Bagaimana China Menggunakan Taktik Propaganda Nazi Untuk Membungkam Muslim Uyghur?

Propaganda Nazi:

“Inilah mengapa saya ingin menekankan bahwa segala yang saya lihat dan dengar, dan juga kondisi kehidupan dan kebersihan fasilitas kamp, termasuk perlakuan, makanan dan kerja para tahanan, meninggalkan kesan yang sangat positif bagi saya.”

(Surat ucapan terimakasih dari Guillaume Favre, anggota Komite Palang Merah Internasional  kepada Heinrich Himmler, 19 Agustus 1938, terkait dengan kunjungannya ke kamp konsentrasi Nazi)

“Pada musim panas, koram renang akan diperluas, dan lapangan olahraga yang sangat luas akan menyediakan keberagaman dan relaksasi yang menyenangkan… laporan akan adanya penganiayaan secara reguler, karenanya, adalah bagian dari negeri dongeng… Saya punya kesan—dan begitu juga para tahanan yang mengkonfirmasinya secara eksplisit—bahwa beberapa diantara mereka kondisinya lebih baik di Dachau daripada di rumah…”

(Artikel yang ditulis oleh Pastor Belanda, C. v. Tourenbut dalam “Dagblad van Noordbrabant”, 9 Desember 1933, dipublikasikan di “Volkischer Beobachter, 6/7 Januari 1934)

 

Kamp-kamp Nazi juga bukanlah sebuah rahasia, sama seperti di China saat ini. Rezim Nazi berusaha menjustifikasi kamp tersebut dengan dalih menertibkan masyarakat yang tidak patuh. Ketakutan diedarkan di tengah masyarakat, dengan menunjukkan gambar dari mereka yang membangkang di kamp konsentrasi.

Kondisi di Kamp yang dimuat di Illustrierter Beobachter, 1938.

 

Proyeksi Nazi ini sangat mirip dengan propaganda domestik yang diedarkan oleh otoritas Cina, sebelum mereka menyadari bahwa dunia menaruh perhatian, yang pada akhirnya digunakan sebagai bukti kekejaman yang mereka lakukan. Foto paling ikonik dari dalam kamp adalah salah satunya.

Dalam foto tersebut, ratusan atau ribuan orang Uyghur berjejer dalam sebuah sel dengan memakai baju tahanan. Awalnya, foto tersebut diterbitkan oleh otoritas Cina sendiri.

Tetapi sebagaimana banyak bukti lainnya, foto tersebut kini tidak lagi ditemukan di internet China:

Foto yang diposting oleh Xinjiang Judicial Administration dalam akun WeChat nya, pada bulan April 2017, menunjukkan tahanan di sebuah kamp di Xinjiang.

 

Gambar ini mirip dengan propaganda domestik Nazi di atas: Ia memainkan ketakutan di kalangan penduduk Cina secara umum, menunjukkan kepada mereka bahwa “lihat, kami sangat keras kepada orang-orang ini, bersalah atau tidak—kami memiliki penjaga bersenjata, yang memaksa mereka untuk duduk di tanah; berbaris; dibalik kawat berduri.”

Namun, sejumlah besar citra satelit dan penelitian lainnya, bersama dengan banyak saksi mata, mengkonfirmasi keberadaan kamp mengerikan ini. Karena itulah pemerintah China mengubah strategi, setelah tidak mungkin lagi bisa menyangkalnya.

Baca juga:

Mirip dengan propaganda Nazi, mereka menghindarkan kamp-kamp horor penghukuman dari liputan dan kunjungan media. Begitu juga kamp yang banyak menampung tahanan lanjut usia. Sebaliknya, mereka kini banyak menunjukkan kesaksian yang dipaksakan dari para siswa muda, dan gambar kamp yang seolah-olah adalah sekolah.

Gambar dari media resmi China, propaganda bahwa masyarakat Uyghur sedang diajar di sekolah dan di balai latihan kerja.

 

Agen-agen mereka juga digalang, dan bahkan termasuk dari kalangan umat Islam. Tugas mereka adalah untuk meyakinkan dunia bahwa semua baik-baik saja di Xinjiang. Yang mereka tumpas adalah para pengacau yang memang layak diperlakukan seperti itu. Dalil yang sama yang selalu digunakan untuk menjustifikasi kekejaman para tiran, dari Fir’aun hingga Hitler di Jerman.

So, saat kita melihat gambar, tayangan, dan testimoni hasil kunjungan di media tanpa penjelasan bahwa gambar dan narasi tersebut dipilih secara selektif oleh propagandis rezim China, saatnya kita bertanya:

Kapankah media mampu menahan diri dari “mengambil umpan,” dan menilai secara kritis propaganda yang disajikan kepada mereka?

Atau akankah kita sekali lagi melihat media justru membantu menutup-nutupi kamp konsentrasi yang penuh dengan kekejaman?

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *