Muslim Selandia Baru Bukan Korban Brenton Seorang, tapi Korban Industri Islamophobia Global

Pesan dari Teror Selandia Baru

Ada satu pesan penting dari kejadian pembantaian di Selandia Baru tersebut. Pesan untuk mereka yang mencoba untuk mendistorsi Islam, untuk menyenangkan orang-orang kafir, di bawah kedok modernisme dan toleransi.

Para teroris seperti Brenton Tarrant akan menembak Anda, tidak peduli apakah kalian panggil dia kafir atau non-Muslim, tidak peduli apakah Anda memasang bendera pelangi di akun-akun Anda, tidak peduli apakah Anda mengklaim sebagai Muslim moderat atau radikal. Mereka dan kelompoknya membenci segala sesuatu yang terkait dengan Islam.

Brenton berkali-kali mengancam akan membunuh Muslim dalam diskusi-diskusi online, tapi ia sama sekali diabaikan, apalagi masuk dalam daftar pengawasan. Tapi, saat seorang Muslim memanjangkan jenggot, atau mengungkapkan solidaritas pada saudara Muslimnya di Suriah dan Palestina, label radikal pun langsung disematkan pada diri mereka. Apatah lagi membicarakan jihad dan Syariat.

Baca juga:

Dan bagaimana dengan kita semua? Pelajaran apa yang akan kita pelajari dari kekejaman di Selandia Baru? Apakah kita mau dan mampu melawan Islamophobia pada hari-hari ketika tidak ada serangan teroris brutal terhadap umat Islam di masjid? Akankah kita terpanggil melawan retorika keji anti Islam saat kita melihatnya di tv, media massa, atau media sosial? atau kita menunggu hanya saat ia dikutip dalam manifesto online seorang pembunuh massal?

Mungkin para pembenci Islam hari ini merayakan serangan di Selandia Baru. Namun, bagi umat Islam, semakin diserang, maka umat Islam semakin kuat dan semakin bersatu.

Hari ini, masjid-masjid akan penuh. Muslim tidak akan takut untuk bersujud kepada Allah. Dan tidak akan ada yang bisa menghentikan mereka untuk melakukannya.

Mengutip pernyataan Erdogan, We Will End This Game Together. Kita akan mengakhiri permainan industri Islamophobia ini bersama-sama.

 

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *