Imarah Hukum Pemecah Belah Masyarakat Afghanistan

Imarah Islam Akan Menghukum Orang Yang Memicu Perpecahan Rakyat Afghan

Dalam sebuah pernyataan Imarah Islam (Taliban) mengancam akan menangkap dan menghukum setiap orang atau lembaga yang berusaha untuk menimbulkan atau memicu perpecahan di antara rakyat Afghanistan. Pernyataan itu dibuat setelah Presiden Asyraf Ghani (kepala pemerintahan yang di dukung AS), melakukan kampanye dan propaganda ke daerah untuk menakuti penduduk setempat akan bahaya serangan Taliban yang mengancam kehidupan mereka. Menindaklanjuti pernyataan tersebut, Ghani juga menyetujui pembentukan milisi berdasarkan etnis atau ras.

Menanggapi propaganda Ghani tersebut, Imarah Islam membantah tindakan militernya akan menargetkan rakyat sipil atau etnis tertentu. Sebaliknya Imarah akan berusaha semaksimal mungkin untuk melindungi rakyat sipil dan semua suku maupun etnis karena menganggap mereka sebagai saudara sebangsa.

Tindakan Ghani dinilai Imarah Islam akan membahayakan rakyat Afghan sendiri karena akan menimbulkan perpecahan antar etnis dan suku dan mengakibatkan kekerasan, perang antar suku dan pembantaian seperti yang terjadi dalam masa pemerintahan Rezim Komunis dulu yang terbukti mengakibatkan bencana bagi rakyat Afghan dengan meningkatnya kekerasan antar etnis dan suku.

Berikut pernyataan Imarah Islam tentang pembentukan milisi etnis tersebut:

Pernyataan Imarah Islam Tentang Pembentukan Milisi Etnis Oleh Pemerintahan Kabul

Selama perjalanan ke beberapa provinsi, kepala pemerintahan Kabul (Ashraf Ghani) mencoba untuk menyampaikan ide kepada penduduk setempat bahwa Mujahidin sedang melancarkan perang diskriminatif terhadap ras atau sekte tertentu dan ada ancaman segera terhadap kehidupan dan harta mereka. Dan dengan alasan yang sama, ia menyetujui pembentukan milisi etnis dan batalyon militer dan mengesahkan pembentukan milisi lokal 500 orang di Bamiyan.

Imarah Islam Afghanistan menganggap tindakan dari pemerintahan Kabul sebagai pengulangan kebijakan rezim komunis yang didirikan Gelum Jum, Kehan, Jabbar dan milisi lainnya, menciptakan resimen militer berdasarkan ras yang akan membuka peluang terjadinya kekejaman besar, kekacauan, kebiadaban dan pembantaian. Kebijakan yang melahirkan semua kekejaman itu merugikan rezim komunis bukan memperbaiki keadaan.

Ketika rezim Kabul yang sudah di ujung tanduk dan berusaha menyesatkan publik dalam usaha untuk menyelamatkan dirinya, ia harus memahami bahwa gerakan anti-nasional yang melanggar semua norma yang diterima tidak akan ada manfaatnya.

Imarah Islam sekali lagi membuat jelas bahwa operasi kami di seluruh negeri termasuk di Malistan, Jaghuri dan Khas Uruzgan adalah semata-mata melawan formasi militer musuh. Penduduk sipil setempat adalah saudara sebangsa kami, perlindungan kehidupan dan kekayaan mereka adalah tanggung jawab setiap Mujahid Imarah Islam. Tidak akan ada bahaya yang ditimbulkan terhadap setiap warga sipil, rumah atau daerah dalam operasi ini dan Mujahidin tidak diizinkan untuk melakukan tindakan semacam itu.

Rezim Kabul mencoba untuk menipu rakyat dengan memicu ketegangan etnis, sektarian dan berusaha membentuk milisi bersdasar atas rasial untuk menjaga kelangsungan pemerintahan Kabul yang akan hancur. Mereka juga berusaha menggambarkan bahwa operasi dan tindakan Mujahidin menargetkan warga sipil. Imarah Islam dengan tegas memperingatkan bahwa intelijen Imarah Islam akan memantau mereka secara dekat atas pengkhianatan mereka dan akan menghukum mereka pada saat yang tepat.

Melalui pernyataan ini, kami ingin meyakinkan warga Hazara bahwa tidak ada bahaya yang akan menyentuh kehidupan, properti dan kehormatan mereka selama operasi ini. Jika ada yang memiliki putra atau saudara yang bekerja di militer pemerintahan Kabul, mereka akan dilindungi setelah dibawa keluar dari barisan musuh.

Jika ada individu atau lembaga yang mencoba menabur benih kebencian di tengah rakyat Afghanistan setelah publikasi peringatan ini, maka kami akan bertindak.

Imarah Islam telah memerintahkan para Mujahidinya untuk memantau semua pelanggar maklumat ini, menahan mereka di mana pun ditemukan dan menyerahkannya ke pengadilan Emirat Islam.

Imarah Islam Afghanistan

07/03/1440 H

15 November 2018 M

 

Sumber:   alemarah-english

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *