Faksi Jihad Suriah Beberkan Pelajaran Penting dari Jihad Afghanistan

Jabhah Ansharuddin: Hikmah Yang Bisa Dipetik Dari Perang Afghan

Salah satu faksi jihad Suriah, Jabhah Ansharuddin, memberikan catatan perjalanan jihad rakyat dan Imarah Islam Afghanistan hingga meraih kemenangan. Faksi jihad yang merupakan salah satu pendiri Haiah Tahrir Syam (HTS) ini mengurai keberhasilan mujahidin Afghanistan dari permulaannya hingga meraih kemenangan. Berikut rilis resmi Jabhah Ansharuddin mengenai hikmah yang bisa diambil dari jihad Afghanistan:

 

Segala puji bagi Allah, yang berfirman:

قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِينَ (14) وَيُذْهِبْ غَيْظَ قُلُوبِهِمْ ۗ وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ (15)

“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman (14) Dan menghilangkan panas hati orang-orang mukmin. Dan Allah menerima taubat orang yang dikehendaki-Nya. Allah maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana (15)”. (Q.S. At-Taubah: 14-15).

Shalawat dan salam kita haturkan kepada pemimpin para Mujahidin, Rasulullah ﷺ yang bersabda dalam hadits shahih:

بُعِثْتُ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ بِالسَّيْفِ حَتَّى يُعْبَدَ اللَّهُ وَحْدَهُ لَا يُشْرَكَ بِهِ شَيْءٌ وَجُعِلَ رِزْقِي تَحْتَ ظِلِّ رُمْحِي وَجُعِلَ الذِّلَّةُ وَالصَّغَارُ عَلَى مَنْ خَالَفَ أَمْرِي، وَمَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ. (رواه أحمد)

“Aku diutus dengan pedang sampai mendekati kiamat, sehingga nanti hanya Allah yang disembah serta tak ada yang menyekutukanNya. Rezekiku berada di bawah naungan tombakku. (Selain itu), kehinaan dan kerendahan itu diperuntukkan bagi mereka yang tak mematuhi perintahku. Barangsiapa yang menyerupai suatu kelompok maka dia bagian dari kelompok tersebut.” (H.R. Ahmad)

Amma ba’du:

Kaum Muslimin di belahan bumi Timur maupun Barat telah kembali disadarkan oleh berita pertempuran yang dahsyat, yang dikobarkan oleh orang-orang yang percaya kepada janji Allah atas mereka. Untuk menghapus kezhaliman dari akarnya, dan melepaskan kejahatan dari pondasinya, juga untuk menggantikan kegelapan dengan cahaya Islam yang dibangun di atas pengorbanan, bukan aspirasi semata.

Pertempuran tersebut dikobarkan oleh sembilan singa-singa Islam di Afghanistan, yang menyerbu pangkalan Shurab, mereka teringat dengan jalan para leluhur mereka dalam insiden Shah-i-Kot dan kastil Jaanji.

Baca juga:

Mereka termotivasi oleh status mereka sebagai cucu dari orang-orang yang terlibat dalam insiden tersebut. Dan mereka berniat untuk memperbaiki agama mereka, dengan tekad para leluhur mereka dalam melawan musuh-musuhnya, seperti Maulawi Saifullah Manshur, dan Maulawi Jalaluddin Haqqani -semoga Allah merahmati mereka berdua-. Agar mereka dapat menggambarkan jalan perubahan yang benar bagi umat Islam. Maka pertempuran di Shurab tersebut menyejukkan hati orang-orang yang beriman, karena pertempuran tersebut tidak lain hanyalah pelengkap hari-hari yang penuh dengan kesabaran dan ketabahan selama delapan belas tahun.

Pertempuran tersebut memaksa para pemimpin pasukan penjajah untuk mengakui kekalahan mereka dan ketidakmungkinan mereka untuk meraih kemenangan atas Mujahidin Imarah Islam Afghanistan.

Dan kami turut bersukacita dan bergembira atas kemenangan dari aksi yang penuh berkah ini. Kami juga berdoa kepada Allah agar menerima amalan para Ikhwan yang menyerbu pangkalan Shurab tersebut, dan agar Allah meninggikan derajat mereka, serta menerima amalan para Ikhwan yang ikut merencanakan dan melengkapi aksi tersebut. Kita dapat mengambil pelajaran dari aksi tersebut, bagi umat Islam pada umumnya, dan bagi para Mujahidin Suriah pada khususnya.

Pertama: Perjalanan Jihad Afghanistan adalah perjalanan yang panjang dan agung dalam setiap tahunnya dan pengorbanannya, jika dibandingkan dengan pengalaman Jihad di negara lainnya. Seyogyanya kita membaca segala perincian kisah Jihad Afghanistan, terutama pada masa sulitnya dan perjalanannya dari tahap lemah -setelah jatuhnya Imarah Islamiyah- sampai pada tahap ‘memetik buah’ pada saat ini.

Baca juga:

Kedua: Sesungguhnya makar dunia internasional tidak jauh dari perjalanan Jihad Afghanistan yang penuh berkah. Musuh mencoba dengan berbagai cara dan metode untuk memecah belah barisan umat Islam dan memadamkan api Jihad, kadang dengan kekuatan lunak, tetapi juga kadang dengan menggunakan kekerasan. Semua upaya regional maupun internasional yang mereka kerahkan telah gagal, dengan izin Allah, kemudian dengan keteguhan para pemimpin dan para Mujahidin, serta dengan mobilisasi dari masyarakat sekitar dengan satu tujuan; yaitu untuk menyingkirkan pasukan penjajah dan menerapkan aturan Allah di muka bumi.

Ketiga: Mujahidin Imarah Islam Afghanista tidak pernah duduk untuk bernegosiasi dengan musuh sampai mereka telah menghancurkan musuh tersebut di medan perang. Politik ditulis dengan senjata, adapun garis besar negosiasi ditulis oleh tangan yang sama yang telah mengalahkan para penjajah di medan perang. Di mana hal tersebut memaksa para musuh untuk memenuhi syarat-syarat politik agar negosiasi tersebut dapat dipenuhi. Kita memohon kepada Allah untuk meneguhkan para Mujahidin Imarah Islam di jalan-Nya sampai datangnya kemenangan.

Keempat: Segala bentuk ketabahan merupakan bersumber dari prinsip-prinsip para Mujahidin dan keyakinan mereka akan datangnya pertologan Allah, dan di sisi lain mereka juga memiliki keinginan untuk bertempur. Itulah kata kunci para Mujahidin dalam transisi mereka dari tahap ketabahan hingga mencapai tahap ‘memetik buah’.

Baca juga:

Pada masa-masa sulit Jihad Afghan, Imam Mullah Umar -rahimahullah- pernah berkata, “Allah menjanjikan kemenangan kepada kita, sedangkan Bush menjanjikan kekalahan kita, maka hendaklah kita lihat janji mana yang tercapai.” Juga perkataan beliau di saat runtuhnya pemerintahan Islam di Afghanistan, “Amerika adalah negara yang besar, tetapi pikirannya kecil dan sombong. Mereka kuat dengan pesawat-pesawatnya, bom-bomnya, dan alat-alat militer mereka, tetapi secara makna, mereka sangatlah lemah.”

Maka tahun demi tahun berlalu, dan situasi juga berubah. Kita dapat melihat bahwa para penjajah saat ini memohon kepada para Mujahidin IIA untuk bernegosiasi dan mengumumkan akhir dari penjajahan mereka. Bahkan, mereka meninggalkan Afghanistan untuk diperintah oleh Mujahidin. Segala puji bagi Allah.

Kelima: Petempuran heroik ini dikobarkan oleh sembilan orang pahlawan dari kalangan Mujahidin. Dan dalam kejadian ini ada hikmah dan pelajaran yang bisa diambil oleh Mujahidin Syam, yaitu dengan memperhatikan jenis-jenis operasi yang mempengaruhi dampak peningkatan Jihad, sehingga mereka dapat menekan pertempuran, karena dampaknya sangat besar bagi mereka, namun sedikit bagi musuh.

Sebagai penutup kami ucapkan: Wahai para Mujahidin di bumi Syam! Sesungguhnya para pelopor perjuangan umat dari Timur hingga ke Barat terlibat dalam pertempuran untuk membebaskan umat Islam. Karena sesungguhnya jika kalian teguh, itu akan menjadi pertolongan tersendiri bagi para Mujahidin tersebut, dan keteguhan mereka juga akan menjadi pertolongan tersendiri bagi kalian. Tidaklah kalian dan mereka kecuali hanyalah berlomba dan bersaing untuk mempertahankan agama Islam, harga diri umat Islam, dan tanah umat Islam. Maka hendaklah kita saling berlomba-lomba dalam kebaikan.

Alhamdulillahi Rabbil Alamin

Jabhah Ansharud Din

 

 

Sumber:   Jihadology

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *