Bagaimana China Menggunakan Taktik Propaganda Nazi Untuk Membungkam Muslim Uyghur?

 

Setelah menyangkal selama berbulan-bulan, pemerintah China pada pertengahan Oktober silam tiba-tiba mengakui bahwa kamp konsentrasi Xinjiang memang ada. Setelah kesulitan untuk menutupi fakta tersebut, kini mereka mengubah strategi. Propaganda baru disajikan.

Kamp konsentrasi yang menahan jutaan Muslim Uyghur digambarkan sebagai “pusat pelatihan kerja” yang ramah, yang dibuat untuk menangani orang-orang yang menimbulkan ancaman terhadap tatanan sosial masyarakat.

Pada titik ini, kita harus ingat bahwa baik Nazi maupun Uni Soviet menggunakan taktik yang sama. Kamp konsentrasi yang mengerikan digambarkan sebagai tempat yang ramah dan diperlukan. Dan hasilnya, dalam kedua kasus tersebut, banyak orang asing percaya begitu saja.

Baca juga:

Wartawan asing berkunjung, dan mereka dibodohi dengan meyakini apa yang ditunjukkan kepada mereka di kamp, bahwa semua baik-baik saja. Para editor mencetak dengan penuh antusiasme, disertai gambar yang dipilih secara cermat oleh pengelola kamp:

The Illustrated London News tahun 1934, menunjukkan peserta pelatihan yang bahagia di kamp Nazi pertama, di Dachau.

 

Nazi banyak meraih keberhasilan dengan propaganda semacam itu: Meminta orang asing untuk berkunjung, dan membodohi mereka untuk menulis bahwa para tahanan dirawat dengan baik di kamp konsentrasi—bahkan “lebih baik daripada di rumah” . Semuanya bersih dan teratur:

Dari pameran situs memorial Dachau, mengutip komentar seorang pendeta Belanda dan seorang pejabat Palang Merah Internasional terkait kamp konsentrasi Nazi.

 

Baca halaman selanjutnya: Propaganda Nazi

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *