Pembantai Masjid Selandia Baru Tampak tak Menyesali Perbuatannya

Brenton Tarrant menggunakan lima senjata untuk menewaskan sedikitnya 49 orang termasuk anak-anak dalam serangan biadabnya ke masjid.

Tarrant yang berkewarganegaraan Australia ditangkap setelah menembaki puluhan jamaah masjid saat shalat Jum’at tampak tidak menyesal di pengadilan di Selandia Baru pada hari Sabtu. Ia menatap anggota media dengan senyum sinis di wajahnya.

Brenton Tarrant, 28, muncul di Pengadilan Distrik Christchurch dan didakwa melakukan pembunuhan. Dia akan disidang berikutnya di Pengadilan Tinggi pada 5 April.

Diborgol, tanpa sepatu, dan mengenakan jas putih, Tarrant tidak berbicara. Pengacaranya yang ditunjuk pengadilan tidak mengajukan permohonan untuk jaminan.

Baca artikel terkait:

Andrew Thomas, wartawan Al Jazeera yang melaporkan dari Christchurch, mengatakan bahwa tersangka sangat memperhatikan wartawan.

Dia memasang “sinyal oke” terbalik, sebuah simbol yang digunakan oleh kelompok-kelompok supremasi kulit putih di seluruh dunia.

“Dia datang ke pengadilan, dia tidak mengatakan apa-apa. Dia berdiri di sana menatap langsung ke media di ruang sidang dan tersenyum sinis di sepanjang penampilannya,” Thomas melaporkan.

Hakim Paul Kellar mengizinkan foto untuk diambil tetapi memerintahkan agar wajah mantan instruktur kebugaran tersebut dikaburkan untuk menjaga hak-hak di persidangan.

Dua tersangka lainnya masih ditahan dan polisi menyelidiki peran mereka dalam pembantaian di Selandia Baru tersebut.

Baca juga:

Jumlah korban pembantaian yang mencapai 49 orang merupakan penembakan paling mematikan dalam sejarah Selandia Baru modern. Pemakaman direncanakan pada hari Sabtu untuk beberapa korban.

Staf medis mengatakan 39 orang yang terluka dirawat di rumah sakit, 11 dalam kondisi kritis termasuk seorang gadis berusia empat tahun.

Korban berasal dari seluruh dunia Muslim, termasuk Arab Saudi, Turki, Yordania, Bangladesh, Indonesia, dan Malaysia. Korban tewas dalam serangan termasuk wanita dan anak-anak.

 

Sumber:  aljazeera

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *