Kasus Bunuh Diri Tentara Amerika Meningkat

Bunuh diri masih terus menghadirkan tantangan bagi Pentagon dan dinas militer, yang telah melembagakan banyak program untuk menyelamatkan jiwa, meningkatkan kesadaran dan mempromosikan pencegahan bunuh diri.

Angkatan Darat AS melaporkan adanya peningkatan kasus bunuh diri pada tentara aktif, di tahun 2018, menurut statistik, meskipun kematian akibat bunuh diri mengalami sedikit penurunan secara total.

Dari 321 total laporan, 138 berasal dari tentara yang masih aktif bertugas. Jumlah ini 22 kasus lebih banyak dari pada 2017, menurut statistik Departemen Pertahanan.

“Angkatan Darat terus bergulat dengan hilangnya terlalu banyak anggotanya karena bunuh diri,” kata juru bicara Angkatan Darat, Kolonel Kathleen Turner kepada Army Times dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat. “Kehilangan prajurit atau anggota keluarga Angkatan Darat karena bunuh diri adalah sebuah tragedi.”

Laporan bunuh diri triwulanan dari Departemen Pertahanan terbaru menyebut kembali tahun 2012, di mana terdapat total 325 kasus bunuh diri di Angkatan Darat. Angka itu turun menjadi 300 pada tahun 2013 dan kemudian ke level rendah 245 pada tahun 2014, sebelum naik kembali ke angka 279 pada tahun 2015 dan 2016, kemudian melompat lagi ke 303 pada tahun 2017.

Selama waktu enam tahun terakhir, jumlah kasus bunuh diri pada tentara aktif juga berfluktuasi. Angkatan Darat melaporkan 165 kasus bunuh diri pada tentara aktif pada tahun 2012, yang turun menjadi 121 pada tahun 2013, kemudian menjadi 126 pada tahun 2014 dan 120 pada tahun 2015. Tiga tahun terakhir, jumlahnya telah membengkak dan menurun dari 120 pada 2016 menjadi 116 pada 2017, kemudian kembali naik ke 138.

“Angkatan Darat telah membuat kemajuan, tetapi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” kata Turner.

Sementara itu, Korps Marinir melaporkan angka bunuh diri tertinggi dalam satu dekade, yaitu 75. Menurut Military.com, total kasus bunuh diri di empat layanan militer tersebut adalah yang tertinggi yang pernah mereka alami sejak 2012, yang merupakan tahun terburuk sejak laporan tersebut mulai dibuat pada tahun 2001.

“Kita harus terus memastikan komandan memiliki kebijakan dan sumber daya yang mereka butuhkan untuk mencegah bunuh diri, dan semua pemimpin memiliki alat untuk mengidentifikasi tentara yang mengalami depresi dan untuk melakukan campur tangan secara positif, dan bahwa semua tentara memandang mencari perawatan kesehatan mental sebagai usaha memulihkan kekuatan, “Kata Turner.

Menurut laporan tersebut, 321 kasus bunuh diri pada tentara aktif di tahun 2018 terdiri dari: 57 Marinir, 68 anggota Angkatan Laut, 58 anggota Angkatan Udara, dan 138 Angkatan Darat.

 

Sumber:  armytimes

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *