Taliban Semakin tak Terbendung

Ketika Lawan Terlalu Meremehkan Taliban

Taliban terus membuat peningkatan secara bertahap di provinsi-provinsi di Afghanistan, meskipun serangan udara AS sepanjang tahun lalu meningkat. Militer AS terlalu meremehkan kemajuan yang diperoleh oleh Taliban, dengan menyatakan bahwa Taliban, “tidak menunjukkan keefektifan strategi Asia Selatan, maupun kemajuan menuju keamanan dan stabilitas di Afghanistan.” Namun, komandan terakhir pasukan AS mengatakan bahwa mengendalikan kontrol sejumlah 80 persen negara Afghanistan merupakan aspek yang krusial untuk mengalahkan Taliban.

Menurut laporan SIGAR (Special Investigator General for Afghan Reconstruction), Taliban telah meningkatkan kontrol dan pengaruh mereka ke tujuh distrik, atau sejumlah 1,7 persen sejak musim panas lalu. Kontrol populasi Taliban juga meningkat sejumlah 1,7 persen dalam kurun waktu antara Juli dan Oktober 2018 lalu.

SIGAR menerima data tersebut langsung dari Resolute Support, misi NATO di Afghanistan, dan dari Departemen Pertahanan AS. Menurut Resolute Support, pemerintah Afghanistan mengendalikan atau mempengaruhi 219 dari total 407 distrik di Afghanistan (53,8 persen). Sedangkan Taliban mengendalikan dan mempengaruhi 12,3 persen lainnya. Sisa 33,9 persennya masih diperebutkan.

FDD’s Long War Journal, (yang telah melacak status distrik-distrik di Afghanistan sejak tahun 2014), meyakini bahwa situasi keamanan di Afghanistan maupun status distrik-distrik tersebut berada dalam kondisi yang jauh lebih buruk daripada yang dilaporkan oleh Resolute Support.

LWJ menilai bahwa pemerintah Afghan mengontrol sebanyak 35,1 persen dari total 407 distrik, sedangkan Taliban mengontrol 13,0 persen lainnya. Adapun sisa 49,6 persen masih diperebutkan, sedangkan ada tujuh distrik (sekitar 1,7 persen), yang tidak dapat dinilai dengan akurat hingga saat ini.

Perbedaan mendasar antara metodologi milik Resolute Support dan LWJ adalah bahwa LWJ tidak menilai ‘pengaruh’, karena pengaruh hanyalah ukuran kontrol. LWJ meyakini bahwa Resolute Support mengenakan ‘pengaruh’ mereka untuk memodifikasi data dan memberikan yang lebih baik tentang situasi keamanan di Afghanistan. Hal tersebut bertujuan untuk menopang pemerintah Afghanistan. Pada beberapa kesempatan, LWJ telah mendeteksi bahwa RS ‘bermain-main’ tentang status distrik-distrik yang ada.

Ketika Taliban mendapatkan dukungan di Afghanistan, Pasukan Pertahanan Keamanan Nasional Afghanistan terus menyusut. Menurut SIGAR, ANSDF telah “menurun sebanyak 3,635 personel sejak kuartal terakhir, dan berada pada level terendah sejak dimulainya misi RS pada Januari 2015.

Taliban juga tetap mendapatkan dukungan meskipun serangan udara AS meningkat dengan tajam. Militer AS telah “menjatuhkan sebanyak 6.823 amunisi dalam 11 bulan pertama tahun 2018 lalu,” kata SIGAR. “Angka pada tahun ini sudah meningkat sejumlah 56 % dari jumlah total amunisi yang ditembakkan pada 2017 (4,361 amunisi), dan jumlah tersebut, adalah lima kali lipat total serangan pada 2016.”

Resolute Support mengatakan bahwa kontrol terhadap distrik tidaklah penting. Ucapan tersebut diucapkan oleh komandan terakhir Resolute Support.

Saat ini, Resolute Support tengah meremehkan pentingnya kendali pemerintah atas distrik-distrik di Afghanistan. SIGAR menyampaikan:

“Ketika memberikan data kontrol distrik dan populasi pada kuartal ini, DOD dan RS untuk pertama kalinya melaporkan bahwa data ini ‘tidak menunjukkan keefektifan strategi di Asia Selatan atau kemajuan menuju keamanan dan stabilitas di Afghanistan.” DOD dan RS juga menekankan kembali bahwa ada ‘beberapa contoh tidak pasti yang menghasilkan data,’ maupun adanya subjektivitas dalam penilaian yang melandasinya.”

Namun, Jendral Nicholson, komandan terakhir Resolute Support, pada bulan November 2017 mengatakan, bahwa tujuan untuk mengendalikan kembali 80 persen wilayah Afghanistan akan menjadi aspek yang sangat penting dalam peperangan melawan Taliban.

“Yang kami percaya, ini adalah hal yang diperlukan untuk menjadikan musuh sebagai irelevan (tinggal di daerah terpencil), atau damai, atau mereka akan mati,” kata Nicholson seperti dilansir oleh Reuters.

Peremehan Resolute Support terhadap pentingnya kontrol Taliban sangat bertentangan dengan segala hal yang berkaitan dengan pemberontakan. Di Afghanistan, Taliban telah mahir menggunakan daerah-daerah di bawah kendalinya untuk melanjutkan tujuannya, yaitu merebut kendali negara Afghanistan.

Ini bukan pertama kalinya Resolute Support dan militer AS meremehkan kontrol Taliban atas distrik-distrik di Afghanistan. Pada 2016, setelah SIGAR mendapatkan fakta bahwa Taliban perlahan-lahan mulai mendapatkan tanah, Nicholson berkata bahwa, “musuh kita mengatur daerah-daerah pedesaan yang memiliki dampak yang lebih kecil terhadap negara (Afghanistan) di masa depan.”

Lebih dari dua tahun kemudian, Taliban terus menggunakan ‘daerah pedesaan yang memiliki dampak lebih kecil terhadap negara di masa depan’ untuk meraih kemajuan-kemajuan.

 

Source: Longwarjournal

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *