Amerika Kena Batunya di Faryab

Awal Januari lalu, pasukan gabungan musuh menderita kerugian fisik dan logistik yang besar akibat serangan Mujahidin di distrik Dawalat Abad dan Shireen Tagab di provinsi Faryab. Konvoi militer besar hancur, menewaskan dan melukai personil pasukan penjajah serta merampas peralatan perang dalam jumlah yang cukup besar.

Pada Kamis malam (10/1), sebuah konvoi militer besar-besaran yang tiba di distrik Dawlat Abad untuk operasi diserang Mujahidin di daerah Bazar Kala, Topkhana dan Tortaha. Dalam kejadian tersebut 15 tank dan kendaraan dihancurkan, menewaskan lebih dari 10 boneka dan 9 lainnya terluka parah.

Kemudian, konvoi lainnya terjebak dan diserbu Mujahidin di daerah Faizabad di distrik Shireen Tagab, menghancurkan lebih dari 40 tank, kendaraan dan memasok truk sambil merusak 30 kendaraan dan tank lainnya, menewaskan 20 pasukan komando dan melukai 30 lainnya.

Beberapa waktu sebelumnya, komandan tinggi penjajah, Scott Miller dan Menteri Pertahanan rezim Kabul Asadullah Khalid dikawal oleh konvoi besar mengunjungi daerah itu. Mereka mengumumkan operasi besar-besaran dan bertekad untuk mengusir Mujahidin dari wilayah tersebut dan merebut kembali semua daerah yang hilang. Namun mereka gagal untuk mewujudkan tujuannya tetapi justru lebih memilih melarikan diri setelah diserang oleh Mujahidin.

Menteri Pertahanan rezim Kabul mendorong pasukannya untuk bertempur tetapi pasukannya justru melarikan diri dari medan perang meskipun mendapat bantuan udara dan darat dari penjajah.

Dalam serangan ini, musuh kalah telak sehingga semua tujuan jahat dan harapan kotornya hancur. Operasi Mujahidin berhasil berjalan lancar di seluruh negeri, tetapi musuh yang dilengkapi dengan persenjataan canggih tidak bisa merebut wilayah manapun dari Mujahidin, tetapi mereka terus melarikan diri dari medan perang dan kekalahan baru-baru ini di Faryab adalah contoh terbaru.

 

 

Sumber:  alemarah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *