Satu dari Lima Korban Tembakan Israel di 2018 Adalah Anak-Anak

Dalam laporan tahunannya, Rumah Sakit Eropa di Gaza telah mengungkapkan bahwa 20% warga Palestina, yang ditembak oleh tentara Israel selama rangkaian aksi protes Great March of Return di Jalur Gaza pada tahun 2018, adalah anak-anak. Bahkan, lebih dari setengahnya ditembak dengan amunisi timah panas.

Laporan tersebut menyatakan bahwa 20% dari yang terluka ditembak oleh tentara Israel di kepala, leher atau dada, yang menyebabkan kematian 75 anak-anak. Laporan tersebut menambahkan bahwa 92% dari prosedur medis pada anak-anak yang terluka adalah operasi tulang dan pembuluh darah.

Baca juga:

Di laporan tersebut juga dinyatakan bahwa tim medis di Gaza berhasil menyelamatkan banyak dari yang terluka dari menjalani amputasi di tungkai bawah mereka, dan hanya 24 amputasi yang dilakukan.

Raed Abdul-Razeq, kepala Departemen Layanan Pasien di rumah sakit, menyatakan bahwa ahli bedah telah melakukan 1.682 operasi pada warga Palestina yang terluka. Ia menambahkan bahwa 58% dari operasi adalah ortopedi, 34% adalah vaskular, sementara sisanya adalah neurologis, atau dada, hidung, telinga dan mata.

Dia menambahkan bahwa sebagian besar anak-anak yang terluka menjalani setidaknya dua operasi, karena tingkat keparahan luka.

Baca juga:

Menurut laporan itu, tentara Israel menembak 1169 warga Palestina, termasuk 43 wanita, sementara 59 orang yang terluka ditempatkan di unit perawatan intensif, dan 567 lainnya ditempatkan di bangsal operasi.

609 orang Palestina yang terluka, termasuk 242 anak-anak, ditembak dengan peluru tajam, sementara sisanya terluka setelah langsung ditembak dengan bom Gaza, atau oleh pecahan bom, di samping mereka yang menderita dampak parah akibat menghirup gas air mata.

 

Sumber:  imemc

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *