Pecah Belah, Pengulangan Strategi Gagal di Afghanistan

Beberapa minggu terakhir Imarah Islam dengan cepat berhasil mengalahkan pasukan pemerintahan Kabul di daerah Hazara. Pasukan pemerintahan Kabul dipaksa mundur kembali ke Jaghuri, Malistan dan beberapa wilayah Khas Uruzgan. Distrik Malistan juga berhasil dibebaskan dari belenggu pemerintah korup Kabul.

Ketika peristiwa-peristiwa ini terungkap beberapa orang jahat di Kabul mulai memancing ketegangan etnis dan agama karena kemajuan Mujahidin tersebut. Namun Mujahidin telah menyatakan dengan sangat jelas bahwa operasi Mujahidin tidak melawan etnis apa pun di Afghanistan.

Seperti yang terjadi di seluruh negeri, Mujahidin melakukan operasi yang telah berlangsung selama tujuh belas tahun melawan tentara pendudukan dan pemerintahan Kabul yang diperbudak.

Pemerintahan Kabul mencoba menipu untuk membelokkan perang dalam warna sektarian dan etnis. Memanfaatkan situasi, Ashraf Ghani mengunjungi daerah Hazara dan mengumumkan pembentukan milisi etnis melawan Mujahidin dan memprovokasi orang-orang untuk mengangkat senjata.

Dulu Rusia yang juga kalah telah mencoba strategi semacam ini di akhir perang. Orang-orang bersenjata di bawah berbagai milisi dan dibebaskan dari segala bentuk kewajiban hukum sehingga mereka dapat dengan bebas menindas rakyat dan membela kelompoknya.

Dengan strategi pecah belah ini, mereka gagal menyelamatkan eksistensi mereka di Afghanistan. Dan Pemerintahan Kabul sekarang mencoba mengulangi cara yang telah gagal itu.

Pembentukan milisi atas dasar sektarianisme membuktikan bahwa mereka sedang menuju kehancuran. Ketika ratusan ribu tentara Amerika dan NATO, tentara pemerintahan Kabul, polisi dan pasukan keamanan telah terbukti tidak mampu melawan Mujahidin, maka milisi ini hanya terdiri dari beberapa ratus orang yang kemungkinan besar juga akan gagal.

Penting bahwa semua suku dan kelompok etnis di negara ini harus bersatu dalam menghadapi upaya perpecahan pemerintahan Kabul. Mereka harus menyelamatkan putra-putra, dan saudara mereka dari pengorbanan untuk membela pemerintahan yang korup dan diperbudak asing.

Sebelumnya seluruh dunia tahu bahwa Imarah Islam tidak pernah menghasut sektarianisme etnis di Afghanistan. Bahkan merupakan kekuatan yang telah memainkan peran positif dalam memberantas sektarianisme semacam itu yang sekarang ingin digalakkan oleh pemerintahan Kabul.

Oleh karena itu, penduduk Hazara harus tetap berhati-hati. Mereka seharusnya tidak menerima pembentukan milisi oleh Ashraf Ghani dan tidak juga mengorbankan putra-putra mereka di jalur sektarianisme etnis yang sia-sia.

 

 

Sumber: alemarah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *