Imarah Tanggapi Trump Soal Penarikan Pasukan

“… Saya telah berkampanye untuk menarik pasukan dari Suriah dan tempat-tempat lain. Sekarang ketika saya akan mulai mengeluarkan (pasukan AS, media Palsu atau beberapa Jenderal yang gagal yang tidak dapat melakukan pekerjaan sebelum saya, memprotes saya & taktik yang saya lakukan. Saya hanya melakukan apa yang telah saya katakan, saya akan melakukannya! “.

— Donald Trump —-

 

Donald Trump tampaknya akan menjadi Gorbachev bagi Amerika. Gorbachev adalah pemimpin terakhir Uni Soviet yang menyelamatkan tentara merah dari kehancuran dan kebinasaan dengan segera menarik pasukannya dari Afghanistan dan dari bagian lain di Asia Tengah setelah kekalahan dahsyat di Afghanistan. Ia menghapus impian untuk menduduki Afghanistan dari benak Rusia selamanya. Langkah terbaru Trump untuk menarik pasukannya juga muncul sebagai upaya untuk mencegah kehancuran tentaranya.

Presiden Amerika Donald Trump mengatakan dalam tweet terakhir tahun ini bahwa dia hanya melakukan apa yang dia janjikan selama kampanye, mewujudkan penarikan pasukan yang terlibat dalam perang tanpa tujuan dan sangat mahal di Afghanistan dan Suriah. Tweet ini, adalah yang terakhir di antara 3400 tweet dari Donald Trump selama setahun terakhir. Ini menjadi peringatan bagi pemerintah boneka Amerika (di Afghanistan), mereka merasa eksistensi mereka terkait dengan penjajahan Amerika karena mereka tidak mendapat dukungan rakyat dan rakyat tidak menganggap mereka sebagai pemimpinnya.

Trump menulis “…I campaigned on getting troops out of Syria and other places. Now when I start getting out the Fake News media, or some failed Generals who were unable to do the job before I arrived, like to complain about me & my tactics, which are working. Just doing what I said I was going to do!”

“… Saya telah berkampanye untuk menarik pasukan dari Suriah dan tempat-tempat lain. Sekarang ketika saya akan mulai mengeluarkan (pasukan AS) media Palsu, atau beberapa Jenderal yang gagal yang tidak dapat melakukan pekerjaan sebelum saya, memprotes saya & taktik yang saya lakukan. Saya hanya melakukan apa yang telah saya katakan, saya akan melakukannya!”.

Donald Trump membuat banyak pengumuman yang kontroversial melalui twitter selama 2 tahun terakhir, seperti strategi perang baru untuk Afghanistan, penggunaan mother of bomb, memberikan otoritas untk melakukan kebrutalan kepada para jenderalnya, menambah pasukan, memenangkan perang Afghanistan dalam waktu enam bulan, memaksa Taliban untuk mengadakan pembicaraan dengan pemerintah boneka dan pengumuman serupa lainnya yang dianggap sebagai bagian utama dari strategi perang baru. Tetapi tweet terakhir tahun ini tidak mengherankan karena menurut Trump dia sudah siap untuk itu karena dia telah berjanji pada rakyat selama kampanye, tetapi selama dua tahun terakhir dia dipengaruhi oleh penolakan para jenderal dan sekarang tampaknya ia telah kembali ke kebijakan aslinya.

Imarah Islam dari awal sudah mencoba menjelaskan pada Trump dan publik Amerika mengenai kondisi Afghanistan melalui pernyataan terbuka. Tetapi Trump saat itu masih di bawah pengaruh para jenderal-jenderal yang ngotot sehingga ia mengumumkan bahwa tidak ada pembicaraan dengan Imarah Islam dan melanjutkan perang melalui twitter. Maka ketika hari ini Trump merasakan akan kekalahan tentaranya dalam waktu dekat, ia kembali ke kebijakan awalnya, dan menyebut protes dari jenderalnya yang berbahaya bagi Amerika. Ia menyatakan tekadnya untuk menarik pasukannya dari Afghanistan. Tweet terakhir tahun ini, dengan tegas menolak semua kritik atas kebijakannya tersebut.

Sebelum pengumuman penarikan pasukan, Trump dengan jelas menginstruksikan untuk mengadakan pembicaraan langsung dengan Taliban sebagai pembuka jalan bagi penarikan pasukan AS dari Afghanistan.

 

 

Sumber:  alemarah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *