Target Serangan, Imarah Seru Warga Menjauh dari Markas Militer Asing

Imarah Islam akan mengintensifkan serangan di kota. Untuk menghindari korban sipil, masyarakat dihimbau menjauhi Penjajah dan sekutunya.

 

“Imarah Islam dengan hormat meminta semua warga Afghanistan agar jangan bermukim dan bepergian di dekat pangkalan penjajah asing. Penjajah adalah musuh agama kami dan tanah air kami dan berjihad melawan mereka adalah kewajiban setiap individu orang Afghanistan.”

Setelah berhasil dengan berbagai operasinya di daerah pedesaan, Imarah Islam akan mulai mengintensifkan dan fokus pada serangan perkotaan. Dalam sebuah rilis di alemarah, Imarah Islam mengklaim sukses menghancurkan kekuatan penjajah dan sekutunya (baik asing maupun lokal) di seluruh wilayah pedesaan Afghanistan.

Penjajah saat ini terkonsentrasi di perkotaan yang berpopulasi tinggi. Klaim Imarah Islam ini sesuai dengan fakta bahwa NATO menyarankan pada sekutu lokal agar meninggalkan daerah pedasaan yang sulit dikontrol dan lebih fokus di daerah perkotaan. Saran NATO tersebut dikeluarkan menyusul banyaknya serangan pada Pangkalan-pangkalan Militer dan cek poin di pedesaan yang sulit dijangkau dan memakan banyak korban tentara lokal yang didukung NATO.

Karena alasan itulah Imarah Islam (Taliban) mulai memfokuskan diri untuk menargetkan AS dan sekutunya di Markas besarnya di daerah perkotaan. Dalam rilisnya Imarah bertekad akan menghancurkan markas para penjajah AS di perkotaan dan memeksa mereka meninggalkan Afghanistan, sebagaimana mereka telah menghancurkan markas militer di pedesaan dan memaksa para penjajah untuk pergi karena ketakutan dengan serangan Mujahidin.

Di akhir rilisnya mujahidin Imarah Islam menghimbau semua rakyat Afghanistan agar menjauhi pangkalan militer AS dan sekutunya agar tidak menjadi korban serangan yang sebenarnya hanya menargetkan para penjajah dan kaki tangannya.

Berikut terjemahan rilis lengkap dari Imarah Islam Afghanistan dari situs resminya:

Serangan Perkotaan Dan Himbauan

Dengan pertolongan Allah, perjuangan selama tujuh belas tahun terakhir telah mengakibatkan penjajah asing menarik diri dari daerah pedesaan di seluruh Afghanistan dan kendali mereka terbatas pada daerah perkotaan. Tetapi bahkan di sana, para penjajah menghabiskan waktu mereka dalam suasana ketakutan yang luar biasa sehingga mereka harus diangkut dengan helikopter dari bandara Kabul ke kedutaan AS.

Ketika para penjajah asing telah menempatkan diri mereka di pusat-pusat populasi, serangan-serangan perkotaan menjadi semakin tidak terhindarkan bagi Mujahidin, sama seperti sebuah bom truk yang menargetkan pusat para penjajah asing bernama ‘Green Village’ yang terletak di bagian timur Kabul pada 14 Januari 2019, yang diikuti oleh pasukan berani mati yang melakukan serangan bersenjata. Mujahidin telah menyusun rencana untuk serangan yang lebih mematikan terhadap benteng terakhir yang tersisa sehingga penjajah dipaksa untuk menerima kehendak rakyat Afghan dan mengakhiri penjajahan keji mereka.

Namun, masalah penting dalam serangan perkotaan ini, Mujahidin sangat berhati-hati dalam perencanaan dan eksekusinya untuk mencegah korban sipil. Imarah Islam berusaha sekuat tenaga menjaga kehidupan dan harta benda orang yang tidak bersalah, perlindungan warga sipil menjadi prioritas utama Mujahidin. Hal itu terbukti ketika korban bom truk besar itu hanya orang asing dan sekutu mereka, sementara penduduk setempat hanya sedikit terluka oleh pecahan kaca yang pecah karena gelombang ledakan besar.

Tetapi media yang didanai oleh penjajah dan sekutunya merusaha menyembunyikan korban dan kerugian dari pihak penjajah dan sekutunya, sebaliknya berusaha membesar-besarkan luka-luka yang diderita rakyat sipil.

Mujahidin Imarah Islam sudah berusaha sekuat tenaga untuk mencegah korban sipil namun masih melukai beberapa orang. Maka Imarah Islam dengan hormat meminta semua warga Afghanistan agar jangan bermukim dan bepergian di dekat pangkalan penjajah asing. Penjajah adalah musuh agama kami dan tanah air kami dan berjihad melawan mereka adalah kewajiban setiap individu orang Afghanistan. Sama seperti kami berhasil menghancurkan markas mereka di daerah pedesaan Afghanistan dengan pertolongan Allah, kami bertekad akan menghancurkan mereka di kota-kota untuk memaksa mereka untuk menarik diri dari tanah air rakyat Afghanistan.

Karena penargetan penjajah asing adalah tujuan utama Mujahidin Imarah Islam, keselamatan dan perlindungan warga sipil tak berdosa juga merupakan kewajiban agama dan kemanusiaan. Operasi Mujahidin yang berhati-hati telah mengakibatkan perang Afghanistan selama tujuh belas tahun menjadi perang dengan tingkat korban sipil terendah dalam sejarah. Darah seorang Muslim dan rakyat Afghanistan sama berharganya dengan seluruh umat manusia. Rakyat Afghan dan dunia jangan tertipu dengan propaganda berita palsu. Mujahidin Imarah Islam tidak pernah melakukan serangan yang ceroboh dan tidak bertanggung jawab, tetapi hanya menyerang pangkalan penjajah asing dengan presisi tinggi.

 

Sumber:  alemarah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *