Apa yang Akan Dibahas Taliban dan Amerika di Qatar?

Topik utama yang akan dibahas dalam pembicaraan antara Taliban dan Pejabat AS di Qatar adalah soal penarikan pasukan AS dari Afghanistan, gencatan senjata yang komperhensif, pembicaraan langsung antara pemerintah Afghanistan dan jaminan dari Taliban bahwa Afghanistan tidak akan digunakan sebagai ancaman terhadap negara lain. Begitulah agenda yang akan dibahas di Qatar kata Haroon Chakhansuri, juru bicara presiden Ghani.

Chakhansuri mengatakan jika mereka (pemerintah Afghanistan) berharap bahwa tim Taliban memiliki wewenang untuk berbicara tentang gencatan senjata kali ini. “Perwakilan Taliban dalam pembicaraan sebelumnya mengatakan kepada Khalilzad bahwa mereka tidak memiliki wewenang untuk membahas gencatan senjata dan pembicaraan dengan pemerintah Afghanistan. Kali ini, diharapkan mereka telah memperoleh wewenang untuk bericara (mengenai hal-hal tersebut),” kata Chakhansuri.

Baca juga:

Chakhansuri mengatakan bahwa setiap keputusan tentang pencabutan sanksi terhadap anggota Taliban, akan dibuat melalui konsultasi dengan pemerintah Afghanistan. “Jika pembicaraan langsung dimulai dan Taliban benar-benar ingin damai, maka masalah ini dapat didiskusikan. Apakah larangan bepergian (ke luar negeri) akan dicabut dari mereka atau tidak,” tambah Chakhansuri.

Hal ini terjadi setelah Perwakilan Khusus AS untuk Duta Besar Rekonsiliasi Afghanistan Zalmay Khalilzad bertemu dengan rivalnya dari Rusia, Zamir Kabulov. Mereka bertemu pada hari Jum’at dan mengatakan bahwa mereka akan mencari opsi untuk mengamankan izin dari PBB terhadap anggota Taliban yang terkena sanksi untuk melakukan perjalanan dalam rangka menghadiri pembicaraan damai tersebut.

Sebelum ini, pemerintah Afghanistan mengajukan surat aduan ke PBB tentang kehadiran anggota Taliban yang telah disetujui di Moskow, dan kemudian mengajukan pengaduan lain ke DK PBB tentang jadwal pertemuan antara Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, dan perwakilan Taliban yang berada dalam daftar blacklist PBB / AS.

Pertemuan yang dijadwalkan pada 18 Februari antara Khan dan Taliban dibatalkan setelah adanya keluhan dari Kabul.

Beberapa sumber yang dekat dengan Taliban mengatakan bahwa penarikan pasukan AS, mengakhiri hubungan Taliban dengan kelompok gerilyawan lainnya. Taliban juga menjamin bahwa Afghanistan tidak akan digunakan sebagai tempat ancaman terhadap negara-negara lain. Hal-hal tersebut merupakan beberapa perkara yang akan didiskusikan juga di Qatar.

Baca juga:

Sumber-sumber tersebut mengatakan; ‘dalam putaran kelima perbincangan tersebut, kedua belah pihak diharapkan menyelesaikan masalah-masalah penting yang telah mereka diskusikan dalam putaran-putaran sebelumnya.’

“Saya pikir kali ini kedua belah pihak akan berbicara tentang tugas-tugas yang telah mereka lakukan. Mereka juga akan mendiskusikan masalah-masalah yang telah disepakati oleh AS dan Taliban dalam pembicaraan sebelumnya,” kata Hassan Haqyar, seorang analis urusan politik.

TOLOnews telah mndapatkan salinan tentang surat pengaduan dari pemerintah Afghanistan ke PBB atas perjalanan yang dilakukan oleh anggota Taliban yang terkena sanksi. Daftar tersebut memasukkan nama-nama seperti; Sher Mohammad Abbas Stanekzai, Ziaurrahman Madani, Abdul Salam Hanafi, Shahabuddin Dilawar, Abdul Latif Mansour, Amir Khan Mutaqi, Fazl Mohammad Mazlom, dan Noorullah Noori, yang merupakan anggota tim negosiasi Taliban.

 

Sumber:  Tolonews

 

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *