Membedah Jaringan Al-Qaeda dan ISIS di Seluruh Dunia Versi ODNI

Peta yang dibuat oleh ODNI menyoroti jejak global ISIS dan al-Qaeda, meskipun para jihadis bukan merupakan kekuatan utama di beberapa negara yang digambarkan. Peta ODNI mengakui adanya kepemimpinan senior al-Qaeda di Iran (AQSL).

ODNI (Kantor Direktur Intelijen Nasional) merilis laporan ‘Penilaian Tentang Ancaman Sedunia’ pada hari Selasa (29/1). Pernyataan tertulis tersebut disertai dengan testimoni lisan dari Direktur Daniel Coats kepada Komite Pemilihan Senat untuk Intelijen.

ODNI memperingatkan bahwa baik ISIS maupun al-Qaeda masih memelihara jaringan global yang jauh dari kata kalah. ISIS masih memiliki ‘ribuan’ pejuang di Iraq dan Suriah saja, yang mana hal tersebut bertentangan dengan pernyataan Presiden Trump dan pejabat administrasi lainnya bahwa ISIS telah dikalahkan.

Peta yang dibuat oleh ODNI tersebut merupakan penilaian ODNI atas wilayah-wilayah di mana ISIS, al-Qaeda, ataupun kelompok-kelompok afiliasi mereka, beroperasi. ISIS dan al-Qaeda masih merupakan musuh bebuyutan hingga saat ini, dan seringkali benturan terjadi di beberapa wilayah yang ditandai tersebut. Namun, keduanya memiliki jejak global yang signifikan.

Kepemimpinan senior dan jaringan global al-Qaeda

Terlepas dari tekanan program kontra terorisme selama bertahun-tahun, kepemimpinan senior al-Qaeda tetap aktif dan masih memimpin jaringan yang luas.

Para pemimpin senior al-Qaeda (AQSL) tengah ‘memperkuat struktur komando jaringan global dan terus mendorong serangan terhadap Barat, termasuk Amerika Serikat,’ kata ODNI.

Peta ODNI tersebut secara resmi mengakui keberadaan AQSL di Iran, juga perbatasan Afghanistan dan Pakistan. (Longwar Journal FDD menilai bahwa para anggota AQSL telah ditempatkan di negara-negara lain juga, termasuk di SUriah, Turki dan Yaman).

Dengan segala hormat kepada komando dan kontrol AQSL, bahasa yang digunakan ODNI mirip dengan bahasa yang digunakan dalam laporan komite PBB yang dirilis pada bulan Juli 2018. PBB juga melaporkan peran aktif yang dimainkan oleh AQSL di Iran. “Para pemimpin al-Qaeda di Republik Islam Iran telah tumbuh menjadi lebih menonjol. Mereka bekerja dengan ‘Ayman al Zawahiri’ dan memproyeksikan otoritasnya secara lebih efektif daripada yang dia lakukan sebelumnya,” kata PBB mengutip intelijen dari ‘negara-negara anggotanya.’

Laporan ODNI ini juga menyoroti peran penting yang dimainkan oleh cabang-cabang regional atau ‘afiliasi’ al-Qaeda. Masing-masing afiliasi dawasi oleh seorang ‘amir’ yang telah berbai’at kepada Ayman al Zawahiri. Afiliasi yang terdaftar dalam laporan ODNI adalah: al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP), al-Qaeda di Maghreb Islam (AQIM), al-Qaeda di anak benua India (AQIS), Jama’at Nusrat al-Islam wal-Muslimin (JNIM), dan al-Shabaab di Somalia. Kelompok yang terkait dengan al-Qaeda lainnya yang tercantum dalam peta tersebut adalah Hurras al-Din (Organisasi ‘penjaga agama’) di Suriah dan Jund al-Islam di Sinai.

“Seluruh afiliasi al-Qaeda terlibat dalam pemberontakan dan mempertahanakan tempat berlindung yang aman, sumber daya, juga niat untuk menyerang kepentingan lokal dan regional AS di Afrika, Timur Tengah, dan Asia Selatan,” kata ODNI.

Namun, ODNI tidak menjelaskan kenapa masing-masing afiliasi al-Qaeda tersebut melakukan pemberontakan. Mereka berusaha untuk menggulingkan pemerintahan atau struktur kekuasaan yang ada, dan menggantinya dengan pemerintahan atau negara Islam, yang didasarkan pada Syari’ah versi al-Qaeda. Bagi al-Qaeda, ini adalah proyek jangka panjang, penuh dengan kesulitan dan kemunduran, tetapi ini adalah tujuan dari organisasi tersebut.

AQAP telah dua kali merebut sebagian besar wilayah di Yaman Selatan, hanya untuk mundur dari tekanan koalisi tentara. Sementara kelompok-kelompok pendahulu AQIM dan JNIM telah menaklukkan sebagian besar Mali sebelum intervensi yang dipimpin oleh Prancis memaksa para jihadis untuk melepaskan wilayah tersebut. AQIS didedikasikan untuk membantu Taliban menghidupkan kembali Imarah Islam Afghanistan-nya, sebuah tujuan yang hari ini menjadi lebih dekat sejak akhir 2001.

Laporan ODNI mencatat bahwa, “jaringan afiliasi al-Qaeda di Asia Selatan,” yang berarti AQIS, “memberikan dukungan kepada Taliban.” Di Somalia, al-Shabaab menguasai banyak lahan dan sedang berupaya untuk menguasai lebih banyak wilayah dari pemerintah yang didukung oleh internasional.

Peta ODNI menunjukkan Hurras al-Din di Suriah, tetapi tidak mencantumkan Hay’at Tahrir al-Sham (HTS). Hingga bulan Juli 2016, Jabhah al-Nusrah adalah ‘afiliasi’ resmi atau cabang dari al-Qaeda di Suriah. Tujuan utama al-Nusrah adalah untuk menjatuhkan rezim Bashar al-Assad dan pada akhirnya akan menggantinya dengan pemerintahan Islam. Jabhah al-Nusrah telah berganti nama sebanyak dua kali, dan telah beroperasi sebagai HTS, sebuah organisasi independen yang telah memisahkan diri dari al-Qaeda sejak Januari 2017.

Hurras al-Din sendiri dibentuk oleh mantan petinggi al-Nusrah pada awal 2018, setelah perselisihan kepemimpinan melanda barisan jihadis. Sementara ODNI tidak memasukkan HTS sebagai ‘afiliasi’ dari al-Qaeda, tetapi Departemen Luar Negeri Amerika dan PBB masih menganggap kedua kelompok tersebut adalah satu kesatuan.

ODNI menyatakan bahwa “elemen-elemen” al-Qaeda di Suriah… “Terus melemahkan upaya untuk menyelesaikan konflik tersebut,” tanpa menyebutkan pihak-pihak tertentu. Hurras al-Din berada dalam lingkup al-Qaeda, tetapi FDD’s Long War Journal menilai adanya kemungkinan bahwa kelompok tersebut seperti kelompok-kelompok lain di Suriah pada umumnya. Gambaran yang sebenarnya masih buram karena beberapa alasan, termasuk perombakan organisasional yang terus dilakukan dan adanya ketidaksepakatan antara para jihadis tentang masalah-masalah dasar.

Afiliasi al-Qaeda lainnya masih kuat di beberapa wilayah di seluruh dunia.

“Afiliasi al-Qaeda di Afrika Timur dan Utara, Sahel, dan Yaman, masih menjadi kelompok teroris terbesar dan kelompok yang paling berkemampuan di wilayah mereka,” kata ODNI. “Seluruh kelompok tersebut telah mempertahankan langkah operasi yang tinggi selama tahun lalu, meskipun ada kemunduran di Yaman. Bahkan, beberapa dari mereka telah memperluas wilayah pengaruh mereka.” ‘

Kemunduran’ di Yaman disebabkan oleh kampanye target bernilai tinggi yang dipimpin oleh AS dan perang multi sisi. Yang belakangan berarti bahwa para pemimpin AQAP dan pejuangnya terlibat dalam konflik sehari-hari mereka melawan musuh yang beragam, termasuk Syi’ah Houthi yang didukung Iran.

ODNI mencatat bahwa, “media al-Qaeda terus menyerukan serangan terhadap Amerika Serikat, termasuk pernyataan-pernyataan dari para pemimpin regional al-Qaeda. Hal tersebut mencerminkan upaya berkelanjutan jaringan tersebut untuk mengejar atau memotivasi serangan terhadap Barat.”

Perlu dicatat bahwa jaringan al-Qaeda belum berhasil mencapai target di Barat semenjak Januari 2015, ketika sepasang saudara yang difasilitasi oleh AQAP berhasil menyerang kantor Charlie Hebdo di Paris. Afiliasi jaringan tersebut sebagian besar berfokus pada hal-hal di dalam wilayah tempat mereka beroperasi, meskipun selalu ada kemungkinan bahwa al-Qaeda akan mencoba plot yang lebih signifikan di Barat sekali lagi.

 

Baca halaman selanjutnya: ISIS mempertahankan jaringan globalnya sendiri

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *