Almuhaisini Menyoal Toleransi dalam Islam

Perang Narasi Tentang Toleransi

Islam adalah agama yang toleran. Dalam artian, Islam memiliki prinsip-prinsip dan ajaran-ajaran yang mengatur seluruh lini kehidupan manusia, mulai dari perang, masuk ke kamar kecil, hingga interaksi antar sesama manusia.

Rasulullah ﷺ telah mengajarkan kepada kita cara untuk bersikap toleran terhadap orang-orang kafir, tanpa mengorbankan Aqidah, tanpa menjilat. Salah satu toleransi yang Rasulullah ajarkan adalah ketika beliau menghapus beberapa kalimat dari perjanjian Hudaibiyah.

*Akan tetapi toleransi Islam itu sendiri banyak disalahartikan. Perang narasi terus digaungkan untuk merusak pemahaman kaum Muslimin. Terutama karena musuh-musuh Islam terus memaparkan lewat media-media mainstream mereka, bahwa, “jika umat Islam ingin dicap sebagai umat yang toleran, maka umat Islam harus mengorbankan aqidah mereka”.

Di antara syubhat-syubhat yang dipaparkan oleh media-media mainstream untuk mencoba menyesatkan para pemuda Muslim, adalah ungkapan bahwa (agama Islam adalah agama toleransi) dan menyimpulkan bahwa (kaum Muslimin tidak memiliki masalah dengan orang Yahudi dan Nasrani, masalah kita dengan mereka muncul hanya karena mereka menjajah tanah kita. Seandainya mereka tidak menjajah tanah kita, maka tidak ada masalah antara kita dengan mereka).

Ini adalah ungkapan yang berbahaya!

Masalah antara kita dengan orang Yahudi dan Nasrani adalah bahwa mereka telah menyakiti Allah, karena mereka menisbatkan anak kepada Allah (Nasrani), dan menyatakan bahwa tangan Allah terbelenggu (Yahudi)! Toleransi macam apa ini? Adapun toleransi dengan menganggap bahwa Yahudi dan Nasrani adalah agama samawi, maka sesungguhnya mereka telah menyimpang dari ajaran agama mereka yang benar. Karena jika seandainya mereka mengikuti ajaran agama mereka yang benar, maka hal tersebut akan menunjukkan mereka kepada Islam.

Oleh karena itu, Allah ﷻ berfirman:

اَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوْا عَدُوِّيْ وَعَدُوَّكُمْ اَوْلِيَاۤءَ تُلْقُوْنَ اِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوْا بِمَا جَاۤءَكُمْ مِّنَ الْحَقِّ     ۚ يُخْرِجُوْنَ الرَّسُوْلَ وَاِيَّاكُمْ اَنْ تُؤْمِنُوْا بِاللّٰهِ رَبِّكُمْۗ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman-teman setia sehingga kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal mereka telah ingkar kepada kebenaran yang disampaikan kepadamu. Mereka mengusir Rasul dan kamu sendiri karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu.” (Q.S. Al-Mumtahanah: 1).

Maka jangan sampai ungkapan-ungkapan dan slogan-slogan yang terus digemakan oleh media mainstream seperti itu membuat kita, para pemuda Islam, menjadi ragu-ragu. Begitu pula jangan sampai kita tertipu oleh orang-orang yang terus menggaungkan slogan-slogan tadi dan mengaitkannya dengan ayat-ayat al-Qur’an, padahal mereka mengingkari sebagian ayat al-Qur’an yang lain…

Ketahuilah wahai para pemuda Islam, bahwa ketika sebagian dari kaum Muslimin berusaha menjilat orang-orang kafir dengan cara mengorbankan Aqidah mereka agar dicap sebagai ‘Islam yang Toleran’, maka sesungguhnya permusuhan mereka kepada umat Islam tidaklah berkurang. Mereka tidak mengurangi pembantaian yang mereka lakukan di Afghanistan, Irak, Yaman, Suriah, dan lainnya. Toleransilah dalam sikap dan tingkah laku, bukan dalam permasalahan aqidah

 

Sumber: Telegram Syaikh Abdullah al-Mohaisini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *