Ideolog Al-Qaeda Beri Lampu Hijau Perangi ISIS di Somalia

Bilal Khuraysat, seorang ideolog al Qaeda di Suriah, telah mengeluarkan pembenaran secara Syar’i bagi para anggota Al Shabaab untuk berperang melawan ISIS di Somalia. Risalah Khuraysat, yang dipenuhi dengan referensi teks-teks Islam, pertama kali diterbitkan dalam bentuk tertulis oleh Bayan Foundation for Media Production pada akhir tahun lalu. Kemudian, pada 20 Januari, Bayan Media memposting versi audio dengan terjemahan bahas Inggris di situs web dan saluran telegramnya.

Khuraysat (yang juga dikenal sebagai Abu Khadijah al-Urduni) telah menjadi seorang pemikir al Qaeda yang produktif, karena ia secara teratur memberikan komentar terkait urusan dan topik hangat yang sedang terjadi saat ini. Bayan Media mempromosikan karya-karyanya, serta pernyataan-pernyataan maupun pesan-pesan dari berbagai tokoh al Qaeda lainnya.

Pada pertengahan November, ISIS mendeklarasikan perang melawan Al Shabaab, cabang dari al Qaeda di Afrika Timur. Kedua belah pihak telah berselisih selama beberapa minggu sebelum itu. Tetapi konflik intra-jihad bukanlah hal yang baru. Al Shabaab telah berupaya untuk menahan ekspansi ISIS yang dideklarasikan di Afrika Timur sejak 2015, atau mungkin sebelumnya.

Baca juga:

Khuraysat ingin orang-orang Al Shabaab tahu bahwa, dalam pandangannya, sangat penting bagi mereka untuk terus memerangi para loyalis Abu Bakar al-Baghdadi. Risalahnya berjudul, “Maka Jalan Orang-orang yang Melampaui Batas akan Menjadi Jelas.” Versi audio milik Bayan Media disertai gambar berbagai tokoh-tokoh ISIS, termasuk al-Baghdadi, Abu Muhammad al-Adnani, dan Turki al-Bin’ali. Ketiganya memainkan peran penting dalam konflik mereka dengan al-Qaeda.

“Saudaraku se-aqidah dan se-tauhid di tanah tercinta Somalia, Allah Ta’ala menjelaskan kepada kita dalam Kitab-Nya tentang kewajiban berperang melawan kelompok-kelompok dan sekte-sekte tertentu dari kalangan Muslim, dan juga bagaimana cara menghadapi kelompok-kelompok dan sekte-sekte tersebut,” kata Khuraysat. “Sekte-sekte ini ada banyak dan bermacam-macam. Mungkin dalam pesan singkat ini kita dapat mengklarifikasi beberapa hal dari keputusan mereka.”

Khuraysat kemudian mengemukakan berbagai teks yang mendukung perlawanan Al Shabaab terhadap kelompok ISIS.

Ia memulai dengan kutipan dari Al-Qur’an (Surat al-Hujurat): “Dan apabila ada dua golongan orang-orang mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari keduanya berbuat zalim terhadap (golongan) yang lain, maka perangilah (golongan) yang berbuat zalim itu, sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah. Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil, dan berlakulah adil. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (Q.S. al-Hujurat: 9-10).

Khuraysat menerangkan bahwa, “Ayat yang mulia ini menerangkan kewajiban berperang melawan kelompok yang menyimpang / melampaui batas, dengan mengingat bahwa Allah Ta’ala masih menggambarkan kelompok-kelompok ini sebagai orang yang beriman. Namun, selama mereka tetap berada dalam pelanggaran dan penyimpangan mereka, maka merupakan suatu kewajiban bagi kita untuk melawan mereka hingga mereka mau kembali ke Perintah Allah.”

“Demikian juga,” kata Khuraysat, “Ayat yang mulia ini juga menerangkan kewajiban berperang melawan siapapun yang menolak untuk melakukan hak dan kewajiban Syari’at Islam atau menolak aturan dari hukum Islam, seperti adzan, contohnya.”

Khuraysat membangun kasusnya melawan para pengikut al-Baghdadi, dengan alasan bahwa ayat-ayat suci telah mengkonfirmasi perlunya melawan para ‘penindas, penyerang, dan melampaui batas tanpa hak,’ juga ‘orang yang menyerang harta, jiwa, dan kesucian umat Islam.’ “Para ulama’ sepakat mengenai kejahatan orang-orang yang melampaui batas ini (ISIS).” Termasuk juga para Muslim yang mengkhianati kaum Muslimin itu sendiri, “harus diperingatkan, bahkan jika itu berarti mereka harus diperangi.”

Baca juga:

Allah juga telah “mewajibkan kaum Muslimin untuk memerangi” para “perampok jalanan yang menabur kerusakan di muka bumi, menyebabkan kekacauan, menumpahkan darah, menjarah harta benda, mencemarkan kesucian, dan menghancurkan tanaman maupun ternak (milik kaum Muslimin).”

Khuraysat mengutip ayat Al-Qur’an yang lain (dari Surah al-Ma’idah) untuk menekankan betapa kerasnya hukuman yang dapat dijatuhkan: “Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.” (Q.S. al-Ma’idah: 33).

Ideolog al Qaeda tersebut mengutip ayat dan hadits lain untuk menguatkan pendapatnya (menekankan bahwa hal tersebut berlaku bagi setiap Muslim yang melampaui batas), bahkan jika mereka ‘berpuasa dan shalat’. Bahkan, Khuraysat berpendapat bahwa teks yang ia kutip di atas berlaku juga kepada umat Muslim yang taat secara lahiriyah.

 

Baca halaman selanjutnya: Memerangi “Khawarij” ISIS Pengikut Baghdadi

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *