Al-Muhaisini: Umat Akan Terdampak dari Setiap Kesalahan Mujahidin

Syaikh Al-Muhaisini dalam channel resmi telegram beliau mengungkapkan beberapa evaluasi di medan jihad. Di antaranya adalah banyak dari organisasi maupun pergerakan jihad yang mengulang-ulang kesalahan yang sama pada tiap generasinya. Padahal sebenarnya, solusi dari tiap-tiap kesalahan tersebut telah ditemukan oleh para pendahulunya. Berikut ungkapan beliau:

Saya telah merenungkan situasi di medan-medan jihad dan pergerakan-pergerakan (Islam) sejak runtuhnya khilafah Islamiyyah di Turki Utsmani, hingga hari ini. Maka kita akan mendapati fakta bahwa pergerakan jihad maupun pergerakan Islam masih memerlukan banyak evaluasi dan introspeksi korektif… Dari Aljazair pada peristiwa tahun 80 an, sampai pada jihad Irak dan yang semasanya…

Evaluasi dan introspeksi seringnya datang terlambat, yaitu ketika umat Islam telah kehilangan momentum dan kesempatan besar untuk bangkit. Kesempatan kita terbatas, dan para musuh-musuh Islam terus mengintai kita…

Yang terburuk adalah kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh pergerakan Jihad maupun pergerakan Islam (secara umum) dan kesalahan yang sama masih dilakukan oleh saudara-saudara kita yang lainnya, bahkan yang sudah berpengalaman sekalipun. Bahkan di antara orang-orang berpengalaman yang terjerumus kepada kesalahan tersebut adalah orang-orang yang suka menulis tulisan-tulisan dan menasehati pergerakan-pergerakan Islam akan kesalahan mereka. Bahkan mungkin nasehat mereka tersebut menggambarkan ketidak fahaman mereka tentang medan jihad, ataupun ketidak dewasaan mereka, atau penyimpangan-penyimpangan yang mereka lakukan…

Orang-orang tersebut mengulangi kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan oleh pergerakan-pergerakan jihad sebelum mereka. Kemudian mereka akan sampai pada hasil yang sama, mereka mempelajari kesalahan-kesalahan tersebut, kemudian mereka akan saling memberikan nasehat. Lalu datanglah generasi baru, sedang pergerakan tersebut masih mengulang-ulang kesalahan yang sama. Dan kita terjebak dalam lingkaran pengetahuan (tanpa ada perubahan berarti).

Contohnya: Saya mulai menulis beberapa kesalahan yang kita lakukan di medan jihad di bumi Syam. Ketika saya mulai mengumpulkan hal-hal yang telah saya tulis, saya mendapati bahwa apa yang telah saya tulis sebelumnya telah disimpulkan oleh Abu Mush’ab as-Suri -semoga Allah melipatgandakan pahalanya- terlebih dahulu.

Maka saya berkata kepada diri saya, “Sampai kapan putaran seperti ini akan terus berlangsung. Setiap mujahid yang melanggar nasehat dari para pendahulu gerakannya, dan bersikeras untuk melanjutkan percobaan dengan metode mereka sendiri, maka mereka akan sampai pada hasil yang tidak jelas!”

Dan musibahnya adalah bahwa umat Islam-lah yang membayar harganya (untuk setiap percobaan atau penelitian baru, umat-lah yang membayar harganya).

Penyebab dari hal-hal seperti ini adalah: Sikap merasa tinggi terhadap orang yang memberikan nasehat atau masukan kepadanya, mengabaikan / menghancurkan isyarat para pendahulunya, dan merasa sombong terhadap pendapatnya sendiri.

Wallahu A’lam bis Shawab.

 

sumber: Telegram Syaikh Abdullah al-Muhaisini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *