Penganiayaan Terhadap Muslim Uyghur Lebih Buruk Dibanding Era Mao Zedong

Anggota Parlemen Inggris: Penganiayaan Agama Terhadap Muslim Uyghur Lebih Buruk Daripada Era Mao Zedong

 

Anggota Parlemen Inggris mengabarkan bahwa pelanggaran Hak Asasi Manusia oleh China terhadap Muslim Uyghur lebih besar skalanya daripada di era Mao Zedong. China telah menahan lebih dari satu juta Muslim Uyghur di kamp-kamp ‘re-edukasi’.

Komite Urusan Luar Negeri Inggris telah diberi masukan oleh para akademisi terkemuka untuk tidak tinggal diam terhadap pelanggaran Hak Asasi Manusia yang dilakukan oleh China terhadap Uyghur dan Muslim Turkistan lainnya di wilayah Xinjiang.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan ada sekitar satu juta Muslim Uyghur telah ditahan secara paksa di pusat-pusat penahanan. Amnesty International membandingkannya dengan ‘kamp konsentrasi pada masa perang’.

Baca juga:

Mantan narapidana yang ditahan di kamp-kamp tersebut menyatakan bahwa mereka disiksa secara fisik dan mental agar mereka mau mencela Islam dan bersumpah setia pada Partai Komunis China.

Profesor Steve Tsang, yang merupakan direktur London Scholl of Oriental Studies, mengatakan kepada anggota parlemen di komite bahwa: “Sejak akhir era Mao Zedong pada 1976 (mungkin termasuk periode penumpasan militer pada 1989), kita belum pernah melihat skala pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia sebanyak yang saat ini kita saksikan di Xinjiang.”

“Saya pikir jika kita percaya pada nilai-nilai yang telah kita sepakati dalam sistem kita, kita seharusnya merasa bersalah jika kita tetap diam mengenai masalah ini. Meskipun mungkin tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk mengubah situasi di China.”

China secara konsisten telah menyangkal akan adanya kamp-kamp tersebut sampai bulan Oktober tahun lalu, dan sejak saat itu, China mengklaim bahwa mereka menahan orang-orang yang bersalah atas kejahatan tertentu di kamp yang mereka klaim sebagai ‘Vocational Education Centres / Pusat Pendidikan Kejuruan’.

Baca juga:

Profesor Eva Pils dari King’s College di London berpendapat bahwa China secara strategis telah mempresentasikan penganiayaan terhadap Muslim Uyghur sebagai respons anti-terorisme terhadap ancaman ‘ekstrimisme Islam’.

Ia mengatakan bahwa, “Pelanggaran berat terhadap HAM yang disinggung oleh Profesor Tsang menurut pandangan saya hampir pasti… bahwa pelanggaran HAM tersebut bukan hanya menahan orang-orang di kamp-kamp yang ada secara sewenang-wenang, tetapi juga mereka menggunakan metode penyiksaan untuk ‘mengubah’ mereka, untuk ‘men-de-ekstrimisasi’ mereka.”

“Yang mana hal tersebut, dalam pandangan saya, terjadi dalam skala yang sangat luas, dan sangat memprihatinkan. Terutama karena kami memiliki bukti yang dapat dipercaya.”

Komunis China telah menerima kritik luas dari pemerintahan Barat atas perlakuannya terhadap Muslim Uyghur.

 

Source: 5pillarsuk

 

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *