Rilis Resmi Al Shabaab Mengenai Penyerangan ‘Hotel’ di Mogadishu

Rilis Resmi Al Shabaab Mengenai Penyerangan ‘Hotel’ di Mogadishu

Mujahidin melancarkan serangan terhadap sebuah “hotel” pemerintah di Jalan Mekkah di Mogadishu, ibukota Somalia. Hotel yang ditargetkan tersebut adalah salah satu tempat kemurtadan yang paling menonjol di ibukota. Hotel tersebut juga dijadikan sebagai pangkalan militer oleh pemerintah Somalia, selama wilayah Mogadishu dikontrol oleh Mujahidin sejak 2010. Di hotel tersebut juga diletakkan berbagai bentuk senjata pertahanan dan penembak jitu.

Hotel tersebut juga dikenal sebagai markas dari para intelijen Somalia, di mana para pejabat senior keamanan, militer, dan politik berkumpul. Hal tersebut mendorong Mujahidin untuk menargetkan hotel tersebut selama berkali-kali sebelumnya, yang menewaskan puluhan pejabat.

Perlu disebutkan bahwa Hotel Mekkah yang ditargetkan oleh Mujahidin tersebut adalah hotel yang mirip dengan Hotel Al Jazeera, Hotel Press, dan Hotel SYL yang terletak di sebelah Istana Kepresidenan. Semua Hotel tersebut adalah hotel milik pemerintah yang sering dikunjungi oleh para pejabat dan para pemimpin Tentara Salib. Hotel-hotel tersebut juga tidak diizinkan untuk dikunjungi oleh warga sipil Somalia. Hotel-hotel tersebut juga tidak terlalu populer di kalangar warga sipil, sebagaimana yang ditampilkan dalam gambar-gambar media.

Atas izin Allah, Mujahidin berhasil mencapai ketua tentara murtad di dalam hotel tersebut, setelah sebuah bom mobil diledakkan untuk menghancurkan pertahanan di depan hotel tersebut. Kemudian pasukan penyerbu masuk ke gedung hotel dan mengakibatkan terjadi baku tembak yang sangat dahsyat dengan para penjaga yang bersenjata. Selama baku tembak, semua penjaga tewas dan bangunan hotel dikendalikan oleh Mujahidin sepenuhnya selama sekitar 24 jam terus menerus. Para ksatria Islam dan para pahlawan bangsa tersebut terus menerus berjuang untuk meresons adanya kampanye infiltrasi yang dilakukan oleh Pasukan Khusus yang dilatih oleh AS, beserta pasukan tentara salib, yang kesemuanya gagal masuk ke dalam gedung. Serangan berakhir dengan hasil lebih dari 45 tentara murtad tewas dan 90 lainnya luka-luka.

Sedangkan dari kalangan Mujahidin, sebanyak 4 orang Mujahidin dan pasukan penyerbu mendapatkan kesyahidan -semoga Allah menerima amalan mereka-, sementara sisanya berhasil kembali dengan selamat, atasi izin Allah.

Pada kesempatan ini, kami tegaskan peringatan kami kepada umat Islam agar tidak mendekat kepada tempat-tempat (dan markas-markas) milik pemerintah yang sudah kami umumkan tadi. Mereka adalah target kami. Kami akan mengejar para pemimpin dan tentara mereka di setiap markas yang mereka berlindung di dalamnya, baik markas tersebut berupa ‘hotel’ atau ‘restoran’, di mana mereka menyesatkan manusia dan menuduh bahwa Mujahidin membunuh warga sipil, dan mereka menggiring opini publik bahwa Mujahidin membunuh sesama Muslim.

Kami mengkonfirmasikan bahwa tujuan pergerakan kami adalah untuk melumpuhkan pilar-pilar pemerintah murtad, strukturnya, institusinya, intelijennya, pasukan keamanannya, dan militernya. Dan hal ini tidak akan tercapai kecuali dengan menyerang mereka di markas-markas dan tempat-tempat milik mereka dengan serangan yang dahsyat, di mana tempat-tempat tersebut adalah tempat yang besifat ekslusif dan sangat jarang dikunjungi oleh umat Islam.

Dan mengenai serangan yang tertarget tadi, jika bukan karena rahmat dari Allah, maka para Mujahidin Somalia tidak akan bisa mengalahkan pasukan kafir dan murtad yang telah menggabungkan personel dan senjata mereka untuk merusak benteng jihad di Afrika Timur. Dan ketika kami menyaksikan penarikan mundur tentara bayaran Amerika secara beruntun dari negeri-negeri umat Islam, mereka mundur dalam keadaan hina dan tercela. Mereka dikejar-kejar oleh senjata-senjata milik Mujahidin yang tidak rela ketika agamanya dihinakan.

Wallahu A’lam bis Shawab

Al-Kataib Media

1440 H-2019 M

 

Sumber: Jihadology

 

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *