Lagi, Trump Angkat Pejabat Anti-Muslim

Charles Kupperman adalah tambahan terbaru untuk pemerintahan Trump. Charles Kupperman memiliki ikatan dengan kelompok yang anti-Muslim, menurut watchdogs.

Kelompok-kelompok hak sipil di Amerika mengecam penunjukan wakil penasihat keamanan nasional yang baru, Charles M. Kupperman. Charles Kupperman bertugas di dewan kelompok anti-Muslim selama hampir satu dekade.

Presiden AS Donald Trump menunjuk Charles M Kupperman pada pekan lalu untuk membantu Penasihat Keamaman Nasional, John Bolton. Ia mengatakan dalam siaran persnya bahwa Kupperman “membawa peran kebijakan keamanan nasional dan pengalaman program selama lebih dari empat dekade.”

Kupperman bertugas di dewan direksi untuk Pusat Kebijakan Keamanan (CSP) antara tahun 2001 dan 2010, menurut rekaman pajaknya.

Southern Poverty Law Center (SPLC), sebuah pengawas kebencian yang berbasis di Alabama, menyatakan bahwa CSP adalah kelompok kebencian yang anti-Muslim, menunjuk pada promosi kelompok tersebut tentang teori konspirasi yang mengklaim bahwa kaum Muslimin telah menyusup ke pemerintah AS dan berusaha untuk menegakkan hukum Islam di negara tersebut.

Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR) telah meminta pemerintahan Trump untuk mencabut penunjukan Kupperman sebagai wakil penasihat kemanan nasional.

“Sekali lagi ini adalah contoh bahwa Trump telah menggiring rubah ke rumah ayam, di mana Islamofobia ditempatkan langsung menjadi prioritas dewan keamanan nasional di negara kita,” kata Robert McCaw, Direktur Departemen Urusan Pemerintah CAIR, kepada Al Jazeera.

McCaw berpendapat bahwa pengangkatan Kupperman “harus benar-benar dibatalkan,” dan bahwa “ia tidak boleh memiliki tempat di pemerintahan AS.”

Dalam siaran pers Gedung Putih, John Bolton mengutip dalam perkataannya bahwa Kupperman “telah menjadi penasihat saya selama lebih dari 30 tahun, termasuk selama masa jabatan saya sebagai Penasihat Keamanan Nasional untuk Presiden Trump.”

“Keahlian Charlie yang luas dalam bidang pertahanan, kontrol senjata, dan kedirgantaraan akan membantu memajukan agenda keamanan nasional presiden Trump.”

Kupperman telah memegang posisi senior di kontraktor pertahanan Lockheed Martin dan Boeing, ia juga bertugas di administrasi mantan Presiden Ronald Reagan pada 1980-an.

Selama kampanye kepresidenannya pada 2016, Trump menyerukan “penutupan total dan total,” bagi seluruh Muslim yang ingin memasuki AS.

Sejak ditunjuk menjadi presiden resmi pada Januari 2017, ia telah mengeluarkan banyak perintah eksekutif, beberapa di antaranya telah ditentang di pengadilan, seperti berusaha menghalangi masuknya wisatawan dari negara-negara yang mayoritas penduduknya adalah Muslim.

Pada bulan Oktober, selama pemilihan paruh waktu, kelompk Advokat Muslim merilis laporan yang mendokumentasikan 80 contoh kandidat politik yang menggunakan retorika ‘anti-Muslim’ secara terang-terangan pada tahun 2017 dan 2018.

‘Bukan Kebetulan’

Pusat Kebijakan Keamanan yang berbasis di Washington, DC, yang dipimpin oleh Frank Gaffney Jr, telah membuat klaim palsu bahwa Ikhwanul Muslimin telah menyusup ke pemerintah AS dan ke masyarakat AS pada umumnya.

Gaffney, yang juga bertugas di pemerintahan Reagan, secara salah mengklaim bahwa mantan diktator Irak Saddam Hussein berada di balik pemboman kota Oklahoma pada tahun 1995. Ia juga mengatakan bahwa Presiden Barack Obama adalah seorang Muslim secara sembunyi-sembunyi, dan ia juga mengklaim bahwa penasihat Hillary Clinton, Huma Abedin adalah seorang agen Ikhwanul Muslimin.

Pada 2011, Gaffney meminta Kongres untuk membuat versi terbaru dari House Un-American Activities Committee, yang didirikan pada 1938 untuk mencari orang-orang Amerika yang memiliki ikatan atau simpati dengan komunis. Namun, dalam versinya, komite tersebut bertugas untuk membasmi umat Islam. Padahal seharusnya komite tersebut bertugas untuk mencari orang-orang yang berusaha merusak institusi AS.

Menurut SPLC, Kupperman adalah salah satu dari beberpa orang yang terikat dengan CSP yang bergabung dengan pemerintahan Trump.

Termasuk juga Kellyane Conway, yang perusahaannya membuat jajak pendapat bagi CSP. Ia mengklaim bahwa lebih dari setengah Muslim Amerika menganjurkan untuk mengganti hukum AS dengan hukum Islam.

Bolton, yang menunjuk Kupperman, juga sering muncul di program radio milik Gaffney. Seperti halnya Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, menurut SPLC.

Nathan Lean, penulis The Islamophobia Industry, mengatakan bahwa hal itu bukanlah “sebuah kebetulan bahwa orang-orang dengan hubungan yang nyata dengan kelompok-kelompok kebencian anti-Muslim sedang diangkat di pemerintahan Trump.”

“Faktanya, dengan John Bolton di puncak pimpinan Keamanan Nasional, kemungkinan hal-hal semacam itu akan sangat diharapkan,” katanya kepada Al Jazeera.

“Asosiasi Kupperman dengan Frank Gaffney sudah cukup untuk mendiskualifikasi dia dari jabatan pemerintah mana pun, apalagi di posisi yang memungkinkan di auntuk menasihati seorang pria yang bisa dibilang ‘ada di telinga presiden’ setiap hari mengenai masalah keamanan nasional.

 

 

Source: aljazeera

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *