Takut Serangan Green On Blue, NATO Latih Pasukan Via Telpon dan Email

Beberapa peristiwa terbaru menunjukkan bahwa AS dan sekutunya sudah mulai lelah dan jemu berperang di afghanistan

Menyusul serangan berdarah di provinsi Kandahar dan Herat, NATO telah mulai meluncurkan rencana baru untuk melindungi pasukan mereka, salah satunya adalah mengurangi kontak langsung dengan pasukan lokal Afghanistan.

The Washington Post menulis dalam laporan baru-baru ini bahwa setelah kematian Jenderal Abdul Raziq, ada rasa kebimbangan di kalangan pasukan Amerika. Tetapi setelah insiden berdarah di pangkalan udara Shindand di provinsi Herat dimana Taliban menyamar sebagai anggota komando Afghanistan dan membunuh seorang tentara asing dari Republik Ceko dan melukai dua lainnya, kepanikan dan ketakutan itu semakin meningkat.

Serangan semacam ini dikenal dengan serangan Green on Blue, dimana pasukan Taliban menyamar menjadi pasukan rezim kemudian melakukan serangan dari dalam dengan presisi yang tinggi.

Baca juga:

Juru bicara NATO di Afghan telah mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya akan terus membantu pasukan Afghanistan melalui telepon dan email dan pada saat dibutuhkan, pejabat Afghanistan akan dipanggil ke pangkalan mereka karena pasukan asing dilarang mengadakan pertemuan di pangkalan militer Afghanistan.

Kegalauan kini semakin meningkat mngenai misi pasukan asing di Afghanistan. Mereka mengklaim bahwa mereka telah menempatkan pasukan mereka untuk melatih, memberi saran, dan membantu pasukan Afghanistan.  Apakah NATO akan melatih pasukan Afghanistan melalui email mulai sekarang dan seterusnya?

Keputusan oleh NATO ini dapat mempengaruhi operasi gabungan pasukan asing dan pasukan Afghanistan karena hubungan langsung memainkan peran penting dalam zona perang. Tanpa dukungan serangan udara, pasukan Afghanistan tidak berdaya. Selain itu menciptakan sekat antara pasukan Afghanistan dan pasukan asing merupakan ancaman serius bagi rezim Kabul dan merupakan pencapaian besar bagi strategi Taliban.

Baca juga:

Sebelumnya, langkah-langkah pencegahan yang dilakukan pasukan asing adalah dengan mengambil senjata pasukan Afghanistan di pintu masuk setiap pusat militer bersama untuk mencegah ‘serangan orang dalam’ dari Mujahidin. Namun peristiwa terbaru membuktikan bahwa langkah tersebut telah gagal mencapai tujuan. Contohnya  serangan orang dalam di Kandahar dan Herat.

Pertemuan oleh pejabat senior Amerika dengan Taliban di ibukota Qatar, Doha, pembebasan Mullah Abdul Ghani Baradar di Pakistan dan keberangkatan 100 pasukan Amerika yang dilaporkan ‘break’ (‘istirahat’) adalah tanda-tanda kelelahan Amerika dalam perang Afghanistan.

Dipublikasikan pada 1 November 2018

http://www.alemarah-english.org/?p=36984

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *