UNICEF: 8,6 Juta Anak-Anak Yaman tak Memiliki Akses ke Air Bersih

People stand on the rubble of an electronics warehouse store after a Saudi-led air strike destroyed it in Yemen’s capital Sanaa February 14, 2016. REUTERS/Khaled Abdullah – RTX26U98

UNICEF: Sekitar 8,6 juta anak-anak Yaman saat ini tidak memiliki akses ke air minum.

 

Berbicara melalui Twitter, UNICEF memperingatkan bahwa kurangnya akses ke air bersih dan layanan kesehatan kronis membuat anak-anak Yaman berisiko terserang kolera, penyakit menular (yang mematikan) dan bakteri.

Menurut angka PBB, sekitar 85.000 anak-anak Yaman yang berusia kurang dari lima tahun telah meninggal karena kekurangan gizi sejak konflik di Yaman bermula pada 2015.

Menurut data PBB, ketika konflik memasuki tahun keempat, sekitar 14 juta orang di Yaman – kira-kira setengah dari total penduduk negara itu – beresiko kelaparan.

Sekitar 85.000 anak-anak di bawah usia lima tahun mungkin telah meninggal karena kekurangan gizi akut selama tiga tahun terakhir uangkap Save The children yang berbasis di Inggris.

“Jumlah ini setara dengan seluruh populasi balita di kota Birmingham terbesar kedua di Inggris,” Save the Children menambahkan.

Bulan lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa sekitar 14 juta warga Yaman berada di ambang kelaparan.

Organisasi bantuan itu mencatat bahwa angka-angka tentang tingkat kematian untuk kasus kekurangan gizi akut pada anak-anak balita didasarkan pada data yang dikumpulkan sebelumnya oleh PBB.

Meningkatnya harga pangan dan devaluasi mata uang negara itu, sebagai akibat dari perang, menempatkan lebih banyak keluarga pada risiko kerawanan pangan.

“Kami terperangah, ada sekitar 85.000 anak-anak di Yaman mungkin telah mati karena kelaparan ekstrim sejak perang dimulai,” kata direktur Save the Children untuk Yaman, Tamer Kirolos.

Tamer melanjutkan “Untuk setiap anak yang dibunuh oleh bom dan peluru atau mati karena lapar, semua itu sepenuhnya dapat dicegah. “

“Dalam beberapa minggu terakhir telah ada ratusan serangan udara di sekitar Hodeidah Yaman, membahayakan kehidupan sekitar 150.000 anak-anak yang masih terperangkap di kota,” Kirolos menunjukkan, menyerukan untuk segera mengakhiri pertempuran sehingga tidak ada lagi warga yang terjebak.

Dia mencatat bahwa organisasi itu telah menyediakan makanan untuk 140.000 anak dan telah merawat lebih dari 78.000 anak-anak karena kekurangan gizi sejak awal krisis. “Meskipun ada tantangan, kami menyelamatkan nyawa setiap hari.”

Hodeidah – yang menghadap Laut Merah – termasuk pelabuhan yang dianggap sebagai sumber utama impor makanan dan bantuan kemanusiaan penting. Organisasi bantuan internasional mengatakan bahwa setiap serangan terhadap kota “dapat mengganggu operasinya dan menempatkan lebih banyak warga sipil dalam bahaya.”

Yaman yang miskin tetap dalam keadaan perang sipil sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibukota Sana’a.

Pada 2015, Arab Saudi dan sekutu Arabnya meluncurkan serangan udara besar-besaran yang bertujuan untuk membalikkan keuntungan militer Houthi dan menopang pemerintah Yaman yang diperangi. Dalam beberapa pekan terakhir, tekanan internasional telah meningkat pada pihak yang bertikai di Yaman untuk mengakhiri perang.

Menurut data PBB, lebih dari 10.000 orang telah tewas dalam perang, sementara lebih dari 11 persen penduduk negara itu mengungsi.

 

Sumber: MEMO

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *