Dampak Green on Blue Attack: Perpecahan Amerika dengan Antek Lokal

Ketika banyak serangan gerilyawan yang secara konsisten menimbulkan korban yang parah terhadap musuh, sebagai bagian dari Operasi Al Khandaq banyak orang dalam Mujahidin telah melakukan serangan juga.

Dalam serangan orang dalam (green on blue attack) ini, tokoh-tokoh otoritas penjajah dan pasukan antek mereka berhasil ditargetkan. Dalam sebulan terakhir misalnya, beberapa serangan mematikan diluncurkan, sehingga menyebabkan syok berat secara militer dan psikologis bagi pasukan asing dan anteknya.

Di ibukota provinsi Helmand, Lashkargah, komandan komunis Abdul Jabbar Qahraman menjadi sasaran di dalam kantornya sendiri dan hari berikutnya Mujahid orang dalam yang gagah berani melancarkan serangan yang sukses di Kandahar. Serangan ini mengakibatkan kepala polisi Kandahar, Jendral Abdul Razzaq, kepala intelijen Kandahar Abdul Mumin dan dua tentara Amerika tewas serta jenderal Amerika, Jeffrey Smiley dan gubernur Kandahar terluka.

Setelah itu, seorang insider Mujahid juga menyerang di Herat ketika dia menembaki beberapa pejabat pendudukan, mengakibatkan tiga tentara pendudukan tewas dan beberapa pejabat terluka.

Seorang pejabat Afghanistan menembaki pelatih militer Amerika sehingga menyebabkan kematian beberapa tentara Amerika. K

arena serangan-serangan baru-baru ini seperti yang telah disebutkan di atas, telah diciptakan rasa ketidakpercayaan antara penjajah dan pemerintahan Kabul sedemikian rupa sehingga para penjajah bahkan mengatakan bahwa mereka tidak akan melakukan pelatihan langsung terhadap pasukan Afghanistan, AS sekarang akan melatih mereka melalui internet.

Setiap pejabat yang merupakan bagian dari pemerintahan Kabul harus berpikir sesaat, mengapa tentara pendudukan Amerika dikerahkan di negara kita? Apa tujuan dan niat mereka? Apakah Ashraf Ghani dan pemerintahannya sadar akan tujuan mereka? Apakah ada koneksi religius, budaya, leluhur atau bahasa antara otoritas Amerika dan masyarakat Afghanistan?

Jawabannya sangat jelas. Amerika tidak memiliki hubungan atau kepentingan yang melekat pada masyarakat Afghanistan. Mereka telah melakukan pendudukan tidak sah (penjajahan) atas negara kita selama hampir dua dekade.

Selama periode sejarah yang memalukan ini, mereka terus menerus melakukan penggerebekan dan serangan kejam di berbagai wilayah di negara kita. Belum lagi serangan udara sembarangan yang menargetkan rakyat Afghanistan, perempuan dan anak-anak, penindasan yang menimpa warga sipil Afghan yang tidak berdaya. Kemudian mereka mencoba untuk menutupi  kejahatan mereka yang tidak pernah berakhir dengan berbagai alasan.

Oleh karena itu, semua tentara Afghanistan yang mencinta Islam dan tanah air mereka harus menargetkan para penjajah dan pasukan boneka dan membuat jelas kepada musuh bahwa rakyat Afghanistan tidak akan pernah menerima pendudukan asing.

Orang-orang Afghan yang bekerjasama dengan para agresor tidak akan dimaafkan. Para prajurit pemberani yang menargetkan para penjajah dan penguasa boneka telah memenuhi tanggung jawab dan tuntutan iman mereka. Sejarah akan menulis mereka sebagai pahlawan bangsa karena tidak mentolerir pendudukan di tanah air mereka.

Serangan orang dalam telah mengguncang para penjajah dan penguasa boneka secara militer, intelijen dan psikologis. Ketidakpercayaan juga telah diciptakan di antara para musuh, oleh karena itu Mujahidin harus mengeksploitasi keadaan yang berhasil diciptakan ini dan meningkatkan jumlah orang yang bersedia menembus jajaran musuh dari dalam.

 

 

Sumber: alemarah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *