lalu, Taliban melancarkan serangan ke distrik Jaghuri di provinsi Ghazni, Afghanistan timur yang diperebutkan. Laporan-laporan pers Afghanistan meremehkan kejadian di Jaghuri, yang dianggap sebagai distrik pedesaan paling aman di seluruh negeri karena alasan demografi dan geografi.

Namun, wartawan dari New York Times yang berada di tempat kejadian melihat fakta yang jauh berbeda dari apa yang dilaporkan pers Afghanistan: sebuah satuan komando, Pasukan Khusus Afghanistan yang dikirim untuk memperkuat pertahanan di distrik tersebut diserang. Sementara itu pasukan keamanan dan para pejabat pemerintah lokal berusaha melarikan diri dari tempat kejadian saat pasukan Taliban datang.

Seperti dicatat The New York Times , Jaghuri, yang dianggap sebagai “Afghanistan Shangri-La,” selama ini aman dari serangan Taliban, meskipun distrik tersebut berada di provinsi Ghazni, yang telah menjadi pusat aktivitas Taliban . Populasi Jaghuri yang berjumlah 600.000 orang didominasi kelompok Hazara yang menentang Taliban. Sebelunya, Taliban telah mengisolasi distrik terpencil tersebut dengan memblokir jalan, tetapi tidak menyerangnya.

Kondisi sekarang

Pekan lalu, pejuang Taliban (lebih dari 1.000 orang, menurut Times) melakukan serangan ke Jaghuri dan juga menyerang distrik lain di Ghazni. Laporan-laporan dari Ghazni, misalnya dari Khaama Press pada 7 November, membeo sumber resmi pemerintah Afghanistan bahwa Taliban berhasil diusir dari distrik ketika bala bantuan militer tiba. TOLONews juga memberitakan hal yang sama pada 7 November, ketika mengutip juru bicara kementerian dalam negeri Najib Danish.

“Peralatan yang cukup telah tiba melalui udara untuk pasukan kami dan pasukan cadangan telah dikerahkan di sana. Situasi berada di bawah kendali kami, tetapi bentrokan masih berlangsung, ”kata Danish kepada pers.

Namun, seperti yang dilaporkan Times, pada 11 November, situasi di Jaghuri kacau. Pasukan keamanan semuanya tumbang. Bahkan pasukan Komando, Pasukan Khusus Angkatan Darat Afghanistan yang dikirim ke Jaghuri untuk membantu pasukan lokal yang mengamankan distrik itu, tidak berdaya menghadapi pasukan Taliban. Dari 50 anggota Komando pasukan Khusus, 30 tewas dan 10 lainnya luka-luka.

Komandan milisi Hazara terbunuh dan tiga putranya hilang. Pejabat lokal Afghanistan memohon pada pemerintah Kabul untuk mengirim bala bantuan, tetapi tidak ada yang datang, meskipun ada janji. Seorang pejabat dari Kementerian Dalam Negeri meremehkan kematian pasukan komando, dan mengklaim mereka adalah milisi lokal, meskipun faktanya, tubuh para prajurit yang bergelimpangan di depannya mengenakan seragam komando.

Pada 11 November, para pejabat rezim Afghanistan dan semua orang yang dapat meninggalkan distrik berusaha untuk melakukannya. Taliban dikatakan hanya berjarak beberapa kilometer dari pusat distrik, di mana pasukan keamanan yang tersisa dan milisi bersembunyi.

 

Baca halaman selanjutnya: Pasukan Afghanistan berada di ambang kehancuran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *