Taliban: Demokrasi Terbukti Gagal Sejahterakan Afghanistan

Demokrasi yang diimpor dari Barat dan sudah dijalankan di Afghanistan selama 17 tahun terakhir terbukti gagal memberikan solusi bagi problematika rakyat Afghanistan.

Kamis lalu (7/3) Imarah Islam merilis sebuah artikel pekanannya seputar Pemilu (election). Dalam artikel tersebut Imarah Islam menyampaikan bahwa upaya Pemerintahan Kabul di bawah Asraf Ghani untuk memunculkan isu soal pemilu dengan rencana pembentukan komisi pemilu yang baru hanya untuk mengalihkan perhatian rakyat dari persoalan rakyat yang sebenarnya, yaitu penjajahan atau pendudukan asing.

Dijelaskan bahwa, saat ini semua mata dan telinga orang Afghanistan sedang fokus mengikuti perkembangan pembicaraan Damai antara Imarah Islam dan penjajah Amerika. Demokrasi yang diimpor dari barat dan sudah dijalankan di Afghanistan selama 17 tahun terakhir terbukti gagal memberikan solusi bagi problematika rakyat Afghanistan. Demokrasi juga gagal mengakhiri kesengsaraan rakyat Afghan yang terus berkelanjutan dan mewujudkan kemakmuran.

Sebalikkanya Imarah menyeru semua fihak di Afghanistan untuk fokus pada masalah utama yang menyebabkan penderitaan dan kesengsaraan rakyat, yaitu pendudukan asing. Maka untuk mengakhiri penderitaan tersebut harus fokus untuk mengakhiri pendudukan dan selanjutnya membentuk sistem Islam untuk mewujudkan perdamaian, keadilan dan kemakmuran.

Berikut terjemahan lengkap rilis artikel pekanan Imarah Islam tersebut :

Tak Ada Gunanya ribut Soal Pemilu?

Pada saat hasil hasil pemilihan parlemen belum diumumkan, para pemimpin rezim Kabul telah memulai pembentukan komisi pemilihan dan telah memulai langkah-langkah awal proses pemilu lain.

Saat ini ketika Afghanistan melewati titik paling penting dan sensitif dalam sejarahnya; pembicaraan sedang berlangsung antara para pejabat negara pendudukan Amerika dan perwakilan Emirat Islam di Qatar dan rakyat Afghanistan bersama dengan tokoh-tokoh politik yang telah memahami masalah inti dan telah menunjukkan komitmen untuk menemukan resolusi, semua menganggap proses negosiasi sebagai yang paling masalah penting yang dihadapi dan masalah yang terkait dengan perdamaian dan kemakmuran tanah air dan rakyat Afghanistan. Tetapi dalam masa-masa sulit seperti itu, tokoh-tokoh rezim Kabul yang tidak kompeten mengerahkan seluruh waktu dan tenaga mereka pada proses pemilihan yang tak berguna, dan isu-isu tak berarti lainnya untuk mengalihkan perhatian dari proses negosiasi yang sedang berlangsung.

Hari ini semua pejabat komisi pemilu sebelumnya dilarang bepergian dan didakwa melakukan penipuan dan korupsi. Para pemimpin rezim Kabul beberapa bulan sebelumnya menyebut drama pemilihan parlemen transparan dan sukses, tiba-tiba berubah pikiran dan menuduh komisi yang sama telah melakukan penipuan dan korupsi. Pertanyaan yang ingin ditanyakan adalah, bagaimana pemilu bisa disebut transparan dan sukses, tetapi komisi pemilu korup?

Demokrasi impor telah berulang kali membuktikan selama tujuh belas tahun terakhir bahwa pemilihan di bawah bayang-bayang pendudukan dimana kedutaan asing yang memainkan peran signifikan dalam pemilu, maka hasil pemuli tidak pernah dapat mengekspresikan kehendak suatu bangsa tetapi hanyalah pemborosan sumber daya dan mempermainkan kehendak rakyat.

Imarah Islam berprinsip bahwa penyebab perang dan kesengsaraan Afghanistan adalah pendudukan asing. Agar Afghanistan dapat diselamatkan dari tragedi ini dan memberikan kehidupan yang terhormat di bawah naungan keadilan Islam, hal pertama yang perlu ditangani adalah pendudukan. Bangsa Afghanistan dan semua tokoh dan kelompok publik yang berkomitmen untuk stabilitas dan kemakmuran bangsa harus mengalihkan semua fokus mereka ke masalah mengakhiri pendudukan.

Karena pemilihan umum, komisi pemilihan umum, jirga dan topik-topik lain semacam itu tidak melakukan apa pun untuk mengakhiri kesengsaraan yang sedang berlangsung. (Pemerintah Kabul) tidak puas dengan usaha menemukan solusi yang langgeng untuk masalah Afghanistan atau tidak memiliki kekuatan dan kompetensi untuk menyelesaikan masalah, maka mereka sibuk dengan masalah kecil dan tidak efektif.

 

Sumber:   alemarahenglish

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *