Terkait Teror Selandia Baru, Syaikh Muhaisini: Inilah Hakikat Teroris Sejati

Serangan teror di Selandia Baru tak lepas dari perhatian Muslimin di Suriah. Atas nama persaudaraan sebagai sesama umat Islam, mereka melakukan shalat ghaib untuk kaum Muslimin yang gugur dalam serangan teror di Selandia Baru. Meskipun negeri mereka juga sedang dilanda perang. Kondisi mereka tidak lebih aman dan tidak lebih nyaman dibanding saudara mereka di Selandia Baru.

Tanggapan juga disampaikan oleh ulama yang kini tinggal di Idlib, Suriah, Syaikh Abdullah Al-Muhaisiny.

Beliau mengilustrasikan bagaimana reaksi dunia jika pelaku teror adalah seorang Muslim. Beliau juga menjelaskan tentang hakikat teroris sejati.

Berikut transkrip ceramah lengkap beliau:

“Ya Allah, sebuah insiden yang tragis yang menggoncang masyarakat dunia hari ini.

Menggemparkan seluruh manusia ketika kaum Muslimin mulai sadar. Pemimpin-pemimpin Negara-negara dunia akan berkumpul, dan pemimpin-pemimpin Arab akan berkumpul di liga Arab untuk membahas penanganan tindakan ini. Dan dewan keamanan PBB akan berkumpul dan mengambil sebuah langkah yang berani untuk menangani insiden ini.

Pelaku akan dikaji afiliasinya,  anggota-anggota kelompoknya akan mendapat pemeriksaan ketat di bandara-bandara, Yayasan-yayasan sosial yang berkaitan dengan kelompok si pelaku akan di tutup. Seluruh dunia akan mencatat nama-nama mereka, sorot kamera akan diarahkan kepada mereka, insiden ini akan menjadi isu besar, kurikulum pendidikan tempat belajar si pelaku akan di evaluasi, Yayasan-yayasan kemanusiaan akan di tutup.

Baca juga:

 

Puluhan langkah akan di ambil agar kejadian serupa tidak terjadi lagi, hal ini akan dilakukan apabila pelaku adalah seorang Muslim.

Tapi,  jika pelaku seorang salibis atau Katolik atau Nasrani maka insiden ini hanya akan dinisbatkan kepada orang tertentu saja. Aksi ini akan disebut sebagai tindakan oknum akan tetapi jika pelakunya seorang Muslim maka dia akan di cap teroris Radikal yang terinspirasi dari doktrin-doktrin agama Islam.

Oleh karena itu Islam harus diperangi, inilah rumus yang mereka jadikan patokan.

 

Kepada saudara kami kaum Muslimin di New Zealand semoga Allah merahmati para Syuhada’ tersebut. Dan dari sini, dari Suriah yang terluka, kami katakan kepada kalian, bahwa darah kalian adalah darah kami.

Semoga Allah menghibur anda, Allah sembuhkan orang yang terluka diantara kalian. Akan tetapi, Demi Allah ini adalah kematian yang kita semua inginkan. Terbunuh di jalan Allah, di rumah Allah, dalam kondisi shalat dan sedang menunggu shalat.

Kematian apa yang lebih baik dari kematian ini? Selamat atas kesyahidan kalian.

Baca juga:

Kepada media-media yang jujur, takutlah kalian kepada Allah, sebarkanlah permasalahan ini secara jujur agar dunia bisa melihat bahwa salibis ini menulis diatas Magazine nama-nama komandan pasukan salib yang menyerang dunia Islam, dan melakukan pembantaian yang sangat besar. Dia bangga dengan apa yang diperbuat. Dia menayangkannya live di Facebook. Adapun balasannya hanya sekedar hashtag yang menjadi trending topik tanpa ada aksi nyata.

Ini adalah kesempatan bagi kita untuk menjelaskan kepada dunia hakikat terorisme dan siapa teroris sejati. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk mengatakan kepada dunia bahwa Islam adalah agama kedamaian, sedangkan stigma teroris yang kalian sematkan kepada kaum Muslimin justru kalian yang ikut andil dalam menyemai dan menyiraminya, setelah itu kalian tutup mata.

Kalian yang telah berkontribusi dalam menimbulkan Islamophobia. Kalian yang membuat orang takut terhadap kaum Muslimin. Kalian yang telah menanamkan narasi-narasi permusuhan terhadap kaum Muslimin. Kalian yang telah menyalakan api kebencian terhadap kaum Muslimin. Kalian harus bertanggung jawab atas pembantaian ini, karena kalian yang telah memantik kebencian terhadap setiap Muslim, sedangkan Islam berlepas diri dari itu semua laksana sehelai kertas putih tanpa noda. Dan Islam akan tetap pada rahmat  dan keluasannya dengan izin Allah, semoga Allah bersama setiap Muslim dan Allah menolong setiap orang yang terdzolimi.

 

 

 

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *