Analisis LWJ: Amerika Terlalu Meremehkan Taliban

Sekali lagi, militer AS telah terlalu meremehkan ukuran dan kemampuan Taliban, meskipun AS telah memerangi kelompok itu secara langsung selama 17 tahun terakhir. Dalam laporan kuartal terbaru, US Forces – Afghanistan (USFOR-A) memperkirakan kekuatan Taliban sekitar antara 28.000 dan 40.000 pejuang.

Jumlah itu harus digandakan, setidaknya, karena perkiraan USFOR-A sangat tidak realistis mengingat tingkat dan intensitas pertempuran di Afghanistan, serta jumlah korban jiwa di pihak Taliban yang diklaim oleh pasukan keamanan Afghanistan.

Perkiraan terbaru kekuatan Taliban ini diungkapkan dalam laporan kuartal dari Inspektur Jenderal urusan Afghanistan, di bawah Departemen Pertahanan, yang meliputi masa bulan Juli hingga September 2018. USFOR-A memperkirakan Taliban memiliki 30.000 hingga 35.000 pejuang, dan “Jaringan Taliban Haqqani” memiliki 3.000 hingga 5.000 pasukan.

Baca juga:

Sebagaimana dicatat oleh Long War Journal, selama lebih dari satu dekade, perbedaan antara Taliban dan Jaringan Haqqani adalah tak ada. Sirajuddin Haqqani, pemimpin Jaringan Haqqani, telah menjadi wakil emir Taliban Mullah Habiatullah dan menjadi komandan militer kelompok itu sejak tahun 2015. Kedua kelompok tersebut telah berhenti menyangkal bahwa mereka adalah entitas yang terpisah pada tahun 2008.

Perkiraan gabungan jumlah pejuang Taliban dan jaringan Haqqani, menurut prediksi AS, sekurang-kurangnya berjumlah 28.000 dan prediksi tertinggi di angka 40.000 orang pejuang. Al-Qaeda, yang memiliki jaringan luas di Afghanistan dan menempatkan para pejuangnya sebagai pelatih dan penasihat Taliban, dikatakan hanya memiliki 200 pejuang di negara itu.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa “perkiraan ini tidak berubah secara signifikan sejak Departemen Pertahanan pertama kali mulai meminta data ini pada bulan September 2017.”

“Tidak akuratnya data ini mungkin disebabkan karena sulitnya memperkirakan jumlah gerilyawan dan pejuang mereka,” kata laporan itu. “Hal ini juga dapat mencerminkan kemampuan kelompok Taliban untuk merekrut pejuang untuk menggantikan mereka yang terbunuh atau ditangkap selama operasi kontraterorisme Afghanistan dan AS.”

 

Kegagalan yang Luar Biasa dalam Memperkirakan Kekuatan Kelompok Pemberontak dan “Teroris”

Menganggap rendah kekuatan Taliban dapat mencerminkan masalah mendasar bagi militer dan intelijen AS. Padahal, hal tersebut bersifat penting dalam upaya untuk memperkirakan kekuatan kelompok-kelompok pemberontak dan teroris di seluruh dunia.

Untuk menemukan contoh masalah, cukup melihat kesalahan perkiraan dari militer AS tentang kekuatan al Qaeda di Afghanistan. Antara 2010 dan 2015, militer dan intelijen AS mengklaim bahwa Al Qaeda mempertahankan 50 hingga 100 pejuang di negara tersebut. Long War Journal, dengan menggunakan siaran pers militer AS yang mendokumentasikan serangan terhadap Al-Qaeda, membantah perkiraan ini. Itu adalah perkiraan delusional mengenai kekuatan al Qaeda, yang digunakan oleh pemerintahan Obama untuk mengklaim bahwa al Qaeda telah “hancur” dan menjadi tidak efektif.

Baca juga:

Perkiraan jumlah pejuang Al Qaeda tidak berubah selama enam tahun, sampai militer AS menyerbu dua kamp Al Qaeda di distrik Shorabak di Kandahar. Lebih dari 150 pejuang Al Qaeda tewas dalam serangan itu. Kejadian itu memaksa militer AS untuk merevisi perkiraan kekuatan al Qaeda dari 50-100 menjadi 100-300. LWJ telah menyatakan bahwa angka yang direvisi masih terlalu rendah.

Ironisnya, perkiraan militer AS saat ini tentang kekuatan al Qaeda sejumlah 200 pejuang adalah angka rata-rata dari perkiraan yang direvisi tahun 2015.

Komunitas militer dan intelijen AS telah luar biasa gagal dalam memperkirakan kekuatan kelompok teroris di medan perang yang lain. Misalnya, kekuatan ISIS pada tahun 2013 diperkirakan pertama kali sekitar 10.000 pejuang. Kemudian direvisi naik menjadi antara 20.000 hingga 32.000. Militer AS sejak itu mengklaim telah membunuh banyak militan ISIS.

Di Yaman, jumlah pejuang al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) diperkirakan berjumlah beberapa ratus orang ketika kelompok itu menyerbu daerah-daerah penting di Yaman Selatan. Hari ini, jumlah mereka dikatakan 6.000 hingga 7.000 pejuang.

 

Baca halaman selanjutnya: Untuk Memperkirakan Kekuatan Taliban Tidak Boleh Mengandalkan Penelitian Saja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *