Facebook, Twitter, dan Google Berlomba Hapus Video Pembantaian Selandia Baru

Facebook, Twitter dan Google berebut untuk mengambil video aksi brutal Brenton Tarrant yang banyak tersedia di media sosial selama berjam-jam setelah penembakan massal.

Dalam video itu, Tarrant menghabiskan lebih dari dua menit di dalam masjid dengan menargetkan para jamaah yang ketakutan dengan tembakan. Dia kemudian berjalan ke luar dan menembak orang-orang di trotoar.

Jeritan anak-anak dapat terdengar di kejauhan saat dia kembali ke mobilnya untuk mengambil senjata yang lain. Dia berjalan kembali ke masjid, di mana setidaknya ada dua lusin orang yang berbaring di tanah.

Baca artikel terkait:  

Setelah kembali ke luar dan menembak seorang wanita di sana, ia kembali ke mobilnya di mana sebuah lagu terdengar menyalak. Penyanyi itu berteriak, “Aku adalah dewa api neraka!” dan pria bersenjata itu pergi bahkan sebelum polisi datang.

Serangan kedua terjadi di masjid Linwood sekitar 5 km jauhnya. Mark Nichols mengatakan bahwa dia mendengar lima tembakan dan seorang jamaah membalas tembakan dengan senapan.

Rekaman itu memperlihatkan si pembunuh membawa senapan dan dua senapan serbu militer otomatis, dengan sebuah magazine tambahan ditempelkan pada salah satu senjata. Dengan magazine itu dia dapat memuat ulang peluru dengan cepat. Dia juga memiliki lebih banyak senjata serbu di bagasi mobilnya, bersama dengan bahan peledak.

 

Sumber:   aljazeera

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *