Imarah Islam Kutuk Pembantaian Muslim di Selandia Baru

Imarah Islam: Kami Merasakan Penderitaan Para Korban Penembakan di Selandia Baru

Menanggapi serangan teror terhadap jamaah masjid di Selandia Baru yang menelan banyak korban jiwa, Imarah Islam menyatakan kesedihannya dan belasungkawanya. Imarah juga menyatakan simpati dan ikut merasakan penderitaan yang dialami para korban karena di Afghanistan kejadian semacam itu terjadi hampir setiap hari.

Imarah mendesak pemerintah New Zeland agar mencegah kejadian serupa terjadi kembali. Selanjutnya meminta agar dilakukan penyelidikan secara komprehensif untuk menemukan penyebab teror tersebut dan pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya.

Berikut terjemahan pernyataan lengkap Imarah Islam Afghanistan berkenaan dengan serangan teror di New Zeland:

Pernyataan Emirat Islam Tentang Serangan Terhadap Dua Masjid di Selandia Baru

Kami sangat sedih mengetahui bahwa suatu serangan terjadi terhadap para jamaah di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada saat ibadah salat Jumat yang mengakibatkan 49 Muslim meninggal dan banyak lainnya terluka.

Imarah Islam mengutuk insiden ini. Menyerang jamaah yang tidak bersalah adalah tanda kebencian mutlak dan kejahatan yang tak termaafkan.

Kami menyatakan simpati kami yang terdalam terhadap keluarga korban dan berdoa semoga mereka masuh Jannah (surga) dan segera sehat kembali bagi para korban luka.

Baca juga:

Kami merasakan sendiri insiden tragis semacam ini ketika masjid dan rumah dibom dan banyak warga sipil kehilangan nyawa mereka di negeri kami setiap hari di tangan para penjajah dan pasukan sekutu lokal mereka.

Kami meminta pada pemerintah Selandia Baru untuk mencegah terulangnya kejadian semacam itu, dan melakukan investigasi komprehensif untuk menemukan akar penyebab terorisme tersebut dan memberikan hukuman setimpal kepada para penyerang.

 

Imarah Islam Afghanistan

08/07/1440 H – 15 Maret 2019

 

 

Sumber:    alemarahenglish

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *