Amerika-Afrika Tingkatkan Serangan ke Al-Qaeda Somalia

Militer AS telah meningkatkan penargetan mereka terhadap al Shabaab, cabang al-Qaeda di Somalia dan Afrika Timur. Sejak tahun baru 2019, Komando Afrika AS (AFRICOM) telah menyerang al Shabaab sebanyak 14 kali. AFRICOM mengakui bahwa serangan udara tidak cukup untuk menghentika al Shabaab, tetapi dapat mendukung upaya pemerintah Somalia (untuk memerangi al Shabaab).

Pada 8 Februari kemarin, AFRICOM mengumumkan bahwa mereka menargetkan al Shabaab dua kali selama 48 jam terakhir. Pada 6 Februari, AFRICOM menyerang al Shabaab di Gandarshe dan menewaskan 11 pejuangnya. Serangan lain pada 7 Februari di Barrire, bersamaan dengan pasukan Somalia, menewaskan 4 orang pejuang al Shabaab.

Ada tiga serangan kepada al Shabaab selama seminggu terakhir. Pada 5 Februari, AFRICOM meluncurkan serangan udara di dekat Leego yang merupakan ‘pusat keuangan para Mujahidin’, yang menewaskan dua pejuang. AFRICOM juga menewaskan 14 pejuang al Shabaab dalam dua operasi di Gandarshe pada 1 Februari, dan lagi pada 3 Februari.

Langkah serangan terhadap jaringan al Shabaab di Somalia telah meningkat, meskipun ada laporan bahwa militer AS sedang berusaha untuk melepaskan diri dari negara-negara yang dilanda perang. AS telah meluncurkan lima serangan terhadap al Shabaab pada Februari 2019, sembilan serangan pada Januari 2019, sepuluh serangan pada Desember 2018, dan sembilan serangan lagi pada November 2018, menurut data yang dikumpulkan oleh FDD Long War Journal.

AS dan negara-negara tetangga Afrika telah memerangi al Shabaab selama lebih dari satu dekade. Terlepas dari serangan AS, al Shabaab mempertahankan serangan mereka yang efektif. Al Shabaab mengontrol daerah pedesaan yang luas di Somalia selatan dan tengah, dan terus berusaha untuk merebut kota-kota besar dan kota-kota kecil di Somalia.

AFRICOM sangat menyadari bahwa serangan terhadap al Shabaab tidak akan mampu mengalahkan kelompok tersebut. Dalam sebuah kesaksian di hadapan Komite Angkatan Bersenjata Senat pada awal minggu ini, panglima AFRICOM, Jenderal Thomas Waldhauser mengatakan bahwa serangan-serangan tersebut dirancang untuk mendukung pemerintah Somalia yang tengah memerangi al Shabaab dan berusaha untuk mengendalikan lagi negaranya.

“Pada akhirnya, serangan-serangan ini tidak akan mampu mengalahkan al Shabaab, tetapi serangan-serangan tersebut akan memberikan kesempatan bagi pemerintah federal dan Tentara Nasional Somalia untuk tumbuh dan mendapatkan keamanan di negara tersebut,” kata Waldhauser kepada Komite Angkatan Bersenjata Senat.

“Kami tahu bahwa serangan-serangan (terhadap al Shabaab) tersebut menyebabkan banyak masalah, kami tahu bahwa mereka sedang mencegahnya. Ini adalah sebuah pertanyaan terbuka mengenai berapa banyak (serangan tersebut).” Lanjutnya.

 

Source:  longwarjournal

 

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *