Prajurit Amerika Tewas saat Memerangi Al-Qaeda di Afghanistan

Militer AS merilis pernyataan soal kematian Sersan Leandro Jasso, prajurit Amerika yang tewas di Afghanistan pada 24 November. Jasso terbunuh saat melakukan operasi pembersihan militan Al Qaeda di provinsi Nimroz.

Pihak militer mengklaim bahwa dari analisis awal prajurit tersebut “tidak sengaja” tertembak oleh pasukan Afghanistan. Amerika mengklaim tidak ada indikasi Jasso tertembak Taliban.

Sejauh ini, AS belum memberikan informasi lebih lanjut tentang keberadaan Al-Qaeda di Nimroz, sebuah provinsi terpencil di barat daya yang membentang di perbatasan dengan Iran dan Pakistan.

Baca juga:

Meskipun anggota Al-Qaeda, termasuk Al Qaeda di Sub-benua India (AQIS), melebur dalam perjuangan yang dipimpin Taliban, mereka biasanya tidak mengekpos fasilitas pelatihan mereka atau berpartisipasi dalam operasi.

Al-Qaeda memilih untuk bergerak secara sembunyi-sembunyi, senyap dan melebur dengan perlawanan rakyat Afghanistan. Hal ini berkebalikan dengan metode yang ditempuh ISIS, dimana setiap wilayah yang memiliki anggota ISIS melakukan propaganda terbuka secara rutin.

Keputusan Al Qaeda untuk beroperasi secara sembunyi-sembunyi di Afghanistan tidak boleh disalahartikan sebagai bukti bahwa ia tidak memiliki jejak yang signifikan.

AQIS menjelaskan bahwa anggotanya hadir di bawah bendera Imarah Islam. Pihaknya secara aktif berpartisipasi dalam pertempuran melawan musuh-musuh syariah di bawah komando Imarah Islam. PBB telah mengkonfirmasi bahwa pejuang AQIS beroperasi sebagai penasihat dan pelatih dari Taliban.

Baca juga:

Pemimpin Al-Qaeda pusat, Ayman al Zawahiri, telah menekankan pentingnya mendukung Imarah Islam Afghanistan dan mengatakan bahwa Imarah adalah inti dari kekhalifahan yang akan terbentuk. 

Amerika dan sekutunya sudah berusaha memburu Al-Qaeda di seluruh negeri selama bertahun-tahun.

 

Sumber: longwarjournal

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *