Soal Serangan Kabul, Taliban Mengutuk, Intelijen Malah Sebar Hoax

Sebuah serangan dilakukan pada acara Maulid Nabi di hotel Uranoos di Kabul. Serangan ini mengakibatkan lebih dari 200 warga sipil yang sebagian besar ulama dan santri terbunuh atau terluka.

Imarah Islam mengutuk insiden itu, dan menyebut para pelakunya sebagai penjahat.

Namun, lingkaran intelijen pemerintahan Kabul telah menyebarkan screen shot twitter palsu dari juru bicara Imarah Islam, Zabihullah Mujahid, untuk membuat propaganda bahwa Taliban pada awalnya mengklaim dan kemudian menolak serangan itu.

Kami menentang fabrikasi dan penipuan ini dan meminta media untuk menghindari berkolaborasi dengan plot intelijen dan menahan diri dari penerbitan upaya pembohongan publik tersebut.

Frase dan kata-kata yang digunakan dalam gambar photoshopped bukan frase media Imarah Islam atau kata-kata yang digunakan oleh juru bicara Imarah Islam, misalnya itu berbunyi “ulama murtad pemerintahan Kabul diserang”.

Pertama, para ulama yang terbunuh dalam serangan itu tidak terkait dengan pemerintahan Kabul tetapi adalah ulama Afghanistan biasa yang tinggal di Kabul, memiliki Imamah, pekerjaannya mengajar, dan membimbing masyarakat dalam hal-hal terkait Syariah dan telah mengadakan pertemuan dalam kapasitas pribadi.

Kedua, frasa dan pernyataan Imarah Islam yang diterbitkan selama delapan belas tahun tidak pernah menggunakan kata ‘murtad’ untuk menggambarkan orang-orang yang terkait dengan pemerintahan Kabul.

Perlu disebutkan bahwa gambar screen shot awalnya di-tweet dari akun yang dibuat pada hari yang sama dan hanya memiliki dua pengikut, seperti yang dapat dilihat di bawah ini.

Beberapa pihak berusaha menggunakan penipuan untuk memecah persatuan antara rakyat dan Mujahidin dan menyesatkan publik.

Alhamdulillah, rakyat Afghan sangat mengenal Mujahidin Imarah Islam dan penipuan seperti itu tidak akan dapat membangkitkan kecemasan atau menyesatkan rakyat.

Namun demikian, media harus memahami tanggung jawab mereka (untuk memberikan informasi yang benar) dan jangan sampai membantu kebohongan dan menyesatkan publik, jangan menyebarkan berita yang belum jelas sebelum minta klarifikasi dari juru bicara Emirat Islam.

Juru bicara Imarah Islam Afghanistan

Zabihullah Mujahid

13/03/1440 H

 

Diolah dari alemarah-english

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *