Teroris New Zealand Terinspirasi oleh Nasionalis Balkan

Pembantai yang menewaskan 49 orang dalam serangan teror terhadap dua masjid di Christchurch di Selandia Baru diyakini sebagai pengagum tokoh nasionalis dan sejarah Balkan, dan ia memainkan lagu yang menghormati Radovan Karadzic sebelum mulai melepaskan tembakan.

 

Seorang pengguna Facebook dengan nama Brenton Tarrant memposting foto-foto simbol nasionalis Balkan secara online dan pernyataan yang mengecam keterlibatan AS di Kosovo. Pria yang sama juga telah membunuh puluhan orang dalam serangan teror terhadap dua masjid di Christchurch pada Jumat lalu.

Sebuah video juga menunjukkan bahwa sebelum penembakan itu dilakukan, pria bersenjata itu memainkan sebuah lagu untuk menghormati pemimpin politik Serbia di masa perang, Radovan Karadzic, yang vonis terakhirnya atas  genosida dan kejahatan perang akan disampaikan minggu depan.

Menjelang pembunuhan, akun Brenton Tarrant memposting ‘manifesto’ setebal 73 halaman yang mengatakan motif serangan itu adalah untuk “menciptakan rasa takut”, termasuk pidato kebencian anti-migran, seruan untuk melakukan pembunuhan kepada Muslim, dan retorika supremasi kulit putih.

Baca juga:

Teks itu juga berisi tentang konflik Kosovo.

“Balkanisasi juga akan mengurangi kemampuan AS untuk memproyeksikan kekuasaan secara global, dan dengan demikian memastikan bahwa tidak pernah lagi dapat terjadi situasi seperti keterlibatan AS di Kosovo lagi (di mana pasukan AS / NATO bertempur di samping kaum Muslim dan membantai orang Eropa Kristen yang berusaha untuk memindahkan Islam dari Eropa),” katanya.

NATO telah memimpin operasi pemeliharaan perdamaian di Kosovo sejak Juni 1999 setelah kampanye serangan udara untuk mengakhiri kampanye militer Serbia terhadap pemberontak etnik Albania.

Gambar-gambar yang menunjukkan persenjataan yang digunakan dalam penembakan itu juga ditandai dengan nama pemimpin militer Montenegro Marko Miljanov Popovic, yang memimpin etnisnya dalam perang melawan Kekaisaran Ottoman.

Senjata-senjata itu juga ditandai dengan nama Bajo Pivljanin, seorang komandan yang juga berperang melawan Kekaisaran Ottoman di Bosnia dan Montenegro.

Baca juga:

Nama lain yang ditandai pada persenjataan itu adalah Novak Vujosevic, yang bertempur di pihak Montenegro dalam Pertempuran Fundina melawan pasukan Kekaisaran Ottoman.

Sejauh ini polisi Selandia Baru telah menangkap empat orang sehubungan dengan serangan teroris tersebut.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menyebut penembakan itu sebagai “hari paling kelam di Selandia Baru” dan mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat bahwa “banyak orang yang terkena dampak kekerasan ekstrem ini berasal dari komunitas pengungsi dan migran di Selandia Baru”.

 

Sumber:   balkaninsight

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *