USAID Stop Bantuan Secara Total ke Palestina

The United States Agency for International Development (USAID) telah secara resmi menghentikan semua bantuan kepada orang-orang Palestina di Tepi Barat dan.

Menurut Reuters, langkah itu sejalan dengan tenggat waktu 31 Januari yang ditetapkan oleh Undang-Undang Klarifikasi Anti-Terorisme (ATCA). UU tersebut adalah UU yang baru disahkan, yang memungkinkan Amerika menuntut para penerima bantuan asing di pengadilan AS atas dugaan keterlibatan dalam “aksi perang.”

Reuters mengutip seorang pejabat senior AS yang mengonfirmasi bahwa semua aktivitas USAID dihentikan di Wilayah Palestina, termasuk bantuan senilai 60 juta dolar AS untuk pasukan keamanan Palestina.

Menyusul pengesahan ATCA, Otoritas Palestina (Palestinian Authority/PA), menurut Reuters, menolak pendanaan AS untuk pasukan keamanannya dan cabang-cabang pemerintahan lainnya, karena kekhawatiran mereka dapat terkena tuntutan hukum anti-terorisme.

“Atas permintaan Otoritas Palestina, kami telah menghentikan beberapa proyek dan program tertentu yang didanai dengan bantuan di bawah otoritas yang ditentukan dalam ATCA di Tepi Barat dan Gaza,” tulis Reuters mengutip perkataan pejabat itu.

Pejabat itu tidak mengklarifikasi berapa lama penghentian dana akan berlangsung, meskipun analis berspekulasi bahwa dana AS dapat kembali ke Wilayah Palestina jika pejabat lokal setuju untuk negosiasi perdamaian yang dipimpin Amerika, sesuatu yang telah diboikot warga Palestina sejak keputusan Donald Trump 2017, yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Menurut laporan itu, saat ini tidak ada langkah yang diambil untuk menutup misi USAID di wilayah Palestina, dan tidak ada keputusan yang dibuat mengenai penempatan staf di misi USAID di Kedutaan Besar AS di masa depan.

Pada November 2018, USAID mengumumkan bahwa pada awal 2019, kegiatan mereka akan sepenuhnya ditutup, meninggalkan ribuan institusi dan bisnis Palestina lokal yang mendapat manfaat dari pendanaan USAID dengan tangan kosong.

Selama lebih dari 20 tahun, USAID telah menyediakan sekitar $ 5,5 miliar untuk proyek infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi di wilayah Palestina yang dijajah.

Sejak menjabat, Trump telah memangkas sekitar US $ 500 juta bantuan AS untuk Palestina, membuat banyak organisasi dan program bantuan kekurangan uang tunai.

Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA), yang menyediakan layanan penting bagi sekitar 5 juta pengungsi Palestina di Timur Tengah, menerima pukulan terbesar ketika AS menarik semua pendanaannya, sekitar $ 350 juta per tahun, pada tahun lalu.

Pemotongan pendanaan telah mengancam penutupan sekolah dan klinik UNRWA, serta pengurangan dalam program layanan kesehatan dan bantuan makanan.

Bulan lalu, Program Pangan Dunia (WFP), yang memberikan bantuan kepada 250.000 warga Palestina di Gaza dan 110.000 orang di Tepi Barat, mengumumkan pengurangan besar-besaran dan penangguhan bantuan bagi penerima bantuan Palestina karena kekurangan dana akibat pemotongan bantuan AS.

Krisis keuangan organisasi-organisasi seperti UNRWA dan WFP akan secara signifikan mempengaruhi para pengungsi Palestina di Gaza, yang memiliki persentase lebih dari 70% dari 2 juta penduduk di wilayah Gaza.

 

Sumber:  mondoweiss

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *