Analis: Komando Militer Amerika Terlihat Bodoh Soal Taliban

Militer Amerika tak paham Taliban. Mereka hanya mengolok-olok Taliban, padahal 17 tahun berlalu tanpa bisa mereka kalahkan.

 

Kolonel Dave Butler, juru bicara utama pasukan AS-Afghanistan, mengolok-olok video pelatihan pasukan komando Taliban Pada hari Kamis (27/12). Juru bicara Resolute Support Mission itu juga menertawakan latihan tersebut tersebut sebagai ‘bahan lelucon internet global’. Tak lama berselang, cuitan Butler kemudian dihapus.

Komentar Butler soal pelatihan Taliban jelas menunjukkan ketidakseriusan militer Amerika soal peperangan di Afghanistan. Cuitan tersebut juga menunjukkan betapa minimnya pemahaman tentang ancaman yang ditimbulkan oleh Taliban yang telah menyebar di seluruh eselon atas militer AS.

Cuitan Butler yang dihapus merujuk kepada artikel terbaru di The Military Times, berjudul Ayo! Video Baru Taliban Menunjukkan Pelatihan Intensif Untuk Kompetisi Pasukan. Butler mengakui bahwa video tersebut lucu dan menyebut Taliban sebagai ‘lelucon internet global’, karena dia dan Military Times -yang sangat tidak serius- menganggap video itu konyol.

Baca juga:

Butler dan banyak orang lainnya menganggap aktivitas Taliban dalam video tersebut membuat mereka tampak konyol. Cukup adil. Tetapi mereka kehilangan perkara yang lebih dalam yang disoroti oleh video tersebut, beberapa di antaranya tercantum di bawah ini:

1.  Butler dan orang-orang yang sepaham dengannya bukan audiens yang dituju Taliban.

Taliban tidak mempublikasikan video seperti ini dengan menganggap orang Barat sebagai audiens utama. Video-video seperti ini tidak berbahasa Inggris dan tidak memiliki subtitle.

Audiens yang mereka tuju adalah para pendukung Taliban dan calon rekrutmen mereka.

Ketika beberapa orang Barat berpendapat bahwa video seperti yang diolok-olok oleh Butler nampak konyol, video-video seperti itu sangat efektif sebagai propaganda, penggalian dana, dan alat rekrutmen. Taliban memberikan pesan kepada rakyat Afghanistan, Pakistan, dan siapapun yang mau bergabung dengan barisan mereka yang terorganisasi dan memberikan pelatihan dengan nyata. Dan Taliban menunjukkan kepada para donaturnya bahwa mereka menyajikan ledakan dari uang mereka.

2.  Kamp-kamp tersebut menghasilkan militer Taliban yang tangguh dan efektif.

Meskipun pelatihannya mungkin tidak sesuai standar militer Barat, tapi kamp-kamp ini, seperti yang terlihat dalam video komando, melatih para pejuang -yang Saya sebut Afghan- dengan cukup baik: Mereka cukup baik untuk berjalan kaki berhadapan dengan Militer Afghanistan dan polisinya.

Kamp-kamp itu juga menghasilkan pejuang yang efektif yang membunuh lusinan pasukan keamanan Afghanistan dalam sehari, melancarkan serangan terhadap polisi, dan instalasi militer, maupun membunuh para pejabat tinggi Afghanistan. Ada alasan kenapa Taliban saat ini mengendalikan 13% distrik di Afghanistan dan memperjuangkan 49% lainnya.

 

Lanjut ke halaman selanjutnya: Pelatihan tersebut tepat dilakukan di depan mata militer Amerika-Afghanistan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *