Pencitraan Ala China: Membebaskan Uyghur dari Kamp Konsentrasi

Tahanan Rumah atau kerja paksa menanti sebagian besar para tahanan yang dibebaskan sejauh ini. Hal tersebut mungkin merupakan taktik public relations.

“Saya tidak tahu apakah mereka masih hidup atau sudah meninggal.” Kalimat ini telah menjadi salah satu ungkapan yang paling umum yang terdengar di kalangan komunitas Uyghur, Kazakh, dan Kirgistan di luar China, baik dalam percakapan pribadi maupun online, dalam video kesaksian maupun video forum.

Minoritas Turkistan yang tak terhitung jumlahnya telah ditahan di kamp-kamp pengasingan di wilayah Xinjiang, pemerintah kemudian menyatakan bahwa kamp-kamp pengasingan tersebut adalah pusat ‘program pendidikan dan pelatihan kejuruan’ yang dimaksudkan untuk meningkatkan kehidupan dan memastikan stabilitas.

Para kerabat rakyat Uyghur yang berada di luar China terpaksa berbicara. Dengan mengesampingkan rasa takut mereka, mereka berdemo di jalan-jalan, di kedutaan, dan berbicara kepada pers. Mereka terus menekan pemerintah lokal sambil mencoba membuat dunia sadar akan tragedi yang sedang terjadi.

Tekanan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Kamp-kamp tersebut sekarang sudah mulai melepaskan para tahanannya. Pelepasan tahanan ini bukan berarti kebebasan sejati, namun, para mantan tahanan biasanya diarahkan ke dalam suatu jaringan carceral yang telah dibangun oleh China untuk menampung rakyat Xinjiang.

Berita ini mulai bocor pada awal musim gugur lalu, dan menyebar sedikit demi sedikit. Indikasi pertama bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi adalah kesaksian dari para keluarga di Kazakhstan, yang didokumentasikan oleh organisasi relawan Hak Asasi Manusia Atajurt Eriktileri (Relawan Tanah Air). Mereka melakukan wawancara terhadap para kerabat yang terkena musibah. Banyak yang melaporkan bahwa keluarga mereka di Xinjiang telah dilepaskan, tetapi kemudian mereka ditempatkan di semacam ‘tahanan rumah’ yang dibatasi tanpa adanya komunikasi.

Lebih banyak kisah yang diungkapkan saat menjelang tahun baru dan tidak hanya dari orang-orang Kazakh. Halmurat Uyghur, adalah seorang dokter muda Uyghur yang menjadi aktivis, dan merupakan penduduk naturalisasi di Finlandia. Ia mengungkapkan fakta yang mengejutkan bagi para pengikut online-nya, bahwa sebenarnya orangtuanya yang ia cari sepanjang tahun ini, sebenarnya telah dibebaskan pada 24 Desember lalu.

“Saya telah berbicara kepada orangtua saya melalui telepon,” katanya lewat facebook beberapa hari lalu. “Mungkin mereka berada di tahanan rumah.”

Menurut Halmurat Uyghur, 16 orang Uyghur lainnya telah menulis laporan kepadanya dengan nada yang serupa.

Di Ibukota Kirgistan, Bishkek, Zhusup Malik Uulu, seorang karyawan toko di Kirgistan menjadi aktivis karena ayahnya, saudaranya, dan saudari iparnya ditahan. Ia menunjukkan kepada saya sebuah percakapan WeChat dengan kerabatnya di Xinjiang. Setelah hampir dua tahun komunikasi diblokir, ia baru saja menerima berita bahwa ayahnya yang berusia 72 tahun telah dibebaskan dan berada di rumah. Berita ini muncul beberapa jam setelah Komite yang dibentuk untuk mendukung orang-orang China di Kirgistan mengumumkan berita tentang dibebaskannya seorang warga naturalisasi di Kirgistan, Turdakun Ablyet. Ablyet ditahan pada Mei 2017, diduga telah dilepaskan dan sekarang berada di rumahnya di prefektur Kizilsu, Xinjiang.

Hingga saat ini, lebih dari 90 orang yang disebutkan namanya, diduga telah dibebaskan selama empat bulan terakhir, dan telah diidentifikasi oleh Database Korban Xinjiang (sebuah proyek yang saya buat untuk mendokumentasikan dan memantau penahanan di wilayah tersebut). Sebagian besar informasi yang tersebuar berasal dari pengakuan-pengakuan dan wawancara dengan kerabat atau teman-teman korban, di samping pengumuman video publik.

Ada sebuah akun meragukan yang mengumumkan jumlah yang jauh lebih tinggi. Serikzhan Bilash, kepala Atajurt, mengatakan bahwa jumlah orang-orang Kazakh yang dilepaskan yang telah sampai kepadanya saat ini adalah lebih dari 200 orang. Beberapa anggota Komite Dukungan Orang-Orang China di Kirgistan, telah mengkonfirmasi kepada saya bahwa mereka telah menerima laporan serupa tentang orang-orang Kirgistan yang ditahan. Salah seorang aktivis Uyghur di Kazakhtan memberitahukan kepada saya bahwa seorang istri dari kenalan Uyghur-nya telah dilepaskan baru-baru ini, dan seorang wanita Uyghur di Turki telah menuliskan kepada saya bahwa dia telah mendengar kabar serupa tentang ibunya. Dengan laporan-laporan yang telah didokumentasikan, nampaknya lebih aman jika saya mengatakan bahwa jumlah yang dilepaskan adalah ratusan, jika bukan ribuan.

Selain orangtua Halmurat Uyghur, ada banyak orang-orang yang diduga telah dilepaskan. Di antaranya merupakan orang-orang dengan profil tinggi. Misalnya, Erfan Hezim, seorang bintang sepak bola Uyghur dari klub Jiangsu Suning, yang ditahan pada Februari 2018, dan pembebasannya telah dituntut oleh organisasi pemain FIFPro.

Kasus lain yang penting adalah Raqyzhan Zeinolla, seorang Kazakh yang dijatuhi hukuman 13 tahun penjara pada tahun 2004 karena spionase. Dan setelah melakukan layanan kepada pemerintah China, ia dilepaskan pada 2017, tapi kemudian langsung dikirim ke kamp penahanan. Seperti yang lainnya, ia saat ini nampaknya telah dilepaskan dan berada dalam tahanan rumah, seperti yang telah dikonfirmasi oleh putranya di Kazakhstan.

Bagi orang-orang yang dilepaskan, kebebasan hanya mereka dapatkan sebagian saja. Sebagian besar dari mereka yang dilepaskan ditempatkan di tempat-tempat yang nampaknya adalah sebuah tahanan rumah yang diawasi. Beberapa tahanan yang lain dilepaskan hanya untuk dipindahkan ke pabrik-pabrik atau ke pusat-pusat tenaga kerja wajib.

Dua orang yang saya temui di Kazakhsat mengatakan kepada saya tentang kerabat mereka yang dikirim ke pabrik tekstil Jiafang di Yining, sebelah utara Xinjiang. Perusahaan tersebut dipuji oleh media pemerintah sebagai salah satu perusahaan yang berkontribusi pada ‘pengurangan kemiskinan’ di Xinjiang dengan cara menempatkan penduduk setempat untuk bekerja.

Salah satunya adalah Mainur Medetbek, yang mengatakan bahwa suaminya, Erzhan Qurban, berada di kamp penahanan selama sekitar sembilan bulan, sebelum akhirnya dilepaskan pada 3 November. Seminggu kemudian ia dikirim ke pabrik Jiafang, tempat ia sekarang bekerja, dan dibayar sekitar 600 yuan (90 dolar AS), hanya seperlima dari upah rata-rata pabrik di China. Ia diizinkan untuk mengunjungi rumah satu-satunya selama seminggu sekali dengan angkutan bus yang sudah diatur.

Ada juga kesaksian dari Tursynzhan Isanali, di mana istri dan putrinya juga ditempatkan di kamp-kamp penahanan, dan dibebaskan untuk bekerja di pabrik yang sama pada bulan Oktober. Menurut dia, para karyawan telah dijanjikan dengan gaji 600 yuan per bulan, tetapi hanya dibayarkan setengahnya. Lebih jauh lagi, istrinya, Gulzira Auelkhan, dan delapan wanita lainnya diduga diperintahkan untuk menandatangani kontrak selama setahun ‘atau dikirim kembali ke kamp.’ Auelkhan menghubungi Isanali setelah itu untuk memberitahukan situasinya. Kisah tersebut menjadi sorotan pers internasional pada hari-hari berikutnya, yang berakhir dengan dikembalikannya Auelkhan ke Kazakhstan. Namun, kedua putrinya masih berada di Xinjiang.

Kasus seperti itu (dibebaskan dan diizinkan meninggalkan China) sangat jarang terjadi, bahkan tidak pernah terjadi sebelumnya. Tapi, hal tersebut bukanlah ‘happy ending’ seperti yang orang-orang bayangkan, karena hampir semua tahanan yang dibebaskan menyiratkan bahwa keluarga mereka telah hancur karena tragedi dan trauma. China mengambil setiap langkah yang mereka bisa untuk memastikan ‘apa yang terjadi di Xinjiang tetaplah di Xinjiang.’

Mereka yang cukup beruntung untuk kembali ke Kazakhstan pada 2018, dari sekitar 10 hingga 20 mantan tahanan yang pernah saya dengar secara pribadi, hanya empat yang mengumumkan pengalaman mereka di kamp di China. Dari empat tersebut, hanya dua yang masih di Kazakhstan. Sementara itu Orynbek Koksebek mengeluhkan masalah kesehatan mental dan paranioa yang dialami. Sayragul Sauytbay, mantan instruktur kamp yang secara ilegal melarikan diri ke Kazakhstan pada 2018, diizinkan untuk tetap di negara itu dengan syarat ia tidak mengatakan apa-apa tentang kamp-kamp di China. Seorang tahanan yang dilepaskan baru-baru ini menjadi tidak berdaya untuk mengatakan apapun yang ia alami di Xinjiang, karena ada puluhan ‘para penjamin’ yang telah ditugaskan oleh negara untuk mengawasinya.

Para tahanan yang dilepaskan tersebut nampaknya telah menjadi bagian dari upaya China yang lebih luas untuk menciptakan narasi alternatif atas kejahatan terhadap kemanusiaan yang mereka lakukan di Xinjiang. Terutama ketika dihubungkan dengan propaganda negara tersebut baru-baru ini, yang menerima kunjungan Potemkin dan beberapa wartawan dan diplomat asing. Beberapa orang Kazakh mengkhawatirkan hal tersebut adalah upaya China untuk meredakan momentum yang sedang melanda China.

“Anda harus memahami mentalitas orang-orang Kazakh,” kata Bilash, ketua Atajurt. “Banyak dari mereka yang akan mengatakan, ‘Hey itu sudah cukup bagus’ (merujuk pada tahanan rumah), dan akan mengabaikan masalah yang sedang terjadi.”

Bahkan jika pelepasan para tahanan tersebut merupakan taktik, maka hal tersebut tidak akan berhasil. Seperti yang dikatakan oleh Maya Wong dari Human Rights Watch, bahwa pelanggaran kemanusiaan yang sangat besar yang sudah dilakukan oleh China, tidak dapat dihilangkan begitu saja dengan senam retorika. Saya menambahkan, pelanggaran tersebut juga tidak akan dimaafkan hanya dengan melepaskan sejumlah orang tanpa melakukan apapun untuk menghilangkan rasa sakit, penderitaan, dan kerusakan yang sudah mereka buat. Upaya-upaya yang dilakukan oleh China untuk memanusiakan para penjahat seharusnya dicemooh ketika dibandingkan dengan kesaksian-kesaksian dan petisi-petisi yang terus bermunculan. China ingin menunjukkan kepada dunia bahwa ia dapat bertindak menghadapi tekanan, tetapi Xinjiang hanya mengundang lebih banyak tekanan.

Gene A. Bunin, adalah seorang penulis dan penerjemah yang telah meneliti Bahasa Uyghur di Xinjiang sejak 2008. Dia saat ini berbasis di Almaty, Kazakhstan.

Source: foreignpolicy

Detainees Are Trickling Out of Xinjiang’s Camps

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *